Thursday, 16 December 2010

Ranking FIFA Timnas Indonesia Melesat


Hasil gemilang di Piala AFF berhasil mendongkrak posisi tim nasional Indonesia di ranking FIFA. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan melesat delapan tingkat ke posisi 127. Ini merupakan posisi terbaik tim "Merah Putih" sepanjang tahun 2010.

"Garuda" bermain impresif di Piala AFF dengan lolos sebagai juara grup sekaligus menyapu bersih semua laga. Tim besutan Alfred Riedl itu juga memiliki agresivitas gol yang mengagumkan, yakni mencetak 13 gol dan hanya kebobolan 2 gol. Maka tak heran, perolehan poin timnas melesat menjadi 211 poin.

Bulan lalu, timnas hanya berada di posisi 135 dengan 172 poin. Adapun sepanjang tahun ini, Indonesia rata-rata hanya berada di urutan 135 hingga 138. Ranking terendah timnas terjadi pada September 2010, di mana Firman Utina dan kawan-kawan menempati urutan ke-141. Untuk kelas Asia Tenggara, Indonesia saat ini hanya kalah dari Thailand yang menempati peringkat 121.

Sementara tiga semifinalis Piala AFF lainnya, yakni Malaysia, Vietnam, dan Filipina, posisinya masih berada di bawah Indonesia. Viernam menduduki peringkat 137, Malaysia 144, dan Filipina di posisi 150.

Posisi puncak mutlak menjadi milik juara dunia Spanyol. Begitu juga tempat kedua dan ketiga yang diduduki runner-up Piala Dunia, Belanda, dan semifinalis Piala Dunia, Jerman. (FIFA)

Ranking FIFA Desember 2010:
1. Spanyol
2. Belanda
3. Jerman
4. Brasil
5. Argentina
6. Inggris
7. Uruguay
8. Portugal
9. Mesir
10. Kroasia
127. Indonesia

Sayangi Jantung Anda, Jangan Minum Air Es Setelah Makan


Anda suka minum air dingin setelah makan? Jika iya, sebaiknya kebiasan itu segera dihentikan. Apa pasal? Menurut ilmu kedokteran, minum air dingin setelah makan akan membekukan makanan berminyak yang baru dikonsumsi.

Pembekuan itu disinyalir akan memperlambat pencernaan. Sekali saja “mengendap” bereaksi dengan asam, akan merusak dan diserap usus lebih cepat dari pada makanan padat, dan akan membatasai usus. Segera setelah itu, akan menimbun menjadi lemak dan menjadi penyebab kanker.

Memang, minum es terasa segar. Tapi air itu akan membekukan makanan berminyak yang kita santap, apalagi makanan berlemak. Lemak itu akan terbentuk dalam usus dan akan mengakibatkan kegemukan.

Biasanya, orang yang terlalu gemuk akan mudah terserang berbagai penyakit, terutama penyakit jantung. Karenanya, setelah menyantap makanan minumlah air panas atau hangat yang akan mencairkan segala makanan berlemak sehingga mudah diserap tubuh.

Terapi Air
Tidak selamanya air (putih) membahayakan. Jika Anda tahu kapan waktu terbaik untuk meminum air itu, manfaatnya akan sangat besar. Di Jepang, saat ini sedang popular minum air setelah bangun pagi.

Test ilmiah telah membuktikan keampuhannya. Terapi air ini telah membuktikan sukses oleh kumpulan pengobatan Jepang unguk penyakit lama dan serius, termasuk penyakit modern. Sebut saja misalnya sakit kepala, sakit badan, system jantung, arthritis, detak jantung cepat, epilepsi, kelebihan berat badan, asma bronchitis, penyakit ginjal dan urin, muntah-muntah, asam lambung, diare, diabetes, susah buang air besar, semua penyakit mata, rahim, kanker, datang bulan lancar, serta penyakit telinga, hidung dan kerongkongan.

Jika Anda tertarik, berikut ini metode terapi yang bisa dipraktikan :

* Setelah Anda bangun pagi sebelum menggosok gigi, minum 4×160 gelas air.
* Gosok dan bersihkan mulut tetapi jangan makan ataupun minum apapun selama 45 menit.
* Setelah 45 menit Anda boleh makan dan minum seperti biasa.
* Untuk Anda yang belum dapat minum 4 gelas air pada saat memulai, bisa digantikan dengan minum sedikit air terlebih dahulu dan kemudian ditingkatkan secara berkala hingga 4 gelas perhari.

Efek Samping Obat yang Menguntungkan


Hampir semua obat memiliki efek samping dan selalu dianggap sebagai suatu hal yang buruk. Tapi ternyata ada beberapa efek samping obat yang justru membawa keberuntungan.

Beberapa studi berhasil menunjukkan efek samping positif dari suatu obat yang bisa memberikan manfaat. Misalnya peneliti AS menemukan efek samping terapi hormon estrogen untuk mengatasi menopause bisa membantu mengurangi risiko terkena kanker payudara. Lalu viagra yang awalnya digunakan sebagai obat serangan jantung, justru bisa bermanfaat sebagai obat impotensi.

"Namun kita tidak harus mengonsumsi obat tertentu yang tidak diperlukan dengan harapan bisa mendapatkan efek sampingnya saja," ujar Neal Patel, juru bicara Royal Pharmaceutical Society, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (15/12/2010).

Selain itu ada pula beberapa efek samping positif yang bisa didapatkan dari obat-obatan tertentu, yaitu:

1. Obat tetes mata untuk pertumbuhan rambut
Obat tetes mata yang digunakan untuk pengobatan glaukoma ternyata bisa membantu meningkatkan pertumbuhan rambut dan juga bulu mata. Obat tetes mata ini bekerja untuk mengatasi tekanan bola mata, tapi pada beberapa pasien bisa memicu pertumbuhan rambut di kepala, bulu mata dan alis yang lebih tebal serta lebih gelap.

2. Obat diabetes bisa mencegah kanker
Peneliti dari Oxford University menuturkan obat diabetes tipe 2 yaitu Metformin bisa mengurangi risiko terkena kanker. Penderita diabetes diketahui berisiko terkena beberapa jenis kanker, tapi studi menunjukkan risiko ini bisa dikurangi ketika seseorang mengonsumsi metformin untuk membantu mengontrol kadar gula darahnya.

3. Obat statin bisa meningkatkan kehidupan seks pria
Statin adalah obat penurun kolesterol yang banyak digunakan orang untuk melindunginya dari penyakit jantung. Tapi ternyata obat ini juga bisa membantu kehidupan seksual laki-laki yang tidak mampu merespons viagra. Selain itu Dr Stephen Freeland dari University of Maryland menuturkan statin juga memiliki peran penting dalam memperlambat pertumbuhan kanker prostat.

4. Pil kontrasepsi bisa mengurangi risiko kanker ovarium
Kontrasepsi oral bisa mengurangi risiko kanker ovarium. Perempuan yang mengonsumsi kontrasepsi oral kombinasi (mengandung estrogen dan progesteron) bisa mengurangi risiko kanker ovarium sebesar 20 persen.

