Tuesday, 4 October 2011

Teknologi Capung untuk Penerbangan




Manusia telah mencoba berbagai macam cara untuk dapat terbang. Sejak pesawat terbang pertama dibuat kira-kira seratus tahun yang lalu, ribuan model pesawat udara yang berbeda telah dirancang. Ilmuwan yang tak terhitung jumlahnya telah mencoba membuat mesin terbang yang lebih baik sampai akhirnya mereka mampu membuat mesin terbang terkini dengan disainnya yang mengagumkan.

Lebih Hebat dari Helikopter

Terbang adalah keahlian yang hebat, tapi kegunaannya tergantung pada sejauh mana ia dapat dikendalikan. Sebenarnya, untuk dapat melayang pada posisi tetap di udara atau mendarat di tempat yang diinginkan adalah sama pentingnya dengan kemampuan terbang itu sendiri. Untuk itulah, manusia merancang pesawat terbang dengan kemampuan manuver yang tinggi, yaitu helikopter. Helikopter mampu melayang di udara pada posisi tetap dan lepas landas secara tegak lurus. Karena keuntungan militer inilah, berbagai negara telah menyediakan dana dalam jumlah tak terbatas untuk pengembangan helikopter. Akan tetapi, penelitian terkini telah menemukan fakta yang sangat mencengangkan. Teknologi penerbangan helikopter modern ternyata sangat tertinggal jauh dibanding dengan seekor makhluk mungil yang mampu terbang. Makhluk ini adalah capung.

Sistem penerbangan capung adalah sebuah keajaiban disain dengan teknologi terbang yang mengalahkan semua mesin buatan manusia. Dengan alasan inilah, disain model terakhir helikopter Sikorsky yang terkenal di dunia, dibuat menggunakan disain capung sebagai model. Dalam proyek ini, perusahaan IBM membantu mendisain Sikorsky dengan memuat gambar-gambar capung dalam komputer khusus.

Setelah itu, dengan mengambil contoh capung, ribuan ilustrasi dibuat dalam komputer. Kemudian, dengan mencontoh teknologi terbang capung, dibuatlah model helikopter Sikorsky.

Teknologi Capung Untuk Penerbangan
Singkatnya, tubuh seekor serangga kecil memiliki disain lebih unggul dari rancangan manusia. Teknologi penerbangan capung dan disain sayapnya mengemukakan suatu fakta bahwa makhluk kecil ini memperlihatkan kepada kita disain menakjubkan pada ciptaan Allah. Capung memiliki dua pasang sayap yang ditempatkan secara diagonal pada tubuhnya, ini memungkinkannya melakukan manuver sangat cepat.

Capung dapat mencapai kecepatan lima puluh kilometer per jam dalam waktu sangat singkat, hal yang sungguh luar biasa bagi seekor serangga. Seorang atlit olimpiade dalam perlombaan lari seratus meter, hanya mampu berlari tiga puluh sembilan kilometer per jam.

Giroskop Alami pada Capung

Ada satu persyaratan lagi bagi penerbangan yang baik. Penerbangan sangatlah berbahaya jika tidak didukung oleh sistem penglihatan yang baik. Untuk itulah, pesawat terbang dan helicopter modern memiliki sistem visual canggih. Capung juga memiliki sistem visual teramat canggih: ia memiliki mata mikro berjumlah keseluruhan tiga puluh ribu buah, dan setiap mata mengarah ke titik yang berbeda. Semua informasi dari mata-mata mikro ini diteruskan ke otak capung, yang kemudian mengolahnya seperti komputer. Dengan sistem ini, capung memiliki kemampuan melihat yang luar biasa.

Kemampuan manuver capung lebih unggul dari yang dimiliki helikopter. Misalnya, dengan satu manuver cepat di menit terakhir, capung berhasil menyelamatkan diri dari truk yang datang dari arah berlawanan.

Bahkan capung mampu meloloskan diri dari dua bahaya, yakni ketika ia harus menghindar dari menabrak kaca depan mobil yang sedang melaju ke arahnya dan harus lolos dari burung yang memburunya. Ia berhasil menyelamatkan diri dengan satu manuver cerdas.

Satu permasalahan yang dihadapi pilot, yang seringkali harus melakukan manuver, adalah bahwa setelah suatu manuver, pilot mengalami kesulitan dalam menentukan posisi pesawat relatif terhadap permukaan bumi. Jika pilot kebingungan menentukan posisi bagian atas dan bawah pesawat setelah melakukan manuver, maka pesawat ini dapat mengalami kecelakaan. Para teknisi telah mengembangkan suatu alat untuk mengatasi hal ini, yakni giroskop. Alat ini menunjukan pilot pada garis horisontal yang menandakan posisi horison. Pilot membandingkan garis horisontal ini dengan horison sesungguhnya, dan dengan demikian ia dapat menentukan posisi pesawat dengan cepat. Selama jutaan tahun, capung telah memakai perlengkapan yang mirip dengan yang dikembangkan oleh para teknisi ini. Di depan mata capung terdapat garis horisontal maya pada posisi tetap. Tak menjadi masalah, pada sudut berapa pun ia terbang, ia selalu memposisikan kepalanya sejajar dengan garis horisontal ini.

Ketika posisi tubuh capung berubah selama penerbangan, rambut-rambut di antara badan dan kepalanya menjadi terangsang. Sel-sel saraf pada akar rambut ini mengirimkan informasi ke otot-otot terbang capung tentang posisinya di udara. Hal ini memungkinkan otot-otot tersebut secara otomatis mengatur jumlah dan kecepatan gerak sayap. Dengan demikian, dalam manuver paling sulit sekalipun, capung tidak pernah kehilangan arah atau kendali. Sistem ini sungguh merupakan suatu keajaiban teknik.

Disini, manusia yang berakal akan berpikir. Capung sendiri tidak mengetahui akan sistem luar biasa yang ia miliki. Lalu, siapakah yang meletakan pada tubuh serangga ini sistem penerbangan yang sedemikian kompleks, yang bahkan para insinyur ahli telah menggunakannya sebagai model? Siapakah yang melengkapi serangga ini dengan sayap sempurna, motor yang menggerakkan sayap dan sistem penglihatan yang prima? Siapakah Pencipta disain yang luar biasa ini?

