Thursday, 2 December 2010

Bau Keringat Mengundang Nyamuk Malaria


Dalam sebuah penelitian terbaru terungkap, bau keringat dalam tubuh manusia ternyata dapat mengundang nyamuk penyebar malaria untuk mendekat.

Penelitian yang dilakukan Niels Verhulst mengungkapkan bahwa nyamuk malaria sangat menyukai bakteri staphylococci. Bakteri ini yang biasanya hadir di kulit manusia karena manusia sendiri memiliiki berbagai jenis bakteri.

Nyamuk yang dapat mencium bau khas manusia dapat melakukannya dengan secara akurat, walaupun dalam radius tertentu.

"Sebetulnya keringat tidak mengeluarkan bau-bauan. Berbagai jenis bau itu muncul karena bakteri di kulit mulai melakukan aksinya," kata Verhulst, seperti yang dilansir Science Daily, Selasa (30/11/2010).

Dalam penelitiannya Verhulst menguji bagaimana nyamuk bereaksi terhadap lima jenis bakteri kulit. Uji coba dilakukan di Wageningen dan Kenya, Afrika. Hasilnya nyamuk Anopheles tertarik pada berbagai jenis bau yang dihasilkan bakteri kulit. Hanya satu yang tak disukai, yakni pseudomonas.

"Bakteri pseudomonas ada juga di tubuh manusia. Itulah sebabnya mengapa ada manusia yang tidak terlalu diserang nyamuk tertentu secara berlebihan," tambahnya.

“Ada beberapa bau-bauan yang bekerja dengan baik. Kami terus menyempurnakannya dan melihat bau tiruan seperti apa yang paling disukai nyamuk,” tandasnya.

Guru adalah Agen Perdamaian


Guru perlu aktif mempromosikan nilai-nilai kewarganegaraan, perdamaian, dan keberagaman. Sebab, guru mengemban misi menyiapkan generasi penerus bangsa yang bertanggung jawab.

Guru juga harus membekali muridnya dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan hidup.

Hal itu merupakan bagian dari seruan bersama para pemimpin lembaga internasional untuk memperingati Hari Guru Internasional yang jatuh pada hari Selasa (5/10/2010).

Seruan bersama di Jakarta itu datang dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa- Bangsa (UNESCO), Badan PBB untuk Anak-anak (Unicef), Program Pembangunan PBB (UNDP), Organisasi Buruh Internasional, dan Education International.

Para guru berperan untuk membangun harapan bangsa yang ingin memiliki generasi cinta damai dan hidup harmonis dalam keragaman. Sebab, banyak anak-anak saat ini mengalami trauma akibat menyaksikan kekerasan yang ekstrem, mengalami kehancuran rumah, dan kehilangan anggota keluarga.

Seruan dunia kepada guru itu, kata Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia Suparman, amat relevan dengan kondisi sosial masyarakat Indonesia saat ini. Guru perlu ikut aktif memulihkan kondisi sosial masyarakat dengan mengampanyekan penghentian segala bentuk kekerasan dan konflik. Di sekolah, guru harus menerapkan sikap antidiskriminasi dan memahami keberagaman.

Pengamat pendidikan HAR Tilaar mengatakan, gesekan-gesekan sosial sering terjadi sebagai konsekuensi masyarakat Indonesia yang semakin tidak mengenal budaya Nusantara.

Pendidikan nasional tidak lagi memperkuat kebudayaan bangsa yang seharusnya diajarkan di sekolah. Ini terjadi karena pemerintah tak lagi menyatukan kedua unsur itu dalam satu departemen: pendidikan dan kebudayaan.

Tilaar menegaskan perlunya memperkuat pendidikan multikulturalisme di sekolah. Upaya itu penting untuk membentuk generasi muda yang mampu menghargai perbedaan budaya, agama, dan suku, serta keragaman lainnya.

”Pendidikan yang didesentralisasikan justru bisa mengancam. Bagaimana mau menyatukan bangsa Indonesia kalau guru terpaku di satu daerah. Ini karena guru sekarang jadi milik bupati atau wali kota,” katanya.

Setelah berbagai konflik melanda Indonesia berlatar belakang perbedaan agama dan suku, guru-guru mulai menyadari pentingnya membekali siswa dengan pendidikan damai.

Pendidikan damai

Seperti di Sulawesi Tengah dan Maluku, guru-guru yang difasilitasi World Vision Indonesia melalui Wahana Visi Indonesia (WVI) mengembangkan pendidikan damai yang dinamakan pendidikan harmoni.

”Pendidikan harmoni merujuk dari pendidikan damai. Kami ingin memastikan nilai-nilai perdamaian, kemanusiaan, hak asasi manusia, multikulturalisme, dan perlindungan anak terintegrasi dalam kurikulum SD,” kata Frida Siregar, staf WVI untuk Pendidikan Damai Wilayah Sulawesi dan Maluku.

Pendidikan harmoni lahir dari semangat penyatuan dalam keberagaman. Kompetensi nilai harmoni yang dikembangkan adalah harmoni diri (tanggung jawab, keyakinan pada ajaran agama, kepercayaan); harmoni sesama (penghargaan, kejujuran, kepedulian); serta harmoni alam (ramah lingkungan, melindungi, kewarganegaraan).

Menurut Frida, dari hasil penelitian awal WVI di Palu dan Poso tahun 2009 ditemukan bahwa pemahaman akan perbedaan suku dan agama yang ada di masyarakat masih lemah. Masih ditemukan anak dengan agresivitas tinggi, rasa dendam, dan enggan berinteraksi dengan teman yang berbeda agama.

Di Palu, 35 persen anak menyatakan tidak mau berteman dengan mereka yang berbeda agama dan 14,2 persen tidak tahu. Di Poso, 10,8 persen anak tidak mau berteman dan 15 persen tidak tahu.

Google Book Store Diluncurkan Akhir 2010


Google Edition, toko buku online dari Google yang sudah dijanjikan sebelumnya oleh pihak Google, direncanakan akan diluncurkan pada akhir tahun 2010, berdasarkan laporan dari Wall Street Journal.

Google Edition akan memiliki metode penjualan yang berbeda dari kompetitor kebanyakan seperti Amazon Kindle store atau Apple iBookstore. Melalui bookstore-nya, dari pada membeli buku hanya di satu store, Google Edition membolehkan para penggunanya untuk membeli dari dari independent online store lainnya, dan memasukkannya ke dalam akun Google, yang mana membolehkan pengguna untuk membaca buku tersebut dimanapun dan dengan memakai perangkat apapun. Demikian seperti yang dikutip dari Mashable, Kamis (2/12/2010).