5. Aspirin untuk mengatasi depresi
Sebuah studi dalam jurnal Psychotherapy And Psychosomatics menunjukkan aspirin bisa memiliki efek mengurangi depresi di otak. Peneliti Australia menuturkan efek samping ini kemungkinan berasal dari aliran darah yang meningkat dan berkurangnya peradangan.

6. Valium untuk mengontrol nyeri
Diazepam atau dikenal dengan valium pada awalnya diresepkan untuk mengatasi kecemasan. Tapi sifatnya yang bisa membuat rileks meluas hingga ke otot, sehingga efek samping dari diazepam yang meluas ini diakui dan diresepkan untuk mengontrol rasa nyeri dan kejang otot.

7. Terapi penggantian hormon bisa meningkatkan otak
Ilmuwan dari Durham University menemukan perempuan menopause yang menggunakan terapi penggantian hormon (hormon replacement theraphy/HRT) bisa lebih baik dalam melakukan tugas yang melibatkan koordinasi motorik halus.
http://www.detikhealth.com

Wednesday, 15 December 2010

Masjid Ijabah, Saksi Cinta Sang Nabi


Masjid Ijabah tampak bersahaja. Terlebih bila dibandingkan Masjid Nabawi yang besar dan megah, masjid ini terlihat kecil. Tapi inilah masjid yang menjadi saksi begitu besarnya cinta Nabi Muhammad kepada umatnya.

Di sinilah, Nabi Muhammad memanjatkan tiga doa untuk keselamatan umat Islam.

Imam Muslim meriwayatkan, suatu hari Rasulullah datang dari gunung dan ketika melewati Masjid Bani Mu'awiyah beliau masuk dan salat dua rakaat dan kemudian berdoa sangat lama.

Usai berdoa, Rasulullah berkata, saya telah memohon kepada Tuhan tiga hal. Ia mengabulkan yang dua dan menolak yang satu. Pertama, aku mohon kepada Tuhan agar tidak membinasakan umatku dengan kekeringan dan kelaparan, Ia mengabulkannya.

Kedua, aku mohon agar tidak membinasakan umatku dengan menenggelamkannya, Ia pun mengabulkan. Ketiga, aku mohon agar tidak ada fitnah dan perbedaan di antara mereka, tetapi Ia tidak mengabulkannya.

Masjid Ijabah terletak di Jalan Malik Faisal, atau di sebelah utara pemakaman Baqi. Awalnya masjid ini bernama Masjid Mu'awiyah. Namun karena Rasulullah pernah berdoa di dalamnya, namanya diganti menjadi Masjid Ijabah.

Kami, wartawan Media Center Haji (MCH) tiba di Masjid Ijabah, habis zuhur. Saat itu, tidak banyak jamaah yang datang. Karena saya perempuan, saya pun masuk ke ruang salat untuk perempuan.

Di dalam masjid, tampak dua shaf perempuan yang semuanya mengenakan abaya hitam-hitam. Seperti umumnya warga Arab Saudi, dengan memakai abaya lengkap dengan kerudung warna hitamnya, jamaah wanita langsung salat.

Penampilan saya tentu terlihat berbeda dibanding jamaah wanita lainnya. Saya mengenakan seragam petugas haji Indonesia, celana panjang biru tua dengan kemeja warna biru muda plus rompi dan kerudung putih.

Saya tidak membawa mukena, maka dengan seragam petugas haji itu saya langsung salat tahiyatul masjid dan lalu disambung salat zuhur. Saya tahu sejumlah jamaah memperhatikan saya. Terlebih saya sendirian saja masuk Masjid Ijabah.

Usai saya salat, seorang perempuan mendekati saya. "Assalamu'alaikum," katanya. Setelah salamnya kujawab, ia bertanya "Indonesi?" Yes, jawab saya.

Perempuan itu lalu menyalami saya. Merangkul dan kemudian mengangkat kedua tangannya, memanjatkan doa-doa untuk saya dalam bahasa Arab.

Setelah itu ia mengecup kening saya dan mengucapkan salam. Ia lalu pergi meninggalkan saya yang masih terpana dengan sambutan ramahnya. Mungkin karena sepi pengunjung, maka saya mendapat sambutan demikian ramah di Ijabah.

Masjid Ijabah memiliki luas 1.000 meter persegi. Tentu masjid ini terlihat mungil bila dibandingkan dengan Masjid Nabawi yang luas halamannya saja mencapai 235 meter persegi.

Ada dua kubah di masjid ini. Kubah di depan masjid setinggi 11,70 meter dengan diameter 9,5 meter. Kubah ini tidak dilengkapi dengan bulan sabit. Sementara kubah di sudut sebelah tenggara lebih tinggi yakni 36 meter tingginya termasuk dengan bulan sabitnya.
http://www.detiknews.com