Capung: Diciptakan Sudah Sempurna dan Lengkap

Teori evolusi Darwin, yang mencoba menjelaskan kehidupan dengan peristiwa kebetulan, tak mampu berbicara ketika dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Mustahil bahwa sistem dalam tubuh capung dapat terbentuk melalui evolusi, yakni pembentukan tahap demi tahap secara kebetulan. Hal ini dikarenakan bahwa agar suatu makhluk hidup dapat hidup, semua sistem ini harus ada pada saat yang bersamaan dan telah lengkap. Capung paling pertama di dunia juga pasti muncul dengan mekanisme yang sama mengagumkannya dengan yang dimiliki capung zaman sekarang. Hal ini telah dibuktikan oleh catatan fosil tentang sejarah alam. Catatan fosil menunjukan bahwa capung-capung muncul di bumi pada saat bersamaan secara serentak. Fosil capung tertua yang diketahui ini berusia tiga ratus dua puluh juta tahun. Pada lapisan-lapisan fosil periode lebih awal, tidak dijumpai sesuatu pun yang menyerupai seekor capung. Tambahan lagi, sejak pertama kali capung muncul, catatan fosil menunjukan bahwa ia tidak mengalami evolusi.

Fosil capung tertua benar-benar sama dengan capung-capung yang hidup sekarang. Antara fosil berusia seratus empat puluh juta tahun dengan capung masa kini di sebelahnya tidak ada perbedaan sama sekali. Kenyataan ini sekali lagi membuktikan kekeliruan teori evolusi sekaligus menunjukan dengan sebenarnya bagaimana capung dan semua makhluk hidup di dunia ini muncul menjadi ada. Adalah Allah, Tuhan seluruh alam, yang menciptakan semua makhluk hidup, dan masing-masing dari mereka adalah bukti keberadaan-Nya. Di samping Allah, tak ada kekuatan lain yang mampu menciptakan seekor lalat sekali pun. Fakta ini dinyatakan oleh Allah dalam Alquran:


يَا أَيُّهَا النَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٌ فَاسْتَمِعُوا لَهُ إِنَّ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لَا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ

Artinya : "Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." (QS Al-Hajj : 73)
http://sains.artikelislami.com

Monday, 3 October 2011

Tips Pencarian di Google



Kiat-kiat secara garis besar
Karena Google hanya menampilkan halaman-halaman web yang mengandung semua kata kunci yang Anda masukkan, memperbaiki atau mempersempit pencarian Anda adalah semudah menambahkan beberapa kata lagi ke kata kunci yang sudah Anda masukkan. Dengan menambahkan beberapa kata lagi, hasil pencarian yang diperoleh akan merupakan bagian-bagian spesifik dari hasil yang Anda peroleh dari pencarian "terlalu luas" sebelumnya.

Mengecualikan kata-kata
Anda dapat mengecualikan suatu kata dari pencarian Anda dengan menempatkan tanda minus ("-") langsung di depan kata yang ingin Anda hindarkan. (Jangan lupa untuk menempatkan satu buah spasi kosong sebelum tanda minus)

Pencarian Frase
Dengan Google, Anda dapat mencari frase menggunakan tanda kutip. Kata-kata yang berada di antara tanda kutip ganda ("seperti ini") akan muncul bersama-sama dalam semua dokumen hasil pencarian (kecuali jika berupa kata penutup, kata tertentu yang memerlukan tanda "+" ). Pencarian Frase menggunakan tanda kutip sangat berguna ketika mencari ucapan-ucapan yang terkenal atau nama-nama sesuatu.
Beberapa karakter tertentu berfungsi sebagai penghubung frase. Google mengenali tanda minus, garis miring, titik, tanda sama dengan, dan apostrof sebagai penghubung frase.

Batasi Domain
Beberapa kata, jika diikuti oleh sebuah titik-dua, mempunyai arti khusus bagi Google. Salah satu contohnya adalah kata "site:". Untuk mencari sebuah domain atau situs khusus, gunakan sintaks "site:sampledomain.com" pada kotak pencarian Google.

Kata-kata Henti
Google mengabaikan kata-kata dan karakter umum, yang dikenal dengan kata-kata henti. Google secara otomatis mengabaikan kata-kata seperti "http" dan ".com," sebagaimana dengan digit-digit dan huruf-huruf yang berdiri sendiri, karena mereka jarang membantu mempersempit sebuah pencarian, dan dapat memperlambat pencarian.
Gunakan tanda "+" untuk memasukkan kata-kata henti dalam pencarian Anda. Pastikan untuk memasukkan spasi sebelum tanda "+". [Anda juga bisa memasukkan tanda "+" dalam frase pencarian.]


Lihat kata-kata pencarian Anda dalam konteks.
Setiap hasil pencarian Google mengandung satu atau lebih serapan dari halaman web, yang menunjukkan bagaimana kata-kata pencarian Anda digunakan dalam konteks halaman tersebut.

Stem

Untuk menyediakan hasil yang paling akurat, Google tidak menggunakan pencarian "stem" atau dukungan "wildcard". Dengan kata lain, Google mencari kata-kata persis dengan yang Anda masukkan dalam kotak pencarian. Mencari "googl" atau "googl*" tidak akan memberikan hasil "googler" atau googlin". Jika ragu, cobalah bentuk lain: "airline" dan "airlines," sebagai contoh.

Apakah huruf besar atau aksen berpengaruh?

Pencarian Google tidak pengaruh dengan huruf besar/kecil. Semua huruf, walau bagaiman diketiknya, akan dianggap huruf kecil. Sebagai contoh, pencarian "google", "GOOGLE", dan "GoOgLe" akan memberikan hasil yang sama.
Pencarian Googl secara default tidak sensitif terhadap aksen atau tanda-tanda diakritis. Seperti, [Muenchen] dan [München] akan menemukan halaman yang sama. Jika Anda ingen mendeskriminasikan antara dua kata tersebut, gunakan tanda + seperti [+Muenchen] dan [+München].

google.co.id


LIBERALISASI PENDIDIKAN TINGGI


Dalam bukunya ‘The Outliers’ Malcolm Gladwell membeberkan kisah orang-orang sukses dan gagal. Beberapa di antaranya Bill Gates, Bill Joy (Sun Microsystem), dan Steve Jobs (Apple Computer).

Salah satu factor keberhasilan seseorang adalah kesempatan. Banyak dari orang sukses (misalnya Bill Gates, Bill Joy dan Paul Allen) dalam The Outliers berasal dari kelas sosioekonomi menengah dan atas sehingga bisa mengakses pendidikan bermutu.