Awalnya, Googel Edition direncakan unutuk diluncurkan pada awal tahun 2010, tapi ternyata tidak jadi. Pada bulan Mei silam, Chris Palma, manager for strategic partner development dari Google juga mengatakan bahwa peluncuran Google Edition direncanakan peluncurannya pada bulan Juni atau Juli 2010.

Kini, Scott Dougall, product manager director dari Google, mengklaim bahwa Google Edition akan diluncurkan pada akhir tahun 2010 di AS, dan pada kuartal pertama tahun 2011 untuk pasar internasional. "Karena kompleksnya produk ini, maka kita tidak ingin produk ini keluar sebelum betul-betul beres," ujar Dougal.

Untuk peluncuran Google Edition nanti, rekan, pembagian revenue kepada para penerbit beserta para toko buku independen, sampai saat ini belum diketahui.

Teknik Pernapasan untuk 4 Penyakit


Dalam sehari manusia bernapas kurang lebih 20.000 kali sehingga tak banyak yang sempat memperhatikan tekniknya. Dengan menguasai teknik tertentu dalam menarik dan mengeluarkan napas 4 penyakit ini bisa diatasi tanpa harus memakai obat.

"Bernapas dengan teknik yang benar diyakini bisa membantu sistem pencernaan dan terbukti bisa menenangkan pikiran serta meredakan nyeri. Sebaliknya, teknik yang salah bisa menyebabkan seseorang mudah tersinggung, panik dan rentan mengalami depresi," ungkap Dr David Lewis, ahli saraf dari Sussex University.

Dikutip dari Dailymail, Selasa (30/11/2010), Dr Lewis memaparkan beberapa teknik pernapasan untuk mengatasi keluhan-keluhan ringan berikut ini.

1. Nyeri
Teknik pernapasan dalam melalui perut dapat mengaktifkan saraf parasimpatis, sehingga mampu meredakan nyeri dan ketegangan. Cukup dilakukan 2 kali sehari, masing-masing selama 2-3 menit.

Caranya dengan berbaring telentang, satu tangan di dada dan satu lagi di perut. Tarik napas dalam-dalam menggunakan perut, hitung sampai 5 sambil membayangkan balon yang makin menggembung, lalu lepaskan perlahan dalam hitungan yang sama.

Tangan diletakkan di dada dan perut untuk memastikan napas dilakukan melalui perut, bukan dada.

2. Gelisah
Teknik pernapasan ritmis bisa meredakan kegelisahan yang ditandai dengan frekuensi napas yang cepat atau disebut juga napas memburu. Intinya adalah memperlambat ritme pernapasan dan sedapat mungkin memberi jeda di antara setiap tarikan napas dan saat melepaskannya.

Teknik ini bisa dilakukan dengan berbaring di tempat tidur, dengan satu tangan berada di dada dan satunya lagi di perut tepat di bawah tulang iga, lalu bernapaslah melalui hidung sebanyak 12-20 kali tiap menit. Pastikan tangan yang di perut lebih sering bergerak, sebagai tanda bahwa pernapasan terjadi di perut bukan dada.

3. Asma
Tidak diragukan lagi, teknik pernapasan adalah salah satu cara ampuh mengendalikan asma. Beberapa teknik latihan yoga untuk penderita asma juga memperikan teknik pernapasan dengan porsi paling dominan.

Ketika melepaskan napas, lakukan melalui mulut dengan memberi tekanan di bagian belakang tenggorokan seperti saat menghembuskan uap untuk membersihkan kacamata. Kemudian tarik napas melalui hidung, lakukan sedalam-dalamnya hingga mengeluarkan bunyi yang kuat.

4. Lemah lesu
Kurangnya pasokan oksigen ke otot dan otak adalah penyebab gejala lemah lesu saat lelah dan mengantuk. Selain butuh napas yang dalam untuk mengambil oksigen sebanyak-banyaknya, diafragma juga harus dirangsang agar lebih aktif memompa napas.

Caranya dengan menutup salah satu lubang hidung, lalu menarik napas perlahan selama 3 detik. Buka lubang hidung yang ditutup, kemudian tutup lubang satunya yang semula terbuka dan hembuskan napas kuat-kuat seperti hendak meniup lilin. Pastikan paru-paru kosong dengan menghembuskannya selama 3 detik.

Tanaman Ciplukan Cegah Kanker Payudara


Tanaman ciplukan merupakan tanaman perdu yang mudah ditemukan di ladang ternyata mampu mencegah kanker payudara. Tanaman dengan nama latin Physallisa angulata L memiliki efek sitotoksik dan mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara in vitro.

Ciplukan mengandung senyawa Fisalin dan Withanolid yang disinyalir dari berbagai laporan mengandung aktivitas antikanker. Tanaman ini juga bersifat sitotoksik pada beberapa sel kanker, mampu menghambat pertumbuhan sel kanker payudara MDA-MB 231, sel adenokarsinoma paru NCL-H23, sel leukimia, serta memiliki aktivitas anthihepatoma pada sel hepatoma manusia Hep G2, Hep 3B, dan PLC/PRF/5.

"Dari penelitian-penelitian yang dilakukan menguatkan bila Ciplukan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai agen kemopreventif," ungkap Ameilinda Monikawati di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur, Yogyakarta, Rabu (1/12/2010).

Meanfaat tanaman tersebut terbukti mampu menghambat sel kanker payudara setelah dijadikan ekstrak. Ekstrak diperoleh daripengolahan buah ciplukan yang telah dihilangkan akarnya.

Ameilinda mengatakan aktivitas kemopreventif ekstrak etanolik herba Ciplukan menjadi alternatif pengobatan penderita kanker payudara. Sementara pengobatan kanker payudara dengan kemoterapi selama ini dinilai kurang efektif. Dengan kemoterapi seringkali menimbulkan adanya resistensi, serta beberapa efek samping seperti mual, muntah, toksisitas pada jaringan normal, toksisitas pada jantung menekan sistim imun.

"Karenanya dibutuhkan suatu alternatif terapi kanker yang lebih aman, terjangkau dan efektif," katanya.

Secara in vitro dari penelitian ini berhasil menekan pertumbuhan sel kanker hingga 20 persen. Hanya saja tidak hanya secara in vitro, untuk mendukung penelitian potensi Ciplukan sebagai agen kemopreventif pada kanker payudara maka dilakukan pula secara uji in vivo. Uji secara in vivo ini bertujuan untuk mengobservasi pengaruh EHC pada hewan uji tikus betina galur Sprague Dawley.