Jogja Tetap dan Akan Selalu Istimewa


Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.
Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Hindia Belanda setelah kekalahan Jepang.
Pada saat itu kekuasaan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat meliputi:
Kabupaten Kota Yogyakarta dengan bupatinya KRT Hardjodiningrat,
Kabupaten Sleman dengan bupatinya KRT Pringgodiningrat,
Kabupaten Bantul dengan bupatinya KRT Joyodiningrat,
Kabupaten Gunungkidul dengan bupatinya KRT Suryodiningrat,
Kabupaten Kulonprogo dengan bupatinya KRT Secodiningrat.
Sedangkan kekuasaan Kadipaten Pakualaman meliputi:
Kabupaten Kota Pakualaman dengan bupatinya KRT Brotodiningrat,
Kabupaten Adikarto dengan bupatinya KRT Suryaningprang.
Dengan memanfaatkan momentum terbentuknya Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Daerah Yogyakarta pada 29 Oktober 1945 dengan ketua Moch Saleh dan wakil ketua S. Joyodiningrat dan Ki Bagus Hadikusumo, maka sehari sesudahnya, semufakat dengan Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta, Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII mengeluarkan dekrit kerajaan bersama (dikenal dengan Amanat 30 Oktober 1945 ) yang isinya menyerahkan kekuasaan Legeslatif pada Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta. Mulai saat itu pula kedua penguasa kerajaan di Jawa bagian selatan mengeluarkan dekrit bersama dan memulai persatuan dua kerajaan.
Semenjak saat itu dekrit kerajaan tidak hanya ditandatangani kedua penguasa monarki melainkan juga oleh ketua Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta sebagai simbol persetujuan rakyat. Perkembangan monarki persatuan mengalami pasang dan surut. Pada 18 Mei 1946, secara resmi nama Daerah Istimewa Yogyakarta mulai digunakan dalam urusan pemerintahan menegaskan persatuan dua daerah kerajaan untuk menjadi sebuah daerah istimewa dari Negara Indonesia. Penggunaan nama tersebut ada di dalam Maklumat No 18 tentang Dewan-Dewan Perwakilan Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (lihat Maklumat Yogyakarta Nomor 18 Tahun 1946 ). Pemerintahan monarki persatuan tetap berlangsung sampai dikeluarkannya UU No 3 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengukuhkan daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman adalah bagian integral Negara Indonesia.
"(1) Daerah yang meliputi daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman ditetapkan menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Daerah Istimewa Yogyakarta adalah setingkat dengan Provinsi."(Pasal 1 UU No 3 Tahun 1950)
Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah provinsi tertua kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian Indonesia. Provinsi ini juga memiliki status istimewa atau otonomi khusus. Status ini merupakan sebuah warisan dari zaman sebelum kemerdekaan. Kesultanan Yogyakarta dan juga Kadipaten Paku Alaman, sebagai cikal bakal atau asal usul DIY, memiliki status sebagai “Kerajaan vasal/Negara bagian/Dependent state” dalam pemerintahan penjajahan mulai dari VOC , Hindia Perancis (Republik Bataav Belanda-Perancis), India Timur/EIC (Kerajaan Inggris), Hindia Belanda (Kerajaan Nederland), dan terakhir Tentara Angkatan Darat XVI Jepang (Kekaisaran Jepang). Oleh Belanda status tersebut disebut sebagai Zelfbestuurende Lanschappen dan oleh Jepang disebut dengan Koti/Kooti. Status ini membawa konsekuensi hukum dan politik berupa kewenangan untuk mengatur dan mengurus wilayah [negaranya] sendiri di bawah pengawasan pemerintah penjajahan tentunya. Status ini pula yang kemudian juga diakui dan diberi payung hukum oleh Bapak Pendiri Bangsa Indonesia Soekarno yang duduk dalam BPUPKI dan PPKI sebagai sebuah daerah bukan lagi sebagai sebuah negara.
Tanggal 18 atau 19 Agustus 1945, Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) dan Sri Paduka Paku Alam VIII (PA VIII) mengirimkan ucapan selamat kepada Soekarno-Hatta atas kemerdekaan Indonesia dan atas terpilihnya mereka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Selain itu juga dikirimkan ucapan terima kasih kepada KRT Rajiman Wediodiningrat (mantan ketua BPUPKI) dan Penguasa Jepang Nampoo-Gun Sikikan Kakka dan Jawa Saiko Sikikan beserta stafnya. Pada 19 Agustus 1945 Yogyakarta Kooti Hookookai mengadakan sidang dan mengambil keputusan yang pada intinya bersyukur pada Tuhan atas lahirnya Negara Indonesia, akan mengikuti tiap-tiap langkah dan perintahnya, dan memohon kepada Tuhan agar Indonesia kokoh dan abadi.
Sidang PPKI Membahas Daerah Istimewa (19-08-1945)
Di Jakarta pada 19 Agustus 1945 terjadi pembicaraan serius dalam sidang PPKI membahas kedudukan Kooti. Sebenarnya kedudukan Kooti sendiri sudah dijamin dalam UUD, namun belum diatur dengan rinci. Dalam sidang itu Pangeran Puruboyo, wakil dari Yogyakarta Kooti, meminta pada pemerintah pusat supaya Kooti dijadikan 100% otonom, dan hubungan dengan Pemerintah Pusat secara rinci akan diatur dengan sebaik-baiknya. Usul tersebut langsung ditolak oleh Soekarno karena bertentangan dengan bentuk negara kesatuan yang sudah disahkan sehari sebelumnya. Puruboyo menerangkan bahwa banyak kekuasaan sudah diserahkan Jepang kepada Kooti, sehingga jika diambil kembali dapat menimbulkan keguncangan.
Ketua Panitia Kecil PPKI untuk Perancang Susunan Daerah dan Kementerian Negara , Oto Iskandardinata, dalam sidang itu menanggapi bahwa soal Kooti memang sangat sulit dipecahkan sehingga Panitia Kecil PPKI tersebut tidak membahasnya lebih lanjut dan menyerahkannya kepada beleid Presiden. Akhirnya dengan dukungan Mohammad Hatta, Suroso, Suryohamijoyo, dan Soepomo, kedudukan Kooti ditetapkan status quo sampai dengan terbentuknya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah. Pada hari itu juga Soekarno mengeluarkan piagam penetapan kedudukan bagi kedua penguasa tahta Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alaman.Piagam tersebut baru diserahkan pada 6 September 1945 setelah sikap resmi dari para penguasa monarki dikeluarkan.
Dekrit Resmi Kerajaan Untuk Berintegrasi kepada RI (Sept 1945)
Pada tanggal 1 September 1945, Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Yogyakarta dibentuk dengan merombak keanggotaan Yogyakarta Kooti Hookookai. Pada hari yang sama juga dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Usai terbentuknya KNID dan BKR, Sultan HB IX mengadakan pembicaraan dengan Sri Paduka PA VIII dan Ki Hajar Dewantoro serta tokoh lainnya. Setelah mengetahui sikap rakyat Yogyakarta terhadap Proklamasi, barulah Sultan HB IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Sri Paduka PA VIII pada hari yang sama.

Agar Mata Tak Cepat Lelah Saat di Depan Komputer


Di era globalisasi, kebanyakan orang tak bisa jauh dari komputer dan berbagai gadget lainnya. Orang bahkan bisa menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di depan komputer. Tapi hal ini bisa membuat mata cepat lelah atau bahkan mengalami gangguan penglihatan. Bagaimana mengatasinya?

"Selain sinar matahari, sering bekerja di depan komputer juga bisa membuat mata mengalami penurunan daya penglihatan, apalagi orang sekarang kayaknya nggak bisa lepas dari komputer," jelas Dr Rini Mahendrastari Singgih, SpM, Paed.Opthal dari Mahendra Indonesia Eye Clinic, Rabu (15/12/2010).

Menurut Dr Rini, komputerisasi dan gadget dapat menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu keluhan mata dan penglihatan akibat bekerja menggunakan komputer terlalu lama.

Computer Vision Syndrome biasanya terjadi karena sistem pencahayaan yang salah, kurang berkedip dan juga posisi duduk yang tidak benar.

Gejala CVS bisa meliputi sebagai berikut:

1. Mata merah, pedih dan berair
2. Mata kering
3. Mata terasa lelah
4. Kelopak mata atau dahi terasa berat
5. Sakit kepala atau migrain (sakit kepala sebelah)
6. Rasa sakit pada bahu


Selain mengalami CVS, sering bekerja di depan komputer juga bisa menyebabkan miopia (rabun jauh), tekanan bola mata tinggi (glaukoma) dan tarikan pada otot luar bola mata.

Dr Rini memberikan beberapa cara yang dapat dilakukan agar mata tidak cepat lelah saat bekerja di depan komputer, antara lain:

1. Beristirahatlah 10 hingga 15 menit
2. Lihat objek yang jauh kurang lebih selama 10 detik
3. Stretching atau melakukan latihan mata
4. Atur pencahayaan dari komputer
5. Istirahatkan mata selama 1 jam
6. Atur posisi duduk (90 derajat), posisi keyboard (100 derajat) dari siku
7. Jarak layar komputer sekitar 50-75 cm dari mata