Sebaliknya, saat kesempatan itu ditiadakan, seseorang dengan IQ 195, Chris Langan (bandingkan: IQ Albert Einstein 150) harus putus kuliah karena ketiadaan biaya dan berakhir sebagai buruh tani dengan berbagai kepahitan. Diantara kedua titik ini, ada kisah Steve Jobs dari keluarga sederhana yang berhasil mengubah hdupnya dan dunia melalui perusahaan Apple Computer. Meski tidak berasal dari keluarga kaya, Steve Jobs hidup di Silicon Valley dan bergaul dengan para insinyur Hewlett Packard. Pesan dari kisah-kisah ini, kesempatan merupakan pintu awal menuju keberhasilan.

Salah satu fungsi pendidikan adalah memberi kesempatan itu untuk mengurangi jumlah orang yang berakhir seperti Chris Langan dan Steve Jobs. Jika The Outliers ditulis dalam versi Indonesia, pasti ada banyak kisah Chris Langan dan Steve Jobs ala Indonesia yang bisa menjadi latar belakang pembuatan kebijakan pendidikan atau keputusan Negara maupun Institusi. Kebjakan yang masih menuai kontroversi adalah UU no 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP). Ketika sektor-sektor yang memenuhi kepentingan publik dan tidak diharapkan memberi keuntungan material, pendidikan menjadi tanggung jawab negara. Pada era ini, ada pergeseran cara pandang dan raktik terhadap sektor-sektor itu.

Liberalisasi Pendidikan

Pasar sebagai salah satu pranata civil society dikendalikan pelaku bisnis menjelajahi dan menguasai sumber-sumber daya dalam pasar, lahan-lahan yang secara historis merupakan usaha untuk kemaslahatan orang banyak sehingga diselenggarakan oleh negara, seperti pendidikan dan kesehatan, kini menjadi garapan pelaku bisnis.

Salah satu dampak positif UU BHP adalah tansformasi di PTN. Jerat birokrasi yang berwujud kurang efisien mulai bisa diperbaiki. Sedangkan kalangan yang masih mempercayai nilai-nilai sosial demokrasi mengkhawatirkan terjadinya liberalisasi pendidikan. Meski Pasal 4 UU BHP sudah mengatur bahwa badan hukum pendidikan bersifat nirlaba, fenomena liberalisasi pendidikan tinggi sudah amat terasa. Berbagai jalur yang disediakan PTN mulai dari jalur Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN) hinga jalur khusus dan mandiri memberi beberapa paket dengan persentase masing-masing.

Yang dikeluhkan adalah alokasi penerimaan dengan biaya minimal makin dikurangi persentasenya. Sedangkan alokasi penerimaan melalui jalur khusus atau mandiri bertambah. Praktek ini dilakukan PTN guna menembah jumlah pendapatan sehingga bisa memperbaiki mutu. Formula alokasi disusun tiap PTN, dengan melihat kepentingan institusional PTN itu, dengan standar mutu yang ingin dicapai dan biaya yang harus ditanggung. Padahal, alokasi jalur subsidi dan jalur khusus ini tidak sesuai dengan persentase penduduk miskin di Indonesia. Akibatnya, kesempatan bagi anak-anak keluarga miskin untuk meniti jalur keberhasilan seperti Steve Jobs makin tertutup.

Para penganut nilai-nilai sosial demokratis berpendapat UU BHP tidak berpihak kepada rakyat, bahkan cenderung melindungi yang kuat. Dikhawatirkan bertambahnya jumlah orang macam Chris Langan dan Lintang (dalam Laskar Pelangi) yang berpotensi tinggi tetapi tidak mendapat kesempatan pendidikan akan menjadi energi negatif di masayarakat.

Alternatif Solusi

Sementara perdebatan tentang subsidi negara untuk PTN atau PTS masih berlangsung dan mungkin tidak akan pernah reda, kisah-kisah Chris Langan dan Lintang akan terus terjadi di seluruh Nusantara. Dana subsidi pemerintah memang sudah dikucurkan ke berbagai PTN dan PTS, di antaranya melelui program hibah dan kompetensi. Dua alternatif solusi perlu dipertimbangkan guna meningkatkan akses terhadap pendidikan tinggi sambil tetap berjuang mencapai target mutu dan menjaga ekuilibrium antara layanan pendidikan tinggi sebagai entitas yang nirlaba dan eksploitas elaku bisnis dan sektor pendidikan.

Alternatif pertama adalah memberi dan meningkatkan jumlah beasiswa pemerintah melalui lembaga mandiri. Lembaga kepanjangan pemerintah ini bertugas menyeleksi kelayakan calon penerima beasiswa secara jujur dan transparan. Alternatif kedua melibatkan masyarakat  dalam penyelenggaraan pendidikan. Selama ini beberapa korporasi melalui lembaga filantropis (seperti Tanoto Foundation, Djarum dan Sampoerna Foundation) sudah cukup banyak berperan dalam ikut mencerdaskan bangsa dengan memberikan beasiswa di perguruan tinggi.

Anita Lie, Opini Kompas 2 maret 2009

4 Pola Dasar Sidik Jari dan Kepribadian Manusia


Pola sidik jari selalu ada dalam setiap tangan dan bersifat permanen. Dalam artian, dari bayi hingga dewasa pola itu tidak akan berubah sebagaimana garis tangan. Setiap jari pun memiliki pola sidik jari berbeda.
Ada empat pola dasar Dermatoglyphic tentang sidik jari yang perlu diketahui, yakni Whorl atau Swirl, Arch, Loop, dan Triradius.Selain itu hanyalah variasi dari kombinasi keempat pola ini.
Setiap orang mungkin saja memiliki Whorl, Arch, atau Loop di setiap ujung jari (sidik jari) yang berbeda, mungkin sebuah Triradius pada gunung dari Luna dan di bawah setiap jari, dan kebanyakan orang ada juga yang mempunyai dua Whorl atau Loop di tangan lainnya. Pola-pola dapat juga ditemukan pada ruas kedua dan ketiga di setiap jari.
1. Whorl
Whorl bisa berbentuk sebuah Spiral, Bulls-eye, atau Double Loop. Whorl adalah titik-titik menonjol dan kontras, dan bisa dilihat dengan mudah.
2. Arch
Pola ini bisa terlihat sebagai sebuah Flat Arch, atau Tented Arch. Perhatikan setiap pola Arch menaik sangat tinggi.Pola Arche menandakan nilai-nilai tradisional dan akhlak yang tinggi. Di dalam hampir semua kasus, nilai-nilai moral adalah menurut sebagian orang di “masa lampau” yang mana mereka telah dipermalukan. Orang-orang dengan pola ini mengalami kesulitan untuk melihat sifat-sifat negatif mereka sendiri, dan untuk memahami bahwa “masa lampau” yang mereka kunci di atas noda atau perasaan malu hanyalah sebuah pengalaman yang diperlukan untuk perkembangan kepribadian secara penuh. Orang dengan Flat Arch mengikuti tradisi dengan sedikit pemikiran mandiri, sedangkan orang dengan pola Tented Arch mengungkapkan suatu kedalaman intelektual.
3. Loop
Loop dapat menaik ke arah ujung jari, atau menjatuh ke arah pergelangan tangan. Common Loop bergerak ke arah ibu jari, sementara Radial Loop (Loop terbalik) bergerak mengarahkan ujung pemukulnya ke sisi lengan.