Uji in vivo ini, kata Amelianda dilakukan melalui pengamatan hispatologi sel payudara dengan metode pewarnaan Hematoksilin & Eosin, serta aktivitas antiproliferasi EHC dengan metode AgNOR pada tikus yang terinduksi DMBA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EHC mampu menghambat proses karsiogenesis dari DMBA dan memiliki aktivitas antiproliferatif dengan menunjukkan black dots (nilai mAgNOR) dibandingkan dengan kelompok kontrol DMBA.

Dari penelitian yang dilakukan Amelianda, Inna dan Sofa berkesimpulan Ciplukan berpotensi untuk dikembangkan sebagai agen kemoprevensi kanker payudara melalui induksi apoptosis dan penghambatan proliferasi sel. Selain itu Ciplukan dapat dijadikan pula sebagai agen ko-kemoterapi dengan doxorubicin.

"Karenanya uji selektivitas serta ekspresi berbagai macam protein yang terkait dalam pemicuan apoptosis dan regulasi daur sel perlu dilakukan untuk mengetahui kemanan dan mekanisme molekulernya dalam menghambat pertumbuhan kanker payudara," tutur Amelianda.

Dari penelitian tiga mahasiswa Fakultas Farmasi yakni Ameilinda, Inna Amandari dan Sofa Farida berhasil menguji potensi kemopreventif ekstrak etanolik herba Ciplukan (EHC) pada sel kanker payudara. Berkat penelitiannya tersebut, ketiga mahasiswa tersebut dinyatakan menjadi pemenang I Bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada Kompetisi Pemilihan Peneliti Remaja Indonesia (PPRI) ke-9 tahun 2010, sekaligus berhak mendapat hadiah uang sebesar Rp 12 juta.

Wednesday, 23 June 2010

Asal-usul Kartu Merah dan Kuning

APAKAH penggunaan kartu merah dan kuning sudah dikenal begitu sepak bola modern muncul? Jawabannya tidak. Kartu merah dan kuning baru diperkenalkan pada Piala Dunia 1970.

Namun, inspirasinya muncul pada Piala Dunia 1966, pada perempat final antara tuan rumah Inggris lawan Argentina. Wasit yang memimpin pertandingan itu berasal dari Jerman, yakni Rudolf Kreitlein.

Karena melakukan pelanggaran keras, kapten Argentina, Antonio Rattin, dikeluarkan oleh Kreitlein. Namun, Rattin tak paham apa maksud wasit asal Jerman itu. Dia pun tak segera meninggalkan lapangan.

Wasit Inggris yang ikut bertugas di pertandingan itu, Ken Aston, kemudian masuk ke lapangan. Dengan sedikit modal bahasa Spanyol, dia merayu Rattin untuk meninggalkan lapangan. Sebab, wasit yang memimpin pertandingan, Rudolf Kreitlein, memutuskan begitu. Karena hanya tahu bahasa Jerman dan Inggris, ia kesulitan menjelaskan keputusannya kepada Rattin.

Karena kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir. Harus ada komunikasi universal yang bisa langsung diketahui semua orang, ketika wasit memberi peringatan kepada pemain atau mengeluarkannya dari lapangan. Sehingga, wasit tanpa harus membuat penjelasan dengan bahasa yang mungkin tak diketahui pemain.

Suatu hari, dia berhenti di perempatan jalan. Melihat traffic light (lampu merah), dia kemudian mendapatkan ide. Kemudian dia mengusulkan agar wasit dibekali kartu kuning dan merah. Kartu kuning untuk memberi peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran. Sedangkan kartu merah untuk sanksi berat dan pemain yang melakukan pelanggaran berat itu harus keluar dari lapangan.

Ide itu diterima FIFA. Pada Piala Dunia 1970, kartu kuning dan merah untuk pertama kalinya digunakan. Ironisnya, sepanjang Piala Dunia 1970 tak satu pun pemain yang terkena kartu merah. Hanya kartu kuning yang sempat dilayangkan. Sehingga, kartu merah tak bisa "pamer diri" pada Piala Dunia 1970.

Meski ide itu datang dari wasit Inggris, namun negeri itu tak serta-merta menerapkannya di kompetisi mereka. Kartu merah dan kuning baru digunakan di kompetisi sepak bola Inggris pada 1976. Karena kemudian wasit terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain, maka penggunaannya sempat dihentikan pada 1981 dan 1987.

Yang menarik, ide ini diadopsi cabang olahraga hoki. Bahkan, di cabang ini menggunakan tiga warna kartu, seperti traffic light: hijau, kuning, dan merah. Hijau untuk peringatan, kuning untuk mengeluarkan pemain sementara waktu, dan merah untuk mengusir pemain secara permanen.
http://bola.kompas.com/read/xml/2010/03/29/12303467/asal-usul.kartu.merah.dan.kuning

Tuesday, 9 February 2010

Cara Mencari Arah Kiblat

KOMPAS.com - Arah kiblat menjadi prasyarat menjalankan ibadah shalat. Di mana pun umat Islam menjalankan ritual keagamaan itu, mereka harus berkiblat ke Kabah di Mekkah. Penentuan arah kiblat tentu tak masalah bagi mereka yang berada di dekat Kabah. Bagaimana memastikannya jika berada jauh dari tempat suci itu?

Beberapa waktu lalu di internet muncul tulisan Usep Fathudin, mantan Staf Khusus Menteri Agama, yang mengungkap beragam arah kiblat masjid-masjid di Jakarta. Kesahihan kiblat suatu masjid, menurutnya, perlu dicapai sebelum masjid dibangun. Hal itu karena pergeseran 1 sentimeter saja bisa berarti 100 kilometer penyimpangan jaraknya.

Meskipun begitu, menurutnya, akurasi arah kiblat 100 persen memang tidak diwajibkan dalam shalat, seperti tersebut dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 144, yang memerintahkan untuk shalat ke arah kiblat. ”Kata-kata ’ke arah’ ditafsirkan sebagai usaha maksimal mengarahkan shalat kita ke Kabah di Mekkah,” urainya.

Walaupun begitu, upaya untuk mendekati ketepatan arah ke kiblat dapat dilakukan dengan berbagai cara. Usep menyebutkan, penentuan arah kiblat Masjid Al Mukhlishun di Griya Depok Asri, Depok Tengah, yang berdiri tahun 2001, menggunakan suatu kompas kecil berbahasa Inggris, dengan tulisan Latin dan Arab.