Sunday, 12 December 2010

Liverpool Football Academy for Youngsters in Indonesia


Indonesia could be in line for Southeast Asia’s first permanent football academy to develop youngsters’ talent under plans being considered by English Premier League Club Liverpool.
The club is eager to boost its presence in Asia through its youth wing, the Liverpool International Football Academy.
Should the plan take off, Indonesia will be the first country in Asia that the Liverpool Academy will call home, with the prospect of Indonesian students getting a direct line to try out to play in the Premier League.
The Anfield club has already sent its youth coaches twice this year to Jakarta.
After celebrated former Reds striker Ian Rush presided over one clinic in May, the club last Saturday launched eight days of activities to promote football education.
Two coaches are conducting football clinics with almost 200 children and making outreach visits to schools.
The British Chamber of Commerce in Jakarta has been responsible for setting up the links to the club, and executive director Chris Wren said now the academy’s frequent visits were hoped to open the door to bolder plans.
“There is a plan to establish a Liverpool Academy in Jakarta next year. Assuming this [visit] is successful and things go as planned, it could be under way as early as May,” said Wren, a Liverpool native who has worked closely with club officials.
BritCham began holding football activities several years ago as part of the corporate social responsibility programs of British companies in Indonesia.
A key initiative of the program, Giving Kids a Sporting Chance, was a youth league in Jonggol, West Java, in which 3,000 children now play.
In his visit in May, Rush was apparently so impressed that the second series of clinics was set up.
Liverpool Academy coaches Adam Flynn and Ben Parsonage are running the clinics at Jakarta’s Bung Karno sports complex.
Rush is due to fly in to assist in other initiatives later this week.
This visit is also being used as a detailed feasibility study for the permanent academy, Wren said.
“The dream is that what started as a community idea three years ago could end up in a Premier League star for Indonesia, someone who could represent the best of the country,” he said.
“What excited Ian Rush in May is that a third of Indonesia is under 18, and that there’s so much interest in football. There is too much emphasis on Jakarta, but some of the best talent can be found in the provinces, maybe in kids who now only have a can to kick around rather than a football.”
Wren hoped any academy — likely to be in Jakarta — would be Indonesian in style.
“I’d like to see an ordinary school with the national curriculum and focusing on football first then other sports,” he said. “It would have boarding facilities and be open to all religions.”
Liverpool officials were keen on holding a nationwide talent search, with exceptional players being granted scholarships.
Academy coaches would come from England and be accredited by the English Football Association.
Wren warned that the plans rested on corporate investors willing to fund the school. “We would need to find partners to invest, the kind prepared not to see any profit for the first few years,” he said.
“Football is a very expensive business, but I believe there would be no end of interest. The challenge will be finding partners who feel the passion of what it’s all about. If that challenge can be met, the rest of it will fall into place.”
http://goodnewsfromindonesia.org/2010/12/08/liverpool-football-academy-for-youngsters-in-indonesia/

Indonesia’s Life Expectancy Rose 17 Years Longer


A child born in Indonesia today can expect to live on average 17 years longer than his or her parents born 30 years ago.
That was a key message from the latest human development report released by the United Nations Development Program on Friday.
Indonesia’s life expectancy rose by 17 years, from 54 to 71, between 1980 and 2010. That was dramatically better than the average for East Asia and Pacific countries, which saw a 14-year rise from 59 to 73 over the 40 years from 1970 to today.
Indonesia’s expected years of schooling have also improved by four years, from eight to 12, between 1980 and today, and per capita income has increased by 180 percent.
Across the region, the average literacy rate grew from 53 to 94 percent and school enrollment increased by seven percent.
The report measures the development level of 135 countries under the categories of health, education and income.
It shows South Asia as home to half of the world’s poor population, or 844 million people, and reports that one-fifth of Indonesians suffer serious deprivation in more than one of the categories.
However, this year’s report focuses on the continuing improvements in Indonesia, which it ranked fourth among 10 countries in which Human Development Index scores have been improving.
Indonesia is the sixth-best improving country for income-related issues and 10th for non-income issues.
“Indonesia went up in HDI [country] ranking from 111 to 108, and overall we see a positive progress,” UNDP country director Beate Trankmann said. “The positive trends we have seen in Indonesia over the last few years have continued to this year.”
However, Indonesia’s actual HDI score is still a mediocre 0.600, the report notes. Norway tops the list with an HDI value of 0.938 while Zimbabwe ranked the lowest at 0.140. Indonesia is below Malaysia (57th), Thailand (92th) and the Philippines (97th) in Southeast Asia.
World average HDI has increased 18 percent since 1990, reflecting improvements across the development spectrum.
Trankmann warned Indonesia’s figures could mask troubling geographical differences, though.
“Indonesia is a bit of mix. You see good progression on the income side, GDP is growing more than the regional average and there are sound economic policies,” she said. “Indonesia has done comparatively better than other countries in the region.”
“But that’s not the only factor. Continuous investment in education will be required to address some of the challenges that you have in the most deprived provinces.”
Armida Alisjahbana, state minister for the National Planning and Development Board, said the government is targeting several aspects for development; macroeconomic stability, food and energy security.
http://goodnewsfromindonesia.org/2010/12/12/the-rising-of-indonesias-life-expectancy/

Saturday, 11 December 2010

Indonesia, Today And Tomorrow


Every time the Independence day is approaching, I remember what my dad said to me when I was still a little kid. He said “This nation was built through many million lives, sea of blood and tears. Do whatever you can to preserve the freedom, and the spirit of your people to prosper”. My father never fails to remind me that my grand father fought the Dutch in his entire life, my great grand father too, my great great grand father was said to have joined the Diponegoro soldiers expelling the Dutch army from Yogyakarta. The spirit of struggle is flowing in my veins.

Indonesia arguably has done a lot after it gained its independence. Indonesia was the first to get Independence after the World War II, and inspired many nations across Asia and Africa to struggle over their independence, and contributed significantly in reshaping the world trough decolonization.

The world recognized Indonesia as the initiator and founder of ASEAN, Non-Alligned Nations, South-South Movement, Asia-Africa conference. Indonesia has proven to be the champ in keeping peace in Cambodia, Congo, Bosnia, Somalia, Lebanon, and many more. People in Cambodia recognized Indonesian Peacekeeping Force as the bravest among other contingents, as it was the only one who was after the Khmer Rouge and pushed them back to the jungle.

Indonesia’s economic boom started in early 70’s, growing 7% annually to make it the Asian Tiger along with South Korea, Singapore, Thailand, Taiwan, until the crisis in ‘98 crushed the ship to the ocean’s rock bottom. The crisis that brought all but happiness to the table. All that has been built, economy, diplomacy, stability, and national dignity were gone evaporating. However, it made us stronger than ever, Indonesia learned a lot from it.

Now, Indonesia is picking up, and this time… for good. Indonesia’s economy is respected as one of the most convincing with stable growth. Its role in international issues is also getting acknowledgments. Indonesian companies book triple profits, and start to venture out buying out stakes. Carefour and Giants now are in Indonesia’s hands; Ciputra and Lippo are among the big players in Cambodia, Vietnam, India, Hongkong, and Singapore; Bank Mandiri will soon open up branches worldwide; our airlines have reached out more overseas destination. In addition to that, our students never fail to bring home golds from various scientific olympics. Indonesia collected more gold medals from this kind of olympics than any other country on earth.

My ex boss, a British national, said to me few weeks ago that he never had this confidence towards Indonesia’s future, and that the year of 2020 is where Indonesia is really booming as one of the world’s power.

When I called my dad this morning, about what he meant by ‘preserving the spirit of our people to prosper’, he said softly that Indonesians must be optimistic and confident about their future. This country will never again fall into the dark hole of multi-dimension crisis, never again. No matter what, everyone of us has the same responsibility to keep this big and great nation to move forward and grow faster, only by which, our goals will be met.