a. Loop Umum (Common Loop)
Tipe paling umum dari sidik jari adalah Common Loop. Cetakan ini mengungkap kemampuan untuk menggunakan berbagai ide dari berbagai sumber ide, dan mencampurnya dengan gaya yang unik.
Loop mengungkapkan seorang “pengikut” yang alami. Keinginan untuk memimpin orang lain lebih sering muncul, tapi bukan berarti setiap orang dengan Common Loop memiliki kemampuan untuk memimpin.
b. Loop Memusat (Radial Loop)
Sebuah cetakan menukik yang memasuki dan berangkat dari sisi ibu jari tangan disebut Radial Loop (kadang-kadang disebut Reverse Loop, atau Inventor Loop). Jika Common Loop menunjukkan campuran gaya-gaya lain, Radial Loop mengungkapkan kemampuan untuk menciptakan sebuah gaya atau sistem yang sama sekali baru. Orang ini mempunyai ingatan visual yang tajam, mampu mengingat tidak hanya gambaran-gambaran, tapi juga tindakan-tindakan dan emosi-emosi yang menyertai gambaran-gambaran tadi. Seperti halnya semua tanda yang lain, Radial Loop berlaku bagi bidang apapun atau jari yang di atasnya ditemukan tanda itu.
c. Double Loop
Double Loop kebanyakan disalahpahami oleh hampir semua penandaan Dermatoglyphic. Pada umumnya, menginterpretasikan Double Loop sama seperti dengan Whorl-whorl yang lain, dengan perbedaan utama: Hingga kepribadian yang dikembangkan akan cenderung dengan kuat ke arah pernyataan yang dilebih-lebihkan, manipulasi, dan tindakan-tindakan bersifat subversif di dalam wilayah kehidupan. Sebagai contoh, seseorang dengan Double Loop pada kedua ibu jarinya mungkin di dalam awal kehidupannya menggunakan penipuan untuk membantu mewujudkan keinginan mereka terhadap yang lain. Pemilik garis tangan ini tertarik ke arah karier yang dramatis, yang dengan usaha biasa dapat diwujudkan dengan mudah.
4. Triradius
Triradius (juga disebut “Delta”) dapat digunakan untuk menunjuk dengan tepat pusat dari setiap gunung. Gunung-gunung itu kemudian bisa dilihat sebagai terpusat, kecenderungan, atau berpindah.
http://sidik-jari.com


Sidik Jari Manusia


Setiap manusia diberikan dua tangan dan dua kaki oleh Sang Maha Pencipta. Pada jari-jari tangan dan kaki manusia pasti memiliki  gambaran atau image sidik jari.
Sidik jari, dalam bahasa Inggris disebut “Fingerprint” biasanya berbentuk garis-garis horizontal dan vertical atau gabungan keduanya dan juga ada bentuk lengkungan-lengkungan. Seluruh manusia di dunia diciptakan dengan sidik jari yang berbeda satu sama lainnya. Karena itu, setiap sidik jari digunakan untuk mengidentifikasi setiap manusia.
Tak ada sidik jari yang identik di dunia ini sekalipun di antara dua saudara kembar. Dalam dunia sains pernah dikemukakan, jika ada 5 juta orang di bumi, kemungkinan munculnya dua sidik jari manusia yang sama baru akan terjadi lagi 300 tahun kemudian.
Mengingat betapa akuratnya mengidentifikasikan seseorang lewat sidik jari, diciptakanlah berbagai teknologi sidik jari dengan sistem analisa elektronik. Alat ini pertama kali digunakan Federal Bureau Investigation (atau populer dengan sebutan FBI) di Amerika Serikat sekitar tahun 60-an. Sidik jari ini biasanya tertinggal di tempat kejadian perkara sebuah peristiwa kriminal. FBI kemudian menggunakannya untuk mengetahui jati diri korban atau bahkan tersangkanya. Hanya dengan memasukkan sidik jari seseorang melalui melalui teknologi komputer, pihak berwenang pun langsung mendapatkan data seputar nama, tanggal lahir dan sejarah kriminalnya. Luar biasa bukan!
Negara Indonesia meski sidik jari lebih populer untuk melacak pelaku kejahatan, alat pendeteksi sidik jari ini ternyata juga digunakan di berbagai bidang teknologi lainya seperti  mesin absensi, teknologi akses kontrol pintu, fingerprint data secure dan masih banyak pengembangan sistem lainnya yang dipelopori perusahaan Brand Teknologi Sidik Jari Fingerspot. Kini, seiring bertahannya cara manual yaitu pengambilan sidik jari dengan tinta di atas kartu atau kertas, perkembangan sistem identifikasi sidik jari kian terasa. Banyak perusahaan yang kian menyadari kegunaannya. Efisiensi menjadi dasar penggunaan sistem identifikasi sidik jari di perusahaan-perusahaan. Alat ini mendorong perusahaan untuk menghemat waktu, tenaga sekaligus menjamin keamanan. Alat dengan teknologi sidik jari ini pun laris-manis sebagai barang komersial dengan dilengkapi fitur canggih pun disertakan di dalamnya.
Sistem identifikasi sidik jari ini yang masuk melalui dunia sains kini telah bergeser keberadaannya. Tak hanya kepentingan dunia pengetahuan atau aparat keamanan saja yang terpenuhi dengan penggunaan alat ini, setiap perusahaan komersial pun merasakan manfaatnya. Yang paling jelas, bukti kehadiran karyawan (absensi) bisa didapat lewat alat ini. Tentu saja, hal ini sangat membantu divisi Sumber Daya Manusia untuk mengevaluasi kinerja para karyawan. Alat ini pun amat populer di antara nasabah perbankan. Dunia otomotif juga tak mau ketinggalan dalam memanfaatkan keunggulan alat ini. Mereka bisa menggunakan sidik jari untuk sistem kunci. Belum lagi, ketika ingin login untuk mengakses sistem di komputer, saat ini pun pemakaian alat tersebut semakin digandrungi. Tujuannya tidak lain tidak bukan untuk keamanan terhadap data yang telah tersimpan.
Ini salah satu bukti pula bahwa pemakaian alat pendeteksi sidik jari manusia menjadi lebih berkembang dengan pemakaian yang variatif. Dengan kata lain, kegunaan mesin otomatis pendeteksi sidik jari semakin luas penggunaannya. Tidak hanya untuk mengetahui latar belakang tersangka kriminal seperti kegunaannya pada awalnya, tetapi juga untuk kemudahan lainnya dalam sebuah perusahaan atau institusi.
Namun, alat tinggallah alat jika faktor-faktor non-teknis tak bisa dipenuhi. Dalam penggunaan sistem pengidentifikasian sidik jari ini, ada beberapa hal yang bisa mengurangi kredibilitasnnya sebagai pengakes data seseorang. Seperti, tidak bersedianya seseorang memberikan data yang akurat sesuai dengan jati dirinya. Ini bisa saja karena data orang tersebut tidak ingin diketahui oleh orang lain baik pemerintah maupun institusi lain sehingga ada pemalsuan nama dan sebagainya. Juga tak tertutup kemungkinan, orang memanipulasi alat ini untuk masuk ke data orang lain. Tentu semua itu berkaitan dengan kriminalitas.
Zaman semakin maju, perkembangan teknologi pun menjadi lebih luar biasa. Semua pekerjaan menuntut efisiensi baik dalam hal waktu, tenaga hingga tingkat keamanan yang tinggi. Pendeteksi sidik jari pun sudah bergeser cara kerjanya. Mencatat sidik jari dengan menggunakan tinta dan kertas sudah ketinggalan zaman. Kini telah muncul alat-alat pendeteksi elektronik yang otomatis. Sekali tekan, seluruh data keluar. Sistem yang digunakan di AS oleh agen-agen FBI tahun 70-an lalu, kini telah berubah. Tidak lagi dipakai oleh para aparat saja tapi berangsur-angsur menjadi barang komersial yang laku di pasar. Rasanya, asal kelengkapan dan keakurasian data bisa diperoleh maka alat ini pun akan menjadi sangat berguna.