Pada alat penunjuk arah itu tertulis bahwa untuk Jakarta dan sebagian besar kota di Indonesia, arah utara jarum kompas harus menunjuk angka 9 sebagai arah kiblat.

Kenyataannya, survei arah kiblat yang dilakukannya di berbagai masjid besar di Jakarta memperlihatkan, kompas yang digunakannya menunjuk arah yang berbeda-beda di tiap tempat ibadah itu, berkisar dari 7,5 hingga 9.

Penentuan arah kiblat yang dipakai umumnya mengacu pada arah utara geografis sebenarnya, yang memakai arah kompas atau jarum magnetik yang disebut ”pencari arah Kabah”. Arah jarum magnetik di kompas mengarah berdasarkan kutub magnetik Bumi di kutub utara.

Ternyata arah utara magnetik Bumi itu berbeda di tiap kota dari waktu ke waktu. Hal ini dipengaruhi oleh rotasi Bumi. Penelitian menunjukkan arah utara magnetik terus bergeser sekitar 4,8 kilometer per tahun. Pada tahun 2005 pergeserannya mencapai 800 kilometer dari kutub utara sebenarnya. Pada 2050 diperkirakan utara magnetik Bumi mendekati Siberia.

Qibla Locator

Penggunaan kompas sebagai penunjuk arah kiblat belakangan memang dianggap kurang akurat. Belakangan diperkenalkan peranti lunak Qibla Locator yang termuat dalam situs web http://www.qiblalocator.com.

Qibla Locator atau penunjuk arah kiblat antara lain dirancang oleh Ibn Mas’ud dengan menggunakan peranti lunak aplikasi Google Maps API v2, sejak tahun 2006. Pengembangan tampilan dan aplikasinya kemudian melibatkan Hamed Zarrabi Zadeh dari Universitas Waterloo di Ontario, Kanada.

Pada Qibla Locator versi Beta seri 0.8.7 itu dilengkapi dengan geocoding dari Yahoo, pengontrol arah pada citra peta, dan indikator tingkat pembesaran. Hingga September 2007 dihasilkan empat versi Beta dengan beberapa aplikasi tambahan, Geocoder, dan tampilan jarak.

Dengan Qibla Locator yang berbasis Google Earth ini dapat diketahui arah kiblat dari mana pun kita berada. Untuk mengetahuinya, di bagian atas situs itu ada kotak untuk memasukkan lokasi, alamat atau nama jalan, kode pos, dan negara atau garis lintang dan garis bujur.

Maka di sisi kanan gambar peta akan muncul besaran arah kiblat atau kabah dan jaraknya dari posisi lokasi yang kita masukkan. Peranti lunak ini, menurut Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) sangat membantu guna mengecek arah kiblat secara akurat. ”Ini bisa untuk koreksi massal masjid-masjid di Indonesia,” katanya.

Bayangan matahari

Thomas, pakar astronomi dan astrofisika, mengemukakan bahwa ada penentuan arah kiblat yang menggunakan bayangan Matahari. Sekitar tanggal 26-30 Mei pukul 16.18 WIB dan 13-17 Juli pukul 16.27 WIB Matahari tepat berada di atas kota Mekkah.

Pada saat itu Matahari yang tampak dari semua penjuru Bumi dapat dijadikan penunjuk lokasi Kabah. Begitu pula bayangan benda tegak pada waktu itu juga dapat menjadi menentu arah ke kiblat.

Selain itu untuk daerah yang tidak mengalami siang, sama dengan Mekkah, waktu yang digunakan adalah saat Matahari di atas titik yang diametral dengan Mekkah. Waktu yang dapat dijadikan patokan penunjuk kiblat untuk wilayah tersebut adalah Matahari pada tanggal 12 hingga 16 Januari pukul 04.30 WIB dan 27 November hingga 1 Desember pukul 04.09 WIB.

Cara ini menurutnya paling mudah untuk mengoreksi arah kiblat, termasuk untuk garis saf di dalam masjid. Begitu mudah sehingga orang awam pun dapat melakukannya.

5 orang termisterius didunia

1. Green Children of Woolpit
Green Children of Woolpit (2 anak hijau dari Woolpit) a/ dua orang anak yg secara misterius muncul di desa Woolpit di Suffolk, Inggris pada abad ke-12. Kedua anak tersebut bersaudara, dan mempunyai kulit yang berwarna hijau (Hulk ???). Selain kulitnya yang hijau, kedua anak tersebut mempunyai penampilan yang normal seperti manusia kebanyakan. Mereka berbicara dalam bahasa aneh yang tidak dikenali dan tidak mau makan apapun kecuali kacang polong.

Setelah lama kelamaan, kulit kedua anak tersebut kehilangan warna hijaunya dan menjadi warna normal seperti warna kulit manusia pada umumnya. Setelah mempelajari Bahasa Inggris, keduanya menjelaskan bahwa mereka berasal dari suatu desa bernama “St. Martin” yang merupakan tempat yang gelap karena matahari tidak bersinar di sana. Ketika sedang menggembala ternak milik ayah mereka, mereka menemukan sebuah sungai dari cahaya dan mengikutinya, sampai tiba-tiba mereka telah berada di Woolpit. Beberapa teori menyatakan bahwa kedua anak tersebut adalah anak dari dimensi lain, atau alien dari luar angkasa.
2. Man In The Iron Mask.
Hmm.. terdengar Familiar ??
Bukan, kita tidak sedang membicarakan Leonardo Di Caprio atau film Man In The Iron Mask yang dimainkan olehnya. Ternyata film tersebut terinspirasi dari seorang tokoh misterius di Perancis.

Man In The Iron Mask (Meninggal November 1973) adalah tahanan yang dikurung di sejumlah penjara di Perancis (termasuk penjara legendaris, Bastille) pada masa pemerintahan Raja Louis XIV. Identitas pria ini tidak pernah diketahui karena tidak ada yang pernah melihat wajahnya yang disembunyikan dalam sebuah topeng kulit berwarna coklat. Sekarang kita tahu, bahwa sejak jaman dahulu, orang suka membesar-besarkan cerita karena pada kisah-kisah yang beredar, diceritakan bahwa topeng tersebut terbuat dari baja yang menjadi awal nama julukan yang diberikan kepadanya.