And it takes two to dance: YOU, AND ME!

The Tempe Master in Japan


AN INDONESIAN resident in a mountainous area in Kyoto, Japan, has put his heart and soul into making tempeh, Indonesian fermented soybean cake, with the goal of distributing it in Japan and ultimately worldwide.
Rustono lives with his Japanese wife, Tsuruko Kuzumoto, and two daughters in a house adjacent to their workshop, about 30 minutes by car from JR Katata Station. The couple, both 40, say their daughters, aged 8 and 10, also help them pack tempeh, giving them a great deal of family time.

Packages of soybeans mixed with mould known as Rhizopus oligosporus are lined up on shelves in a fermentation room where the temperature is kept at 32 degrees Celcius with moderate moisture. “The mould in tempeh breathes and grows, so Indonesians who make it take care of it like their children,” Rustono said.

Tempeh, which originates on the island of Java, is a staple that is sold fresh at morning markets in Indonesia.

According to Rustono, a recipe in which strips of thinly sliced tempeh are stewed with such ingredients as red onions and garlic, and seasonings such as Indonesian ketchup before being deep-fried is very popular in the country.

Kuzumoto added, “Tempeh also can be eaten simmered in miso soup, but I often deep-fry it with (the flour and spices for fried chicken) because tempeh cooks well in oil.”

She first met Rustono during a trip to Indonesia in 1995 at a hotel where he worked in Yogyakarta. Rustono came to Japan in October 1997, and the couple married and started living in Uji, Kyoto Prefecture.

“I was dreaming of getting into the food business in Japan,” Rustono said, adding that he was also interested in traditional Japanese culture. Rustono began working at a confectionery in Uji where he had carefully observed inspection procedures and quality control techniques, and he later worked at a food factory chopping vegetables for another two years. It was around that time Rustono got the idea to make tempeh.
“I wanted to introduce an Indonesian ingredient to Japanese. I finally came up with tempeh, which is a delicious and healthy Indonesian food that has been popular in the US,” he said. As tempeh does not have a distinctive flavour, Rustono hoped Japanese would eat it fresh with soy sauce and other seasonings.

Based on a recipe his mother got from a neighbour, Rustono and his wife made 40 packages of tempeh daily. However, over a four-month stretch, they ran into difficulties that they suspected might have been due to the weather conditions in Japan. “The tempeh moulds didn’t promote fermentation in the soybeans, and the beans turned brownish,” Kuzumoto said.

Rustono added he knew little about making tempeh at the time and was unaware of the ideal temperature for fermentation or water quality issues. One day, after using spring water taken from a shrine in Fushimi Ward, Kyoto, he found that his soybeans had fermented and become covered with a white mat of mycelia. “The tempeh looked right, but I wasn’t sure whether it was good enough for the market,” Rustono said. So he made a trip to Indonesia and vastly increased his knowledge by visiting about 60 tempeh producers. In 2000, the couple moved to Otsu from Uji to look for clear water and established the Rusto’s Tempeh brand.
To make tempeh, whole soybeans are soaked in water for a few hours and then boiled. The boiled soybeans are then resoaked, cut in half and hulled before washing. The beans are then mixed with mould until the white mycelium binds the soybeans into a compact cake.

Rustono follows a similar cooking process as that practiced widely across Indonesia. The soybeans are cooked, the skins are removed and then rice yeast is added for fermentation, which takes several days.
The tempeh sometimes travels to clients hundreds of kilometers away via a cargo company which uses a chilled storage facility.

“We freeze our tempeh so that it lasts longer and stays fresh during shipment,” he said.

The fermented tempeh is then frozen before shipment. “We’ll know the quality of the tempeh when we open the door (of the fermentation room),” Rustono said. “If it’s good, it will have a sweet, nutty aroma. If it’s bad, it will smell strongly of ammonia.”

Many Indonesian customers have said the couple’s tempeh reminds them of home, while its mild taste is favoured among the Japanese. Hoping to develop a global clientele from a Japan base, Rustono said, “As Japan has strict food hygiene and quality control requirements, hopefully people in the US or Europe will have confidence in the quality of our tempeh.”
Assisted by his wife and two children, who are seven and 10 years old, Rustono produces about 3,500 pieces of tempeh every five days. “The profits have allowed us to buy a 2,000 square-meter plot of land. I dream of building a bigger factory that can produce 10,000 pieces of tempeh (every five days) so I can supply tempeh to big supermarkets.

“That is my dream, to become a ‘tempeh king’ and dominate the tempeh market in Japan,” he said.

In Indonesia, where tempeh is widely available and inexpensive, people may think nothing of this food. But Rustono’s expertise has seen him invited to universities in Japan to speak as a guest lecturer.
“I am proud that I can promote Indonesia even though just via tempeh,” Rustono said.

Rusto’s Tempeh, has become widely popular with his customers, 60 percent of whom are Japanese.

Mengasah Kecerdasan Matematis Logis Anak Sejak Usia Dini


Sesungguhnya setiap anak dilahirkan cerdas dengan membawa potensi dan keunikan masing-masing yang memungkinkan mereka untuk menjadi cerdas. Howard Gardner dalam bukunya Multiple Intelligences, menyatakan terdapat delapan kecerdasan pada manusia yaitu: kecerdasan linguistik/verbal/bahasa, kecerdasan matematis logis, kecerdasan visual/ruang/spasial, kecerdasan musikal/ritmis, kecerdasan kinestetik jasmani, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan naturalis. Tugas orangtua dan pendidik lah mempertahankan sifat-sifat yang menjadi dasar kecerdasan anak agar bertahan sampai tumbuh dewasa, dengan memberikan faktor lingkungan dan stimulasi yang baik untuk merangsang dan mengoptimalkan fungsi otak dan kecerdasan anak.

Pada dasarnya setiap anak dianugerahi kecerdasan matematika logis. Gardner mendefinisikan kecerdasan matematis logis sebagai kemampuan penalaran ilmiah, perhitungan secara matematis, berpikir logis, penalaran induktif/deduktif, dan ketajaman pola-pola abstrak serta hubungan-hubungan. Dapat diartikan juga sebagai kemampuan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kebutuhan matematika sebagai solusinya. Anak dengan kemampuan ini akan senang dengan rumus dan pola-pola abstrak. Tidak hanya pada bilangan matematika, tetapi juga meningkat pada kegiatan yang bersifat analitis dan konseptual. Menurut Gardner ada kaitan antara kecerdasan matematik dan kecerdasan linguistik. Pada kemampuan matematika, anak menganalisa atau menjabarkan alasan logis, serta kemampuan mengkonstruksi solusi dari persoalan yang timbul. Kecerdasan linguistik diperlukan untuk merunutkan dan menjabarkannya dalam bentuk bahasa.