Sunday, 25 September 2011

Dewa Ruci, sailing through winds of change


Entering 58 years of service, the Dewa Ruci (a sail training vessel named after the mythological Indonesian god of truth and courage) was recently on an East Asia and Southeast Asia voyage. The trip was part of the Dewa Ruci’s routine mission to provide firsthand experience for Indonesian Navy cadets as well as a campaign ground for them to promote multicultural Indonesia, as goodwill ambassadors for international relations. The Jakarta Post’s Imanuddin Razak took the opportunity to join the ship for a short journey, to see what sea travel is all about and catch a glimpse of real sailors’ lives.
Can you imagine sailing aboard a 58-year-old medium-sized sailing vessel and seeing sailors overcoming the rough and frequently dangerous waters?
Why has a Class A tall ship been rigorously maintained by the Indonesian Navy as a sail training vessel, when modern sea transportation has been made much easier with computerized navigation systems?
Both questions perhaps represent the general public’s concern and response to the continuing service of the German-made barquentine that began its journey immediately after it was built in 1953.
So confident is the Indonesian Navy of the performance of this ship that it will soon take part in a 10-month global journey, again on a cultural and goodwill ambassadorship mission, which includes a stopover in the United States in conjunction with the July 4 commemorations of US independence.
However, they have many reasons to be confident. “The Dewa Ruci may be old, but it does not mean that she is not seaworthy. The key here is good maintenance,” says 39-year-old Dewa Ruci commander Lt. Col. Haris Bima Bayuseto.
“This vessel undergoes regular checks on its return from overseas travel. And immediately upon the arrival of the ship in Surabaya after this journey, the Dewa Ruci will be thoroughly refurbished and its engine will undergo a massive overhaul to prepare it for the long trip next year,” mechanic chief Sgt. Heru Suhendro said.
The Indonesian Navy’s — at least the ship’s crews’ — love for the Dewa Ruci cannot be separated from its continuing service as a sail training vessel for naval cadets since the first batch came aboard in 1954.
This tall ship — one of the last three of its kind still in service — has been “very helpful” in promoting Indonesia’s cultural richness, with its cadets and crew members continually traveling across the globe to take part in various maritime and cultural events as goodwill ambassadors for Indonesia.
Being one of the few countries that still operates such vessels, besides Chile, India, Japan, Malaysia and Oman, Indonesia is perhaps the most active country in promoting its culture through the routine overseas journeys of the Dewa Ruci.
Still, there is nothing eternal in this world, including the Dewa Ruci. While many in the Indonesian Navy, particularly those involved in the day-to-day management and maintenance of the ship, still believe in its seaworthiness, the Dewa Ruci may soon see its service reduced to local journeys within Indonesian waters only.
The construction of a replacement ship, also a sail training vessel, which will be bigger than the Dewa Ruci, is expected to be completed in 2014.
However, those involved in the training of cadets and the ship’s management are confident in the continued use of the Dewa Ruci as a training vessel, even though the planned new vessel will have more sophisticated technology.
“Cadets must continuously be taught basic navigation skills, because in a worst case scenario, for example if a ship’s computer system breaks down, the cadets and ship’s crew can use very basic navigational skills, for example using a sextant to determine their position on the ocean, and guide the ship toward its destination or home,” said Col. Iswan Sutiswan, the director of education at the Indonesian Naval Academy.
Lt. Col. Haris concurred. “We need to maintain skills in basic sea navigation and sea journey technology, such as the sextant, manual sea routing and operational procedures for the ship’s masts and sails, because you never know whether a computerized system is completely safe from crashing or hacking.
“Furthermore, as long as our country relies on foreign military equipment, there is no guarantee we will be free from a military embargo as has happened in the past. What happens if we rely completely on imported modern technology if there is another embargo?” Haris said.
Apart from the equipment reliability issue, a complete departure from basic navigation and sea journey management system to a completely modern and computerized system would also see cadets’ morale decline, reducing their endurance and stamina in dealing with hardships, he said.
Previous experiences saw cadets test their mental and physical strength when the ship was hit by a typhoon for two-and-a-half days in waters off Hong Kong on its way from Manila, the Philippines, to Guangzhou, China.
Then during the Asia and Southeast Asia trip that just concluded, the Dewa Ruci was stuck for four days in a cyclone in waters off Vietnam on its way from Guangzhou to Bangkok, Thailand.
“As human beings, we’re accustomed to living on land.
“So, naturally, nearly all of us were vomitting and feeling very queasy when the ship was hit by the typhoon and the cyclone,” said cadet Habibi Ahmad.
“Initially, we were worried when we vomited, thinking we were the only ones who felt ill. But we later were relieved to find other members of the ship’s crew were also suffering from seasickness,” fellow cadet Pandu Indrawanto added.
A complete shift to a modern vessel would also mean a reduction, if not a vacuum, of the simple but effective promotion of Indonesian culture and traditions worldwide.
“Being a sail training vessel with classical features of rows of high masts and multiple sails is the selling point of the Dewa Ruci. This has also made it easy for the Dewa Ruci to travel anywhere around the world. It wouldn’t be the same if, for example, the Dewa Ruci was a warship, because warships can only make very limited official visits and travel overseas on special occasions for joint military exercises,” said Capt. Dafris Jambek, the ship’s intelligence officer.
It is very common for the Dewa Ruci to attract attention from local populations wherever it docks. A stop in Port Bitung in North Sulawesi, for example, received wide coverage in the local media and drew local visitors to various events organized by its crew and cadets. The timing of the visit to Bitung also coincided with the birthday of Manado, the capital of North Sulawesi.
Similarly, in Manila, Guangzhou, Bangkok and Batam, the Riau Islands, locals and tourists flocked to see cultural events put on by the crew of the Dewa Ruci, including performances of Indonesian songs and dances, as well as a drum band display and march through the cities’ centers.
“The response from the local people at the ports we visited was so enthusiastic that we often judged the success of each mission by how many people were crying when we left each port,” Sec. Corp. Sarno said.
Long and good memories have escorted the journeys of the Dewa Ruci since its maiden voyage in 1953. In several years from now we may no longer see the Dewa Ruci around, since it may only serve short local journeys, if it is not taken out of service completely due to safety concerns, or if it is replaced.
However, the spirit and historic service of the Dewa Ruci are eternal and occupy a proud position in Indonesian naval history.
Data on Dewa Ruci
Type: Barquentine
LOA: 58.30 m
Propulsion: 1 diesel engine, 986 Hp
Width: 9.50 m
Draft: 4.50 m
Maximum speed (engine): 10.5 knots
Maximum speed (sail): 9 knots
Gross tonnage: 874 tons
Total sails: 16
Wide scale sail: 1,091 m2