Menurut surat yang diberikan kepada kepala Penjara di Pignerol (Bénigne Dauvergne de Saint-Mars) tempat pertama pria tersebut dipenjarakan, nama pria tersebut adalah Eustache Dauger. Dalam surat itu juga diinstruksikan agar disiapkan sebuah sel yang dilapisi dengan beberapa pintu (untuk mencegah orang dari luar mendengar suara dari dalam sel). Selain itu, juga dikatakan bahwa bila pria tersebut berbicara kepada orang lain selain untuk hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan pribadinya (contoh: “sipir.. saya mau be’ol..!!” =P ), dia akan dibunuh seketika. Hingga saat ini tidak ada yang tahu siapa identitas sebenarnya dari pria ini tapi ada beberapa rumor yang mengatakan bahwa Ia adalah saudara dari Louis XIV, Putra dari Raja Charles II, Diplomat dari Italia, dan lain-lain.
3. Count of St. Germain
Count of St. Germain, yang diduga meninggal dunia pada 27 Februari 1784 adalah seorang bangsawan, petualang, peneliti amatir, pemain biola, komposer, dan seorang yang misterius. Dia juga menunjukkan beberapa keahlian yang berhubungan dengan ilmu kimia. Mitos, legenda dan spekulasi tentang St. Germain terus berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 dan berlanjut hingga saat ini. Di antaranya terdapat kepercayaan bahwa St. Germain adalah seorang yang immortal (hidup abadi), seorang ahli kimia yang mempunyai “Elixir of Life” (Cairan Keabadian), dan telah meramalkan terjadinya Revolusi Perancis.

Semenjak kematiannya, banyak organisasi Okultisme yang menjadikannya sebagai tokoh panutan yang dihormati, bahkan ada yang menyembah dirinya. Tidak sedikit pula yang mengaku-ngaku sebagai St. Germain atau merupakan jelmaan dari St. Germain.

4. Kaspar Hauser
Pada 26 Mei 1828, seorang remaja terlihat di jalan di Nuremberg, Jerman. Ia membawa sebuah surat yang ditujukan bagi Kapten Resimen Kavalry ke-6 Jerman. Penulis surat misterius yang dibawa oleh Hauser menyatakan bahwa anak tersebut diberikan kepadanya untuk ditahan sejak ia masih bayi, pada 7 Oktober 1812, dan sejak saat itu anak tersebut dikurung di rumah pria tersebut. Hauser mengklaim bahwa sejak ia dapat mengingat sesuatu, ia telah dikurung sendirian di dalam ruangan gelap berukuran 2×1×1.5 meter dengan ranjang dari jerami sebagai tempat tidur dan kuda-kudaan kayu yang diukir dengan tangan sebagai mainannya. Hauser juga mengklaim bahwa orang pertama yang berinteraksi dengannya adalah pria misterius yang mengunjunginya beberapa saat sebelum ia dibebaskan, yang selalu berhati-hati agar wajahnya tidak terlihat oleh Hauser.

Menurut rumor, Hauser adalah Pangeran dari Baden yang dilahirkan pada 29 September 1812 dan meninggal sebulan kemudian. Dirumorkan bahwa Pangeran tersebut ditukar dengan bayi sekarat, sedangkan pangeran yang Asli adalah Hauser yang muncul 16 tahun kemudian di Nuremberg. Pada tahun 2002, University of Munster melakukan analisa DNA yang membandingkan DNA Hauser dan Stephanie de Beauharnais yang dirumorkan sebagai Ibu dari Hauser (Ratu dari Baden). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekuens DNA tidak identik tapi deviasi yang ditunjukkan tidak terlalu jauh sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa keduanya sama sekali tidak mempunyai hubungan darah.

5. Babushka Lady
Babushka Lady adalah nama julukan yang diberikan kepada sosok wanita misterius yang terlihat ketika terjadinya pembunuhan presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy. Wanita tersebut terlihat memakai jas panjang berwarna coklat, dan scarf di kepala, seperti yang biasa dipakai oleh para wanita lanjut usia di Russia. Scarf tersebutlah yang menjadi awal julukan babushka yang dilekatkan kepadanya (babushka merupakan bahasa Russia untuk nenek atau wanita lanjut usia). Wanita tersebut terlihat memegang sesuatu di depan wajahnya, yang diyakini merupakan kamera. Dia terlihat di beberapa foto yang mengabadikan lokasi kejadian pembunuhan tersebut. Bahkan setelah keramaian telah berakhir, ia masih terlihat di sana dan memotret dengan kameranya. Beberapa saat kemudian, FBI meminta melalui pengumuman publik agar Babushka Lady menyerahkan hasil jepretan kameranya (mungkin untuk keperluan penyelidikan), namun ia tidak pernah muncul lagi ke depan umum.

Pada tahun 1970, seorang wanita bernama Beverly Oliver, mengaku sebagai Babushka Lady. Namun karena ceritanya mengandung banyak kejanggalan dan inkonsistensi, ia dipercaya sebagai sosok palsu yang ingin numpang tenar =P Hingga saat ini tidak ada yang tahu siapa sosok Babushka Lady yang sebenarnya, apa yang ia lakukan di tempat kejadian pembunuhan dan alasan ia tidak mau menyerahkan hasil jepretan kameranya.

Friday, 25 September 2009

Trik Menghitung Pembagian

Berikut ada beberapa trik yang cukup menarik hanya dengan menggunakan model perkalian dan kemudian dengan membaginya dengan kelipatan angka 10. Perhatikan penjelasan berikut ini :


Untuk membagi bilangan yang dibagi 125, caranya yaitu kalikan bilangan tersebut dengan 8, kemudian bagilah dengan 1000. misalnya; 7000/125 = (7000 x 8)/1000 = 56.
Untuk membagi bilangan yang dibagi 50, caranya; kalikan 2 dan bagi 100.contoh ; 300/50 = (300 x 2)/100 = 6.
Untuk membagi bilangan yang dibagi 500, kalikan 2 kemudian bagi 1000.contoh; 7500/500 = (7500×2)/1000 = 15.
Untuk membagi bilangan yang dibagi 5, kalikan 2 kemudian bagi 10. contoh; 35/5 = (35×2)/10 = 7.
Untuk membagi bilangan yang dibagi 25, kalikan 4 kemudian bagi 100.contoh; 3700/25 = (3700×4)/100= 148.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 250, kalikan 4 kemudian bagi 1000.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 16 2/3, kalikan 6 kemudian bagi 100.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 33 1/3, kalikan 3 kemudian bagi 100.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 166 2/3, kalikan 6 kemudian bagi 1000.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 333 1/3, kalikan 3 kemudian bagi 1000.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 6 2/3, kalikan 15 kemudian bagi 100.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 66 2/3, kalikan 15 kemudian bagi 1000.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 8 1/3, kalikan12 kemudian bagi 100.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 83 1/3, kalikan dengan12 kemudian bagi 1000.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 6 1/4, kalikan dengan16 kemudian bagi dengan100.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 62 1/2, kalikan dengan16 kemudian bagi dengan1000.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 18 3/4, kalikan dengan16, bagi 3, kemudian bagi 100.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 37 1/2, kalikan dengan8 bagi 3, kemudian bagi 100.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 87 1/2 bagi 7, kalikan 8 kemudian bagi 100.
Untuk bilangan yang dibagi dengan 75 bagi dengan 3, kalikan 4 kemudian bagi 100.