Masih menurut Gardner, ciri anak cerdas matematik logis pada usia balita, anak gemar bereksplorasi untuk memenuhi rasa ingin tahunya seperti menjelajah setiap sudut, mengamati benda-benda yang unik baginya, hobi mengutak-atik benda serta melakukan uji coba. Seperti bagaimana jika kakiku masuk kedalam ember penuh berisi air atau penasaran menyusun puzzle. Mereka juga sering bertanya tentang berbagai fenomena dan menuntut penjelasan logis dari tiap pertanyaan yang diajukan. Selain itu anak juga suka mengklasifikasikan berbagai benda berdasarkan warna, ukuran, jenis dan lain-lain serta gemar berhitung.
Bagaimana kita merangsang kecerdasan matematis logis anak sejak usia dini? Bagimana kita menanamkan konsep matematis logis sejak dini? Kita bisa mengenalkan pertama kali pemahaman konsep matematika sejak usia dini dari lingkungan sekitar kita dan pengalaman sehari-hari anak serta memberikan stimulasi yang mendukung. Tentu saja hal ini dilakukan tanpa paksaan dan tekanan, dan melalui permainan-permainan. Dalam pendidikan anak, peran orangtua tak tergantikan dan rumah merupakan basis utama pendidikan anak. Banyak permainan eksplorasi yang bisa mengasah kemampuan logika matematika anak, namun tentu hal ini harus disesuaikan dengan usia anak. Saat anak balita bermain pasir, anak sesungguhnya sedang menghidupkan otot tangannya yang melatih motorik halusnya sehingga kelak anak mampu memegang pensil, menggambar dan lain-lain. Dengan bermain pasir anak sesungguhnya belajar estimasi dengan menuang atau menakar yang kelak semua itu ada dalam matematika.

Ketika kita mengenalkan angka pada anak jangan hanya sebagai simbol, misalnya kita mempunyai dua jeruk, sediakan dua buah jeruk. Sehingga anak paham tentang konsep angka dan bilangan. Lagu juga bisa menjadi media untuk memperkenalkan berbagai tema tentang angka. Seperti lagu balonku ada lima. Atau kita bisa berkreasi menciptakan lagu sederhana sendiri sambil memperagakan jari kita sebagai alat untuk menghitung, sehingga secara perlahan anak mudah menangkap konsep abstrak dalam bilangan.

Setelah anak mengenal bilangan 1 sampai 10, maka bisa dikenalkan bilangan nol. Memberikan pemahaman konsep bilangan nol pada anak usia dini tidaklah mudah. Permainan ini dapat dilakukan dengan menghitung magnet yang ditempelkan di kulkas. Cobalah mengambil satu persatu dan mintalah anak menghitung yang tersisa. Lakukan berulangkali sehingga magnet di kulkas tidak ada lagi yang melekat. Saat itu dapat diunjukkan bahwa yang dilihat pada kulkas adalah 0 (nol) magnet.

Saat berada di dapur, kita bisa mengenalkan konsep klasifikasi dan pengelompokan yang berkaitan dengan konsep logika matematika, misalnya dengan cara anak diminta mengelompokkan sayuran berdasarkan warna. Mengasah kemampuan berhitung dalam pengoperasian bilangan sederhana, misalnya ketika tiga buah apel dimakan satu buah maka sisanya berapa. Bisa juga membuat bentuk-bentuk geometri melalui potongan sayuran. Sesekali lakukan juga kegiatan membuat kue bersama, selain dapat menambah keakraban dan kehangatan keluarga, anak-anak juga dapat belajar matematika melalui kegiatan menimbang, menakar, menghitung waktu. Memasak sambil melihat resep juga melatih keterampilan membaca dan belajar kosakata. Jangan risaukan keadaan dapur yang akan menjadi kotor dan berantakan dengan tepung dan barang-barang yang bertebaran, karena seperti slogan sebuah iklan bahwa berani kotor itu baik. Anak senang dan tanpa sadar mereka telah belajar banyak hal. Saat dimeja makan pun kita mengajarkan pembagian dengan bertanya pada anak, misalnya supaya kita sekelurga kebagian semua, puding ini kita potong jadi berapa ya? Lalu bila puding sudah dipotong-potong, angkat satu bagian dan tanyakan seberapa bagiankah itu? Hal ini terkait dengan konsep pecahan.

Kita dapat juga memberikan konsep matematika seperti pemahaman kuantitas, seperti berapa jumlah ikan hias di akuarium. Ketika bersantai di depan rumah, anak diajak menghitung berapa banyak motor yang lewat dalam 10 menit. Kenalkan juga konsep perbandingan seperti lebih besar, lebih kecil dan sebagainya, misalnya dengan menanyakan pada anak roti bolu dengan roti donat mana yang ukurannya lebih besar. Saat kita mengenalkan dan menanyakan pada anak bahwa mobil bergerak lebih cepat daripada motor, pohon kelapa lebih tinggi dari pohon jambu, atau tas kakak lebih berat daripada tas adik, sebenarnya hal ini sudah termasuk mengajarkan anak pada konsep kecepatan, panjang dan berat, sehingga fungsi kecerdasan matematikanya menjadi aktif.

Untuk kegiatan di luar rumah, ketika kita mengajak anak berbelanja, libatkan ia dalam transaksi sehingga semakin melatih keterampilan pengoperasian seperti penjumlahan dan pengurangan. Bisa juga dengan permainan toko-tokoan atau pasar-pasaran dengan teman-temannya. Kita juga dapat memberikan anak mainan-mainan yang edukatif seperti balok-balok, tiruan bentuk-bentuk geometri dengan dihubungkan dengan benda-benda disekitar mereka Ada bentuk-bentuk geometri seperti segitiga, segiempat, lingkaran, persegi panjang dan lain-lain. Pengenalan bentuk geometri yang baik, akan membuat anak lebih memahami lingkungannya dengan baik. Saat melihat roda mobil misalnya anak akan tahu kalau bentuknya lingkaran, meja bentuknya segiempat, atap rumah segitiga dan sebagainya. Kita juga bisa memberikan game-game dalam komputer yang edukatif yang mampu merangsang kecerdasan anak.

Permainan-permainan tradisional pun dapat merangsang dan meningkatkan kecerdasan matematis logis anak seperti permainan congklak atau dakon sebagai sarana belajar berhitung dan juga bermanfaat melatih kemampuan manipulasi motorik halus terutama melatih kekuatan jari tangan yang di kemudian hari bermanfaat untuk persiapan menulis. Selama bermain anak dituntut untuk fokus mengikuti alur permainanyang pada gilirannya akan melatih konsentrasi dan ketekunan anak yang dibutuhkan saat anak mengikuti pelajaran disekolah.
Lebih cerdas dengan bermain

Mengapa stimulasi untuk kecerdasan anak banyak melalui permainan-permainan dan kegiatan bermain yang menyenangkan? Karena dengan bermain akan membuat anak dapat mengekspresikan gagasan dan perasaan serta membuat anak menjadi lebih kreatif. Dengan bermain juga akan melatih kognisi atau kemampuan belajar anak berdasarkan apa yang dialami dan diamati dari sekelilingnya. Saat memainkan permainan yang menantang, anak memiliki kesempatan dalam memecahkan masalah (problem solving). Misalnya menyusun lego atau bermain pasel. Anak dihadapkan pada masalah, tetapi bukan masalah sebenarnya, melainkan sebuah permainan yang harus dikerjakan anak. Masalah yang mengasyikkan yang membuat anak tanpa sadar dilatih untuk memecahkan sebuah masalah. Hal ini akan memperkuat kemampuan anak keluar dari masalah. Misalnya ketika sedang menalikan sepatu, anak akan berusaha menggunakan seluruh kemampuannya untuk menyelesaikan hingga tuntas. Dan ini juga akan melatih ketika anak kelak di sekolah mendapat pelajaran-pelajaran matematika yang berdasarkan pemecahan masalah (problem solving).