Selected historic journeys made by Dewa Ruci
  • July – October 1953: Germany – Indonesia
  • May – July 1957: Surabaya – Denpasar – Christmas Island (Australia) – Sabang – Tanjung Uban – Singapore – Jakarta – Surabaya
  • May – July 1958: Surabaya – Port Kelang (Malaysia) – Kuala Lumpur (Malaysia) – Bangkok (Thailand) – Saigon (Vietnam) – Manila (the Philippines) – Surabaya
  • May – July 1959: Surabaya – Jakarta – Tanjung Uban – Phnom Penh (Cambodia) – Hainan (China) – Hanoi (Vietnam) – Surabaya
  • May – August 1961: Surabaya – Australia: Fremantle – Adelaide – Melbourne – Jervis Bay – Sydney – Brisbane – Cairns – Port Moresby (PNG) – Darwin (Australia) – Surabaya
  • March – November 1964: Surabaya – Jakarta – Sabang – Colombo (Sri Lanka) – Djibouti – Port Said (Egypt) – Split (Yugoslavia) – Casablanca (Morocco) – USA: St. George – New York – New Jersey – Annapolis – Norfolk – Rodman – Acapulco (Mexico) – USA: San Diego – Hawaii – Midway – Jayapura – Jakarta – Surabaya
  • April – June 1981: Surabaya – Balikpapan – Manila – Yokosuka (Japan) – Manila – Balikpapan – Surabaya
  • July – August 1985: Surabaya – Jakarta – Tanjung Uban – Tanjung Pinang – Bandar Sri Begawan (Brunei Darussalam) – Bitung – Surabaya
  • April – October 1986: Surabaya – Bitung – USA: Guam – Kwajalein – Pearl Harbor – San Diego – Acapulco – San Diego – Acapulco – Panama – Baltimore- New York – Panama – Acapulco – San Diego – Vancouver (Canada) – Seattle – San Fransisco – Pearl Harbor – Kwajelein – Guam – Bitung – Surabaya
  • December 1986 – February 1987: Surabaya – Jakarta – Dili – Port Moresby – Bitung (North Sulawesi) – Ambon – Kendari – Surabaya
  • April – June 1994: Surabaya – Ujung Pandang – Bitung – Kao Hsiung (Taiwan) – Saigon – Bangkok – Surabaya
  • April – June 1996: Surabaya – Bitung – Manila – Pusan (South Korea) – Guangzhou (China) – Jakarta – Surabaya
  • March – October 2003: Surabaya – Jakarta – Sabang – Cochin (India) – Salalah(Oman) – Jeddah (Saudi Arabia) – Port Said – Tunis – Cadis (Spain) – Le Havre – Rouen (France) – Delfzijl – Rotterdam (the Netherlands) – Malaga (Spain) – Napoli (Italy) – Alexandria (Egypt) – Aden (Yemen) – Karachi (Pakistan) – Colombo – Belawan – Jakarta – Surabaya
  • March – July 2004: Surabaya – Jakarta – Singapore – Ho Chi Minh (Vietnam) – Hong Kong – Shanghai (China) – Incheon – Pusan (South Korea) – Vladivostok (Russia) – Tokyo – Naha (Japan) – Manila – Bitung – Palu – Makassar – Surabaya
  • April – December 2005: Surabaya – Jakarta – Belawan – Cochin – Salalah – Jeddah – Alexandria – Tripoli (Libya) – Algeria – La Coruna (Spain) – Portsmouth (UK) – Cherbourg (France) – Newcastle (UK) – Fredrikstad (Norway) – Bremerhaven (Germany) – Amsterdam – Vlissingen (the Netherlands) – Brest (France) – Lisbon (Portugal) – Casablanca – Cagliari (Italy) – Port Said – Jeddah – Aden – Mumbai (India) – Colombo – Belawan – Surabaya
  • March – November 2010: Surabaya – Jakarta – Sabang – Cochin – Salalah – Jeddah – Port Said – Volos (Greece) – Varna (Bulgaria) – Istanbul (Turkey) – Lavrion (Greece) – Tunis – Algiers – Malaga – Le Havre – Antwerp (Belgium) – Aalborg – Frederikshavn (Denmark) – Gothenburg (Sweden) – Arendal – Kristiansand (Norway) – Hartlepool (UK) – Brest – Amsterdam – Bremerhaven – Cherbourg – Cagliari – Alexandria – Limasos (Cyprus) – Jeddah – Mumbai – Colombo – Belawan – Jakarta – Surabaya
  • July – August 2011: Surabaya – Bitung – Manila – Guangzhou – Bangkok – Batam – Surabaya