sumber: http://edukasiana.com/2009/07/trik-menghitung-pembagian/

Istilah-istilah dalam Matematika

Pernahkah anda penasaran dari manakah istilah-istilah matematika berasal dan bagaimanakah istilah-istilah tersebut berkembang? Berikut ada beberapa contoh istilah-istilah yang patut anda ketahui :

Algebra / Aljabar

Berasal dari buku 825 A.D, “ilm al-jabr w’al Maqa ialah” yang berarti “pertemuan”, “hubungan” atau “perampungan”) Oleh ahli matematika Iran, Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi.Karena orang-orang Eropa sulit untuk mengucapkan istilah ini dengan bahasa Arab, kemudian mereka menyebutnya dengan Aljabra, dan kemudian menjadi Algebra (dalam bahasa Indonesianya Aljabar). Aljabar adalah cabang matematika yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dan perpanjangan aritmatika.

Calculus / Kalkulus

Berasal dari bahasa latin “calculus” yang berarti batu yang digunakan untuk menghitung.

Exponent / Eksponen

Berasal dari bahasa latin “ex”(out) dan “pon”(place) jadi kalau digabungkan menjadi placed out, yang berarti pangkat.

Fraction / Pecahan

Berasal dari bahasa latin ” Fractus” yang secara literal berarti broken/ pecah.

Geometry / Geometri

Geometri (dari bahasa Yunani , geo = bumi, metria = pengukuran) secara harfiah berarti pengukuran tentang bumi, adalah cabang dari matematika yang mempelajari hubungan di dalam ruang. Dari pengalaman, atau mungkin secara intuitif, orang dapat mengetahui ruang dari ciri dasarnya, yang diistilahkan sebagai aksioma dalam geometri.

Logarithm / Logaritma

Berasal dari bahasa Yunani, yaitu “logos”(proportion,bagian) dan “arithmetik (number/angka).Logaritma adalah operasi matematika yang merupakan kebalikan dari eksponen atau pemangkatan.

Percent / Persen

Berasal dari dua bahasa latin, yaitu “per” (by/bagi) dan “centum” (hundred/seratus).

Sine / Sinus

Berasal dari bahasa Latin, yaitu “sinus” .secara literal dalam bahasa Inggris ” folded cloth” atau lipatan kain.Sinus dalam matematika adalah perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring (dengan catatan bahwa segitiga itu adalah segitiga siku-siku atau salah satu sudut segitiga itu 90 derajat).

Trigonometry / Trigonometri

Trigonometri (dari bahasa Yunani trigonon = tiga sudut dan metro = mengukur) adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segi tiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen.

Zero / nol (0)

Berasal dari bahasa Arab “Zefirum” yang berarti empty / kosong.

sumber: http://edukasiana.com/2009/07/istilah-istilah-dalam-matematika/

Sunday, 10 May 2009

LIBERALISASI PENDIDIKAN TINGGI

Pasar sebagai salah satu pranata civil society dikendalikan pelaku bisnis menjelajahi dan menguasai sumber-sumber daya dalam pasar, lahan-lahan yang secara historis merupakan usaha untuk kemaslahatan orang banyak sehingga diselenggarakan oleh negara, seperti pendidikan dan kesehatan, kini menjadi garapan pelaku bisnis.

Salah satu dampak positif UU BHP adalah tansformasi di PTN. Jerat birokrasi yang berwujud kurang efisien mulai bisa diperbaiki. Sedangkan kalangan yang masih mempercayai nilai-nilai sosial demokrasi mengkhawatirkan terjadinya liberalisasi pendidikan. Meski Pasal 4 UU BHP sudah mengatur bahwa badan hukum pendidikan bersifat nirlaba, fenomena liberalisasi pendidikan tinggi sudah amat terasa. Berbagai jalur yang disediakan PTN mulai dari jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN) hinga jalur khusus dan mandiri memberi beberapa paket dengan persentase masing-masing.

Yang dikeluhkan adalah alokasi penerimaan dengan biaya minimal makin dikurangi persentasenya. Sedangkan alokasi penerimaan melalui jalur khusus atau mandiri bertambah. Praktek ini dilakukan PTN guna menembah jumlah pendapatan sehingga bisa memperbaiki mutu. Formula alokasi disusun tiap PTN, dengan melihat kepentingan institusional PTN itu, dengan standar mutu yang ingin dicapai dan biaya yang harus ditanggung. Padahal, alokasi jalur subsidi dan jalur khusus ini tidak sesuai dengan persentase penduduk miskin di Indonesia. Akibatnya, kesempatan bagi anak-anak keluarga miskin untuk meniti jalur keberhasilan seperti Steve Jobs makin tertutup.

Para penganut nilai-nilai sosial demokratis berpendapat UU BHP tidak berpihak kepada rakyat, bahkan cenderung melindungi yang kuat. Dikhawatirkan bertambahnya jumlah orang macam Chris Langan dan Lintang (dalam Laskar Pelangi) yang berpotensi tinggi tetapi tidak mendapat kesempatan pendidikan akan menjadi energi negatif di masayarakat.

Alternatif Solusi

Sementara perdebatan tentang subsidi negara untuk PTN atau PTS masih berlangsung dan mungkin tidak akan pernah reda, kisah-kisah Chris Langan dan Lintang akan terus terjadi di seluruh Nusantara. Dana subsidi pemerintah memang sudah dikucurkan ke berbagai PTN dan PTS, di antaranya melelui program hibah dan kompetensi. Dua alternatif solusi perlu dipertimbangkan guna meningkatkan akses terhadap pendidikan tinggi sambil tetap berjuang mencapai target mutu dan menjaga ekuilibrium antara layanan pendidikan tinggi sebagai entitas yang nirlaba dan eksploitas elaku bisnis dan sektor pendidikan.