Bagi usia prasekolah, ketika orangtua sudah mulai merangsang kecerdasan logis matematis dirumah, maka akan lebih mudah bagi anak menerima konsep matematika ketika mulai masuk sekolah. Bagi anak yang telah masuk sekolah, orangtua juga harus terus mendukung dengan memberikan berbagai macam eksplorasi ataupun permainan-permainan yang semakin mengasah kecerdasan matematik logis anak dengan cara yang kreatif dan menyenangkan untuk terus menarik keingintahuan anak. Dengan demikian anak akan menyukai pelajaran matematika karena matematika ternyata ada disekitar mereka dan mereka mengetahui tujuan belajar matematika. Tentu hal ini harus didukung dengan pola pengajaran matematika di sekolah yang menyenangkan, kreatif, kontekstual, realistik, menekankan pada proses dan pemahaman siswa dan problem solving (pemecahan masalah), kreatif dalam mengenalkan dan mengajarkan konsep matematika serta dengan berbagai macam permainan dan alat peraga yang menarik sehingga matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu. Dalam buku yang berjudul ”Menjadi Guru Yang Mampu dan Bisa Mengajar” disebutkan Learning is Most Effective When It’s Fun.

Berapa Kali Mata Berkedip dalam 1 Menit?


Biasanya mata akan terasa pedih jika dipaksakan tidak berkedip selama beberapa saat. Tapi ketika melihat objek yang menakjubkan, mata seperti lupa berkedip. Berapa kali mata berkedip dalam 1 menit?

Fungsi kedipan adalah untuk meratakan air mata ke seluruh permukaan bola mata terutama kornea. Tujuannya untuk membasahi, karena bagian tersebut mudah mengalami iritasi apabila dibiarkan kering.

Fungsi lain dari kedipan adalah sebagai refleks untuk mencegah benda asing yang akan masuk ke mata. Fungsi ini didukung oleh bulu (rambut) mata, sebagai penghalang debu yang akan menutup mengikuti gerakan kelopak mata saat berkedip.

Tidak diketahui secara pasti seberapa cepat mata berkedip, namun diyakini tidak lebih dari 400 milidetik. Begitu cepatnya mata berkedip, sehingga ungkapan 'hanya sekejap mata' sangat populer untuk menggambarkan cepatnya waktu berlalu.

Kedipan mata terlalu cepat untuk disadari oleh otak manusia. Meski mata mengalami kondisi gelap selama sepersekian detik, otak akan mengabaikannya sehingga tidak akan mengganggu penglihatan secara umum.

Seberapa sering mata berkedip?

Sebenarnya tidak diketahui pasti, karena ada begitu banyak faktor yang mempengaruhi. Makin muda usia seseorang, frekuensi berkedip umumnya lebih kecil.

Tapi menurut Dr Stephen Juan yang dikutip dari The Register, Jumat (30/4/2010), frekuensi berkedip adalah:

1. Pada orang dewasa bervariasi antara 10-15 kali per menit.
2. Hingga usia 14 tahun, frekuensi kedipan hanya sekitar 10 kali per menit.
3. Bayi yang baru lahir jauh lebih sedikit yakni kurang dari 2 kali/menit.


Ada berbagai pendapat yang menjelaskan hal ini, tapi pada umumnya dikaitkan dengan produktivitas kelenjar air mata. Semakin tua usia seseorang, produksi air mata makin sedikit sehingga mata lebih cepat kering.

Sementara pada bayi, kelembaban permukaan bola mata relatif lebih terjaga karena bayi lebih banyak melewatkan waktu dengan mata tertutup alias tidur. Selain itu ketika terbuka, mata bayi tidak selebar mata orang dewasa sehingga lebih aman dari iritasi.

Konsentrasi pikiran saat melakukan aktivitas tertentu juga berpengaruh pada frekuensi kedipan. Bermain game, bekerja di depan monitor, serta membaca buku termasuk aktivitas yang butuh konsentrasi tinggi dan menyebabkan mata jarang berkedip.

Fakta lain yang perlu diketahui adalah, kedipan mata kanan dan kiri selalu terjadi bersamaan meski beberapa binatang seperti hamster dan kura-kura bisa melakukannya bergantian.

Pada manusia, kedipan dengan sebelah mata saja akan memberi kesan menggoda yang sering disebut 'kedipan maut'.

Thursday, 9 December 2010

Barang Sehari-hari yang Bisa Memicu Penyakit Serius


Mungkin banyak orang yang tidak menyangka bahwa barang-barang sehari-hari yang biasa Anda gunakan dapat menjadi bom waktu pemicu penyakit serius seperti jantung, stroke dan alergi karena mengandung jutaan bakteri.

Asal tahu saja, barang-barang rumah tangga yang jarang dibersihkan bisa menjadi sarang yang nyaman bagi jutaan bakteri.

Dilansir Dailymail, Kamis (9/12/2010), berikut beberapa barang sehari-hari yang sering menjadi sarang bakteri berbahaya:

1. Sikat gigi
Penelitian menunjukkan bahwa berbagai masalah kesehatan yang serius, termasuk penyakit jantung, stroke, arthritis dan infeksi kronis dapat dikaitkan dengan kehigienisan sikat gigi.

Sebuah studi oleh Manchester University menemukan bahwa sikat gigi rata-rata berisi 10 juta kuman, termasuk persentase yang tinggi dari bakteri yang berpotensi fatal seperti staphylococci, streptococcus, E. coli dan candida.

Anda tidak dapat melihat perkembangan kuman, tetapi bulu sikat yang mulai rusak bisa menjadi pelabuhan bagi bakteri. Ganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali.

2. Handuk mandi
Handuk mandi perlu dicuci seminggu sekali di suhu 90 derajat celsius atau lebih untuk menghilangkan staphylococcus aureus, bakteri yang dapat berpindah dari kulit ke handuk. Biasanya jinak, tapi dapat menyebabkan infeksi jika kontak dengan luka dan juga bisa hidup pada permukaan kering.

Handuk mandi bisa digunakan tanpa batas waktu jika selalu dicuci seminggu sekali pada suhu tinggi tanpa kerusakan.

3. Bantal dan selimut
Bantal dan selimut yang jarang dibersihkan atau dicuci bisa menjadi sarang tungau debu yang dapat memperburuk eksim, asma, terutama karena wajah menyentuh bantal. Tungau debu juga membuat orang lebih rentan terhadap rhinitis (hidung tersumbat) dan sinusitis.

Dalam sebuah penelitian oleh University of Worcester, 10 selimut khas dianalisis dan ilmuwan menemukan bahwa selimut tersebut berisi hingga 20.000 tungau debu bersama dengan bakteri dan spora jamur.

Cuci bantal setiap beberapa bulan di pada suhu 60 derajat celsius setidaknya selama 20 menit. Jika Anda memiliki asma atau alergi, sebaiknya gunakan bantal hypoallergenic, yang biasanya terbuat dari busa. Sedangkan selimut harus dicuci setiap enam bulan.