Taken from The Jakarta Post

Saturday, 24 September 2011

Palestina Inginkan Perbatasan Tahun 1967


Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Jumat (23/9/2011), meminta PBB untuk menerima negara Palestina sebagai anggota penuh berdasarkan perbatasan tahun 1967, sebelum Perang Enam Hari dengan Israel, dengan Jerusalem atau Al-Quds Al-Sharif sebagai ibu kota.
Abbas menyerahkan permintaan itu dalam sebuah berkas yang berhiaskan lambang elang Palestina di depan ruang pertemuan lantai tiga Sekjen PBB Ban Ki-moon. Sekjen PBB itu segera membuka berkas tersebut untuk memeriksanya.
Abbas melambaikan salinan permintaan itu di hadapan anggota Majelis Umum PBB ketika ia mendapat tepuk tangan panjang. Abbas mengatakan, ia telah mengajukan "aplikasi bagi keanggotaan Palestina berdasarkan perbatasan pada 4 Juni 1967" dengan Jerusalem sebagai ibu kotanya.
Dia juga meminta Sekjen PBB "untuk mempercepat pengiriman permintaan kami kepada Dewan Keamanan dan menyerukan kepada para anggota Dewan Keamanan untuk mendukung keanggotaan penuh kami." Namun, AS—yang punya hak veto—telah mengancam akan menggagalkan upaya Palestina itu di Dewan Keamanan PBB. Bagi AS, juga bagi Isreal sekutunya, negara Palestina hanya bisa ada berdasarkan perundingan langsung dengan Israel.
"Di sini saya menyatakan bahwa Organisasi Pembebasan Palestina siap untuk segera kembali ke meja perundingan berdasarkan ketentuan yang disepakati... dan penghentian penuh kegiatan pemukiman," kata Abbas di hadapan Majelis Umum PBB itu.
Namun dia menegaskan, pembicaraan damai sebelumnya "membentur batu karang posisi Pemerintah Israel, yang dengan cepat meruntuhkan harapan yang sempat muncul ketika  perundingan damai kembali diadakan pada September tahun lalu."
Pemimpin Palestina itu mendapat tepuk tangan meriah dan standing ovation dari sejumlah anggota Majelis Umum PBB ketika ia memasuki lorong, tak lama setelah meminta PBB untuk mengakui negara Palestina.
Abbas berusaha untuk meyakinkan Israel dengan mengatakan, "Tujuan kami tidak untuk mendelegitimasi atau mengisolasi Israel. Sebaliknya, kami ingin mendapatkan legitimasi bagi kepentingan rakyat Palestina. Kami hanya ingin mendelegitimasi kegiatan pemukiman, pendudukan, tindakan apartheid dan logika kekuasaan kejam, serta kami percaya bahwa semua negara di dunia setuju dengan kami dalam hal ini."

Friday, 23 September 2011

Penentuan Nasib Palestina


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh rakyat Palestina. Hari ini Presiden Mahmoud Abbas secara resmi akan mengajukan keanggotaan penuh Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selama hampir sepekan isu tentang keanggotaan Palestina menjadi polemik, khususnya selama penyelenggaraan Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS). Banyak negara yang mendukung keanggotaan Palestina, tetapi ada pula penolakan atas rencana ini. Palestina dan Israel adalah dua negara yang saling berebut wilayah di Timur Tengah. Selama dua dekade, kedua pihak terus melakukan negosiasi untuk membentuk sebuah perdamaian. Tetapi selama dua dekade itu pula kegagalanlah yang dihasilkan. 
Konflik antara kedua pihak ini sudah berlangsung sejak lama, atau lebih tepatnya sejak 1948 lalu saat gerakan zionis Israel mulai menguasai Palestina. Sebelumnya, Palestina masih berada di bawah koloni Inggris hingga sejak negara itu ditaklukan oleh Raja Mesir Muhammad Ali. Tetapi pada 1940, Inggris merebut Palestina dari Inggris dan pada akhir abad 19, memulai imigrasi zionis serta menghidupkan kembali bahasa Hebrew. Pergerakan zionis terus didukung oleh Inggris selama Perang Dunia I, dengan dikeluarkannya Deklarasi Balfour pada 1917. Inggris pun menguasai Yerusalem dan mendapatkan mandat untuk menguasai wilayah Palestina pada 1922 silam. Warga non-Yahudi Palestina bergolak melawan mandat ini. Perlawanan tersebut berlangsung sejak 1920, 1929 dan 1936 dan pada puncaknya, Inggris mengumumkan penghapusan mandat tersebut pada 1947 usai Perang Dunia II khususnya setelah peristiwa holocaust. 
Sidang Majelis Umum PBB pada saat ini memutuskan pemisahan wilayah Arab dan wilayah Yahudi Palestina. Para pemimpin Yahudi mendukung keputusan PBB tersebut, tetapi tidak demikian pihak Komiter Tinggi Arab. Akhir perang pun pecah dan Israel pun mendeklarasikan negaranya pada 1948 lalu. Pada Perang Arab-Israel di tahun 1948, Israel berhasil merebut dan menguasai 26 persen wilayah dari mandat yang sudah ditentukan sebelumnya. Pada Perang Enam Hari di Juni 1967, Yordania yang sebelumnya menguasai Tepi Barat dan Mesir yang menguasai Gaza, harus kehilangan mandatnya saat kalah dari Israel dan sejak saat itu Negeri Yahudi tersebut memulai kebijakan pemukiman warga Yahudi. Inilah yang diperjuangkan Palestina selama ini. 
Setelah melakukan serangkaian perundingan dengan Israel selama kurang lebih 20 tahun, Palestina sepertinya mulai frustrasi dan saat kini pun mengajukan keanggotaan penuh di PBB. Bila diterima, keanggotaan penuh Palestina di PBB akan membawa keuntungan karena dapat membuat Palestina berdiri sejajar dengan Israel dalam setiap perundingan yang mereka lakukan. Tetapi keinginan Palestina ini bukan tanpa halangan. AS jelas-jelas menolak rencana Palestina itu dan akan menggunakan hak veto mereka. Sementara Prancis, tampak setengah hati mendukung Palestina dengan mengajukan Palestina sebagai negara pengawas. Hal serupa juga diutarakan oleh Inggris. Negeri Ratu Elizabeth tersebut, meminta Palestina untuk tidak menjadi anggota penuh tetapi lebih sebagai anggota tidak tetap. 
Dukungan pun datang dari negara pemegang hak veto seperti Rusia dan China. Tetapi meski mayoritas negara mendukung keanggotaan Palestina, bila salah satu dari negara tetap yang memegang hak veto menggunakan haknya, maka secara otomatis keinginan Palestina akan gagal. Tepat hari ini, Palestina mengajukan keanggotaan mereka secara resmi. Setelah itu, negara anggota PBB akan memberikan suara mereka mengenai rencana mencari pengakuan Palestina. Semuanya tergantung dari Palestina, apakah mampu meluluhkan AS yang sejak awal tidak menyetujui langkah Negeri Yaser Arafat ini atau tidak.