Alternatif pertama adalah memberi dan meningkatkan jumlah beasiswa pemerintah melalui lembaga mandiri. Lembaga kepanjangan pemerintah ini bertugas menyeleksi kelayakan calon penerima beasiswa secara jujur dan transparan. Alternatif kedua melibatkan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Selama ini beberapa korporasi melalui lembaga filantropis (seperti Tanoto Foundation, Djarum dan Sampoerna Foundation) sudah cukup banyak berperan dalam ikut mencerdaskan bangsa dengan memberikan beasiswa di perguruan tinggi.

Anita Lie, Opini Kompas 2 maret 2009

ORANG DENGAN IQ TERTINGGI DI DUNIA HANYA JADI BURUH

Dalam bukunya ‘The Outliers’ Malcolm Gladwell membeberkan kisah orang-orang sukses dan gagal. Beberapa di antaranya Bill Gates, Bill Joy (Sun Microsystem), dan Steve Jobs (Apple Computer).

Salah satu factor keberhasilan seseorang adalah kesempatan. Banyak dari orang sukses (misalnya Bill Gates, Bill Joy dan Paul Allen) dalam The Outliers berasal dari kelas sosioekonomi menengah dan atas sehingga bisa mengakses pendidikan bermutu.

Sebaliknya, saat kesempatan itu ditiadakan, seseorang dengan IQ 195, Chris Langan (bandingkan: IQ Albert Einstein 150) harus putus kuliah karena ketiadaan biaya dan berakhir sebagai buruh tani dengan berbagai kepahitan. Diantara kedua titik ini, ada kisah Steve Jobs dari keluarga sederhana yang berhasil mengubah hdupnya dan dunia melalui perusahaan Apple Computer. Meski tidak berasal dari keluarga kaya, Steve Jobs hidup di Silicon Valley dan bergaul dengan para insinyur Hewlett Packard. Pesan dari kisah-kisah ini, kesempatan merupakan pintu awal menuju keberhasilan.

Salah satu fungsi pendidikan adalah memberi kesempatan itu untuk mengurangi jumlah orang yang berakhir seperti Chris Langan dan Steve Jobs. Jika The Outliers ditulis dalam versi Indonesia, pasti ada banyak kisah Chris Langan dan Steve Jobs ala Indonesia yang bisa menjadi latar belakang pembuatan kebijakan pendidikan atau keputusan Negara maupun Institusi. Kebjakan yang masih menuai kontroversi adalah UU no 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP). Ketika sektor-sektor yang memenuhi kepentingan publik dan tidak diharapkan memberi keuntungan material, pendidikan menjadi tanggung jawab negara. Pada era ini, ada pergeseran cara pandang dan raktik terhadap sektor-sektor itu.

Anita Lie, Opini Kompas 2 maret 2009

Tuesday, 5 May 2009

Waduh, PTN Masih Ragukan Kredibilitas UN

Keinginan pemerintah supaya Ujian Nasional (UN) di tingkat pendidikan menengah bisa dipertimbangkan dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru belum berjalan mulus. Pasalnya, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melihat pelaksanaan ujian nasional hingga saat ini masih butuh pembenahan yang serius, terutama dari segi kredibilitasnya.

"Pembenahan serius mesti dilakukan oleh pelaksana UN dan peserta tesnya. Sampai UN tahun ini, pelaksanaannya belum akuntabel. Harus ada komitmen dulu untuk bisa membenahi pelaksanaan UN supaya hasilnya tidak diragukan," kata Djoko Santoso, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN), usai jumpa pers soal peringatan Hari Pendidikan Nasional, di Jakarta, Rabu (29/4).

Menurut Djoko, yang juga menjabat Rektor ITB, pelaksanaan UN masih rawan penyimpangan, dan itu terbukti. Karena itu, persoalan mendasar ini harus dibenahi secara serius sebagai jaminan pelaksanaan UN yang dapat dipercaya. "Perguruan tinggi ini memang ikut dalam pengawasan, tetapi peran pelaksana UN dan peserta yang harus membuktikan bahwa UN itu akan berlangsung baik ke depannya," kata Djoko.(ELN)

http://www.kompas.com/lipsus052009/pread/xml/2009/04/29/19074823/

BHP pesanan asing?

Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang disahkan pada 17 Desember 2008, dipandang sebagai kado pahit di akhir tahun bagi sejumlah kalangan, dengan sisi pandang yang berbeda-beda sesuai kepentingannya.
Mahasiswa dimana-mana melakukan demonstrasi menolak BHP karena khawatir BHP akan membuat biaya pendidikan semakin mahal, lembaga pendidikan akan disamakan dengan perusahaan yang kapitalistik, dan membuat orang miskin semakin ‘tidak berhak’ mendapat pendidikan yang layak karena tidak mampu membayar.
Ada yang juga menilai pemerintah berusaha lepas tangan terhadap kewajiban mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi rakyat miskin, karena 1/3 dari biaya operasional pendidikan dilimpahkan ke peserta didik/masyarakat.
Sebaliknya, pemerintah ngotot bahwa UU BHP merupakan wujud tanggungjawab yang besar bagi pemerintah terhadap dunia pendidikan, memberikan keluasan kepada pengelola lembaga pendidikan untuk kreatif, lebih progresif, memberi ruang gerak yang luas, otonom, profesional, dan transparan dengan jaminan mutu terstandar.
Kekhawatiran penolak BHP, memiliki alasan kuat karena di pasal-pasal UU BHP memang memberi peluang besar untuk terjadinya kapitalisasi pendidikan.
Sebaliknya, penegasan pemerintah juga beralasan kuat karena memang merasa memiliki semangat untuk memajukan pendidikan, dimana lembaga pendidikan negeri bukan sekadar sebagai Unit Pengelola Teknis (UPT), harus memiliki standar mutu yang jelas, hingga yayasan agar tidak menjadi ’raja kecil’ dunia pendidikan.
Persoalan mahalnya pendidikan, dalam praktiknya sebenarnya toh sudah berlangsung sejak lama. Banyak lembaga pendidikan negeri yang notabene seluruh biaya rutin seperti gaji guru dan dosen, biaya operasional, biaya proyek pengembangan, semuanya dibiayai pemerintah, ternyata memungut biaya ke siswa/mahasiswa yang cukup besar.
Malah, banyak biaya-biaya program dan proyek atasnama lembaga pendidikan itu yang disimpangkan, karena merasa bukan uang sendiri, tidak ada seseorang yang secara khusus bisa mengklaim berhak atas dana itu, lalu dianggap sebagai ’uangku’ oleh pengelola pendidikan, kemudian dibagi-bagi agar ’aman’.
Sebaliknya, lembaga pendidikan swasta yang notabene seluruh biaya rutin, biaya operasional, sampai biaya pengembangan ditanggung sendiri, toh mampu menerapkan pemungutan biaya dari siswa/mahasiswa/masyarakat yang kompetitif hingga mampu menjadi lembaga pendidikan yang kompetitif dan favorit.
Meski demikian, banyak juga lembaga pendidikan swasta yang menerapkan pola dana pendidikan yang masuk ke yayasan adalah milik yayasan yang selanjutnya menjadi milik pendiri yayasan, karena yayasan include menjadi milik pribadi pendiri, hingga bebas menerapkan menejemen pendidikan yang dikelolanya.
Melalui UU BHP ini, jelas pendidikan di bawah yayasan akan merasa terpukul karena mereka harus mengikuti aturan transparansi pengelolaan keuangan pendidikan sebagaimana ketentuan yang ada.
Di sisi lain, jika UU BHP sudah diterapkan total, maka akan terjadi kompetisi lembaga pendidikan yang cukup baik. Karena semua lembaga sudah berstatus sama yaitu BHP, punya hak yang sama terhadap bantuan pemerintah, transparansi yang luas, dan keterlibatan masyarakat yang kuat.
Tetapi melihat realitas yang berkembang sekarang ini, sebenarnya persoalan UU BHP tidak akan banyak berpengaruh pada dunia pendidikan kita. Kecuali, mental para pengelolanya harus diubah sedemikian rupa dengan pengawasan yang bersih tanpa KKN. Hanya saja, sulit untuk bisa membayangkan mental para pengelola pendidikan sekarang bisa berubah dengan cepat.
Yang paling mengkhawatirkan dari UU BHP ini justru terkait dengan masuknya pemodal asing. Karena di dalamnya sama sekali tidak mengatur ’larangan’ masuknya modal asing di lembaga pendidikan. Apalagi dengan ratifikasi WTO/GATS melalui UU No 7 Tahun 1994 yang memasukkan layanan pendidikan sebagai komoditas perdagangan bebas sesuai dengan hukum pasar bebas.
Pemodal asing, akan sangat mudah masuk ke lembaga pendidikan karena mereka memiliki modal besar, manajemen yang sudah tertata dan terstandar dengan baik, pengawasan program yang ketat, dan imej masyarakat yang kuat di tengah ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah Indonesia.
Segala hal yang berbau asing, termasuk lembaga pendidikan asing, dipandang sangat positif dan baik oleh masyarakat, bergengsi, memiliki level lebih tinggi, lebih bisa dipercaya, dan sebagainya. Kondisi ini menjadi modal dasar yang besar untuk masuknya lembaga pendidikan asing ke Indonesia.
Tidak peduli harus membayar mahal, para pengusaha, orang-orang kaya, pejabat, diyakini akan memasukkan anak-anak mereka ke sekolah asing ini. Karena ada gengsi besar. Sehingga sebenarnya mereka ’membeli gengsi’ saat menyekolahkan anaknya tersebut.
Meskipun kasus ’beli gengsi’ seperti ini, sebenarnya juga sudah berlangsung di sekolah-sekolah negeri favorit, dimana banyak orang tua yang siap membayar jutaan rupiah untuk menyekolahkan anaknya. Ini juga ikut membuat biaya pendidikan menjadi mahal.
Situasi psikologis masyarakat yang mengedepankan ’gengsi’ ini diprediksi akan menjadi peluang besar bagi lembaga pendidikan asing untuk semakin memantapkan langkah masuk ke Indonesia.
Apalagi, asing memiliki kepentingan besar di Indonesia terkait dengan sosial, politik, perdagangan, sampai ideologi. Wajar, jika kemudian ada dugaan bahwa muncul UU BHP ini ada kepentingan asing yang masuk, apalagi didukung realitas ratifikasi WTO/GATS oleh Indonesia. Jangan-jangan, sebagian pasal-pasal di dalam UU BHP merupakan perwujudan dan lanjutan dari pasal-pasal WTO/GATS.
http://imamsubawi.blogdetik.com/2009/01/06/bhp-pesanan-asing/

Friday, 1 May 2009

Ki Hadjar Dewantara

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, EYD: Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – wafat di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun[1]; selanjutnya disingkat sebagai “Soewardi” atau “KHD”) adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Departemen Pendidikan Nasional. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah.

Masa Muda dan Awal Karier

Soewardi berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda). Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tapi tidak sampai tamat karena sakit. Kemudian ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Pada masanya, ia tergolong penulis handal. Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial.

Aktivitas Pergerakan

Selain ulet sebagai seorang wartawan muda, ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Sejak berdirinya Boedi Oetomo (BO) tahun 1908, ia aktif di seksi propaganda untuk menyosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia (terutama Jawa) pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Kongres pertama BO di Yogyakarta juga diorganisasi olehnya.

Soewardi muda juga menjadi anggota organisasi Insulinde, suatu organisasi multietnik yang didominasi kaum Indo yang memperjuangkan pemerintahan sendiri di Hindia Belanda, atas pengaruh Ernest Douwes Dekker (DD). Ketika kemudian DD mendirikan Indische Partij, Soewardi diajaknya pula.

Taman Siswa

Soewardi kembali ke Indonesia pada bulan September 1919. Segera kemudian ia bergabung dalam sekolah binaan saudaranya. Pengalaman mengajar ini kemudian digunakannya untuk mengembangkan konsep mengajar bagi sekolah yang ia dirikan pada tanggal 3 Juli 1922: Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa atau Perguruan Nasional Tamansiswa. Saat ia genap berusia 40 tahun menurut hitungan penanggalan Jawa, ia mengganti namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara. Ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun jiwa.

Semboyan dalam sistem pendidikan yang dipakainya kini sangat dikenal di kalangan pendidikan Indonesia. Secara utuh, semboyan itu dalam bahasa Jawa berbunyi ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. (”di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, dari belakang mendukung”). Semboyan ini masih tetap dipakai dalam dunia pendidikan rakyat Indonesia, terlebih di sekolah-sekolah Perguruan Tamansiswa.

Pengabdian di Masa Indonesia Merdeka

Dalam kabinet pertama Republik Indonesia, KHD diangkat menjadi Menteri Pengajaran Indonesia (posnya disebut sebagai Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan) yang pertama. Pada tahun 1957 ia mendapat gelar doktor kehormatan (doctor honoris causa, Dr.H.C.) dari universitas tertua Indonesia, Universitas Gadjah Mada. Atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan umum, ia dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional (Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959).Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 26 April 1959.