4. Sikat rambut atau sisir
Satu folikel rambut dapat menahan 50.000 kuman dan sisir dapat berkontribusi untuk ini. Sisir juga dapat mengumpulkan sisa produk rambut yang dapat menjadi lengket dan menarik kotoran.

Penyakit seperti impetigo, yaitu infeksi kulit menular yang biasanya menyebabkan lepuh atau luka di leher, wajah atau tangan dapat menyebar dari satu orang ke orang lain dengan berbagi sisir. Sisir harus dicuci di tempat yang panas dan air sabun setiap minggu dan dibiarkan kering.

5. Sendok kayu
Kayu lebih berpori dari plastik atau logam, sehingga lebih rentan terhadap kuman membawa dan bakteri. Bakteri yang sangat lazim di dapur biasanya adalah E. coli, biasanya dari daging mentah atau anak-anak dengan kebiasaan kebersihan yang buruk. Hal ini dapat menyebabkan keracunan makanan yang parah.

Jangan menaruh sendok kayu dalam mesin cuci piring, apalagi secara teratur atau rutin, karena mungkin retak dan menjadi 'surga' bagi bakteri. Sebaliknya, rendam dalam disinfektan selama sekitar setengah jam dan kemudian cuci dengan air sabun yang mendidih.

Ganti setelah lima tahun, tetapi lebih awal jika celah-celah kayu atau jika setiap bagian menjadi lembut atau gelap, karena hal ini dapat berarti kayu telah membusuk dan menjadi sarang bakter

Mengunyah Makanan Tak Perlu Hingga 32 Kali


Mengunyah yang lama hingga makanan lembut adalah baik untuk pencernaan. Selama ini orang banyak yang terpaku pada anggapan mengunyah makanan yang baik selama 32 kali. Tapi sebenarnya tak perlu mengunyah hingga 32 kali.

Bayangkan seperti apa jadinya makanan yang dikunyah 32 kali? Bentuknya seperti bubur karena terlalu halus, sudah tidak ada rasa alias hambar dan malah membuat orang enek (ingin muntah).

Seperti dikutip dari Timesonline.co.uk, Kamis (9/12/2010) seseorang tak perlu mengunyah hingga 32 kali tapi cukup sebanyak 10-12 kali setiap kali suap.

Memang jumlah ini bervariasi pada setiap orang, tergantung dari ukuran makanan, jenis kelamin, usia dan faktor lainnya yang mempengaruhi produksi air liur. Tapi mengunyah sebanyak 12 kali cukup bisa ditoleransi oleh sistem pencernaan.

Kegiatan mengunyah adalah memecah molekul makanan yang besar menjadi partikel yang lebih kecil yang membuat proses pencernaan menjadi baik. Mengunyah adalah proses kontak antara makanan dengan air liur yang ada di mulut.

Kontak makanan dengan air liur tidak hanya membantu melumasi makanan sehingga lebih mudah ditelan dan melewati kerongkngan, tapi enzim yang terdapat di dalam air liur berkontribusi terhadap proses pencernaan.

Enzim di dalam air liur ini membantu memecah ikatan kimia di dalam makanan menjadi lebih sederhana yang biasanya ditandai dengan munculnya rasa asam.

Jadi jika makanan yang kita kunyah sudah berasa asam atau rasa dari makanan itu tidak lagi seperti rasanya yang semula maka makanan tersebut sudah bisa ditelan. Jadi proses mengunyah ini tak perlu sampai 32 kali, tapi tidak kurang dari 10-12 kali agar makanan tidak membebani usus.

Bagaimana pun ketika makan orang diharapkan menikmati setiap makanan yang dikunyahnya, yaitu dalam hal tekstur, rasa dan juga aroma dari makanan yang masuk ke dalam mulutnya sebelum ditelan.

Contohnya saat orang makan sandwich, selama ia masih bisa membedakan tekstur dan rasa dari selada, roti dan ayam maka teruslah mengunyah, lalu mulailah menelan saat semua rasa tersebut hilang atau tak bisa dibedakan.

Jika seseorang mengunyah terlalu cepat, maka makanan tersebut sudah tertelan sebelum enzim dari air liur yang membantu memecah molekul makanan keluar. Selain juga membuat perut cepat terasa kenyang.

Tapi makanlah dengan mengunyah yang cukup dan menikmatinya sehingga tubuh bisa memberikan sinyal ke otak kapan asupan makanannya sudah cukup dan menghindari makan berlebihan yang bisa memicu obesitas.

Wednesday, 8 December 2010

Gejala Kebanyakan Minum Kopi


Bagi orang sehat, kopi bisa memberikan banyak manfaat asalkan diminum dalam jumlah yang wajar. Sebaliknya kopi juga bisa menjadi masalah jika dikonsumsi berlebihan, sebab kandungan kafein di dalamnya memiliki sejumlah efek samping.

Hingga kadar 600 mg atau sekitar 5-6 cangkir kopi, kafein belum akan memberikan efek samping pada orang sehat. Namun perlu diperhitungkan juga, sumber kafein bukan hanya kopi saja tapi meliputi teh, es krim, minuman berenergi dan bahkan obat sakit kepala.

Dikutip dari Livestrong, Selasa (7/12/2010), berikut ini beberapa efek samping jika minum kopi terlalu banyak.

1. Gelisah
Salah satu efek samping kafein bagi kesehatan jiwa adalah memicu kegelisahan. Tidak semua orang mengalami efek samping ini, namun penelitian di University of Michigan membuktikan keparahannya bisa menyebabkan seseorang mudah tersinggung bahkan sampai tangannya gemetar.

2. Gangguan kardiovaskular
Jantung akan terasa berdebar-debar bila terlalu banyak minum kopi, karena dalam kadar tertentu kafein dapat mempengaruhi susunan saraf pusat di otak. Kafein juga dapat meningkatkan tekanan darah sehingga tidak dianjurkan untuk penderita hipertensi dan sakit jantung.

3. Sakit kepala
Beberapa jenis obat sakit kepala menggunakan campuran kafein karena dalam jumlah sedikit senyawa ini memang memiliki khasiat anti nyeri. Namun efek sebaliknya bisa muncul jika dikonsumsi terlalu banyak, misalnya minum lebih dari 2-3 cangkir kopi espresso atau 5-6 cangkir kopi biasa setiap hari.

4. Gangguan pencernaan
Perut mulas dan rasa mual sering dikeluhkan saat minum kopi terlalu banyak. Bukan karena kopinya sudah basi, tapi kafein itu sendiri memang meningkatkan produksi asam di lambung sehingga tidak dianjurkan minum kopi sebelum makan.

5. Gangguan kencing
Saat sedang kedinginan di dalam ruangan berpendingin udara, menghangatkan diri dengan minum kopi bukanlah ide yang baik. Hawa dingin saja sudah menyebabkan kencing menjadi lebih sering, ditambah efek samping kafein sebagai diuretik maka beser akan tambah parah.

6. Insomnia
Efek samping paling umum dari minum kopi terlalu banyak adalah tidak bisa tidur. Bagi remaja atau paruh baya, efek ini mungkin hanya akan memicu rasa lelah namun bisa berdampak serius bagi kesehatan kaum lanjut usia.