Friday, 16 September 2011

Rendang, Peringkat I Hidangan Terlezat di Dunia

Nasi goreng selalu disebut-sebut sebagai makanan khas Indonesia yang paling populer di dunia. Tetapi, siapa sangka, nasi goreng ternyata masih kalah populer dari hidangan khas Indonesia lainnya, yaitu rendang. Makanan khas Sumatera Barat ini bahkan menempati peringkat pertama dari 50 makanan yang dinilai paling lezat di dunia. Fakta ini diperoleh setelah situs CNNGo.com merilis daftar 50 makanan terlezat di dunia (World's 50 Most Delicious Foods) pada Juli lalu, dan meminta pembaca untuk memberikan voting di Facebook. Hasil dari pemungutan suara tersebut menghasilkan 10 makanan terlezat di dunia, yang urutannya adalah sebagai berikut: 
  1. Rendang, Indonesia Makanan ini menggunakan bahan dasar santan dan daging sapi, yang direbus perlahan dengan campuran bumbu serai, lengkuas, bawang putih, kunyit, jahe, dan cabai. Setelah mendidih, apinya dikecilkan dan terus diaduk hingga santan mengental dan menjadi kering. Rendang biasa ditemukan di rumah makan Minang dan sering kali disajikan dalam acara-acara seremonial. 
  2. Nasi goreng, Indonesia Dari mana sebenarnya asal nasi goreng? Indonesia, China, atau Thailand? Entahlah, yang pasti nasi goreng Indonesia-lah yang menempati urutan kedua pada daftar ini. Sedangkan nasi goreng Thailand ada di urutan ke-24. Pada dasarnya, nasi goreng terdiri atas nasi, telur, dan suwiran ayam goreng. Makanan ini sangat mudah diolah, tidak heran bila di Indonesia ada beragam jenis hidangan nasi goreng.
  3. Sushi, Jepang Bagaimana Jepang mengolah ikan dan nasi menjadi begitu lezat, itulah yang membuat sushi menjadi salah satu hidangan favorit masyarakat dunia. Ikan mentah tak kehilangan kesegarannya, dan ketika dikombinasikan dengan sayuran seperti mentimun, rasanya memang menyatu sempurna di lidah. Tak hanya lezat, sushi juga kerap dirangkai dengan begitu artistik sehingga mudah menggugah selera siapa saja.
  4. Tom yam goong, Thailand Sup yang segar ini menggunakan bahan udang, jamur, tomat, serai, lengkuas, dan daun jeruk purut. Rasanya yang asam, asin, pedas, dan manis memang membuatnya disukai banyak orang. Udang memang merupakan bahan yang paling sering digunakan, tetapi ada juga tom yam yang memakai ayam, ikan, dan campuran makanan laut lainnya. 
  5. Pad thai, Thailand Anda yang kurang begitu menggemari makanan Thailand pun pasti akan menyukai hidangan yang satu ini. Mirip dengan Bulgogi, makanan Korea yang menempati urutan ke-23, pad thai merupakan hidangan kaya nutrisi yang disatukan menjadi satu sajian mi goreng yang mewah. Rahasianya ada pada sausnya, yang merupakan adonan asam jawa. 
  6. Som tam, Thailand Som tam adalah salad Thailand yang menggunakan bahan utama pepaya. Untuk membuat salad ini, Anda perlu menyiapkan bahan lain seperti bawang putih dan cabai yang ditumbuk dengan lumpang dan ulekan. Kemudian air asam jawa, saus ikan, kacang, udang kering, tomat, air jeruk, adonan tebu, kacang buncis, dan segenggam parutan pepaya hijau. 
  7. Dim sum, Hongkong Kunjungan ke Hongkong tak akan lengkap tanpa mencicipi hidangan makan siang tradisional dari Canton ini. Dim sum menjadi populer karena bisa dinikmati oleh siapa saja, mulai dari anak-anak, orang tua, masyarakat lokal, hingga turis. Bentuknya yang kecil bisa dimakan dalam sekali suap dan, karenanya, membuat orang tak akan pernah puas menyantap satu porsi saja.
  8. Ramen, Jepang Konon, orang Jepang mengatakan, semakin lezat ramen atau hidangan mi yang Anda nikmati, Anda harus menyeruput kuah kaldunya dengan lebih keras untuk menghormati juru masaknya. Ada berbagai macam cita rasa ramen, mulai dari tekstur mi-nya, topping-nya, bumbu-bumbu, dan terutama kaldunya. Hanya dari kuah kaldunya kita bisa menilai betapa "jenius" sang juru masak.
  9. Peking duck, China Bebek peking adalah hidangan otentik Shanghai, dan boleh dibilang merupakan makanan China yang paling populer dan menjadi favorit di segala tempat. Bebek dipanggang perlahan di dalam oven sehingga menghasilkan daging yang empuk dan kulit yang renyah. Begitu kaya cita rasa kulitnya sehingga banyak rumah makan menyajikan lebih banyak kulit daripada dagingnya. Bahkan, ada sajian khusus berupa crepe isi kulit bebek peking, daun bawang, dan saus hoisin yang manis.
  10. Massaman curry, Thailand Hidangan kari yang pedas, bersantan, manis, dan gurih. Biasanya menggunakan daging sapi, tetapi sering juga memakai ayam, bebek, atau tahu. Selain itu, masakan ini berisi kacang panggang, kentang, yang dimasak dengan daun salam, saus ikan, kayu manis, kapulaga, gula aren, adas, dan saus asam jawa, serta berbagai rempah dari Indonesia, seperti kunyit, cengkih, jintan, dan pala.