Saturday, 4 October 2014
Goes bareng Ramayana Pariwisata
| Ramayana Pariwisata AA 1720 AB |
Konvoi bareng 5 Bis Ramayana Pariwisata dari Kutoarjo Ke Cikarang via Jalur Selatan Bandung. Baru masuk Jalur Utama Kutoarjo-Kebumen sudah kena Macet akibat banyak Truk yang lewat Jalur Selatan.
| Depan SAC Sumber Alam sudah macet. |
Jalur selatan yang berkelok-kelok tidak masalah bagi Pak Yayan sebagai Sopir, didaerah Majenang hanya diblong sama Murni Jaya. Selebihnya lebih banyak Ngeblong Bis yang lewat jalur selatan.
| Dibeberapa jalan kecepatannya bisa mendekati 120km/jam |
Dan ini Video kompilasi saat malam di daerah Garut, Tasikmalaya dan saar pulangnya.
Angkringan Pak Pri Kutoarjo, Tempat Kopdar BMC Area Purworejo
| Angkringan Pak Pri, Kutoarjo |
Waktu Kopdar BMC Masdusel Area Purworejo adalah tiap hari Sabtu sore. Kalau sudah jam 16.30 biasanya sudah kumpul di Angkringan Pak Pri tepatnya disebelah timur perempatan Lampu Merah Kutoarjo, Atau Depan Bakso Sukar/ Agen Damri Kutoarjo. tidak susah nyari tempat ini, karena Angkringan Pak Pri ini ada Spanduk yang bertuliskan Bismania Community Area Purworejo.
Enaknya kalau ngumpul disini, selain bisa hunting Bis juga skalian nongkrong ditemani makanan sama minuman.
Dan ini hasil beberapa jepretan saya dari Angkringan Pak Pri Kutoarjo
Wednesday, 17 September 2014
Bis Bumel Jalur Selatan
Bis Bumel merupakan sebutan masyarakat untuk Bis Kelas Ekonomi yang murah meriah. Kondisi Bis yang apa adanya yang kebanyakan merupakan bukan Bis Baru dan kondisi di dalamnya yang saat ramai sangat berjubel penumpangnya. Bukan hanya orang saja yang masuk, hewan peliharaan, barang-barang, Sepeda, pohon pernah saya lihat masuk di Bis ini.
Untuk Bis Bumel yang melewati Kutoarjo di isi oleh PO dengan Jurusan Purwokerto/ Cilacap-Jogja/ Solo diantaranya: Antar Jaya, Dahlia Indah, Aman, Mulyo, Tetap Merdeka, Raharja, Prayogo, Suharno, dll
Tuesday, 4 March 2014
Merasakan Hujan Abu Gunung Kelud
Jumat, 14 Februari 2014 pagi hari jam 05.00 WIB masih terasa petang, diluar rumah kedengaran suara gerimis. Baru sadar setelah dapat kabar dari saudara di Jogja kalau disana lagi hujan Abu..pantas saja kok banyak berjatuhan benda-benda dari atap rumah..
Pas buka Cendela ternyata benar kalau hujan abu, yang jadi pertanyaan apakah merapi batuk-batuk lagi?? ternyata setelah nyelakan TV Hujan Abunya dari Gunung Kelud. Luar biasanya padahal rumah jaraknya kurang lebih 300km arah barat dari kelud.
Padahal Kamis malam begadang sampai jam 01.00 sambil internetan belum ada kabar kalau Kelud meletus jam 11an malam. Kalau dipikir-pikir kecepatan Abu sampai kerumah melebihi kecepatan kereta, dengan jarak tempuh yang sama.
Akibat yang pertama dirasakan yang pertama adalah sudah pasti Listrik Mati, segala macam peralatan yang membutuhkan listrik pensiun dulu, bahkan ada daerah yan tidak begitu jauh listriknya mati 3 hari karena banyak pohon yang tumbang.
Pagi Hari Jam 08.00 masih gelap, serpihan abu mulai masuk rumah...Otomatis semua kegiatan Masyarakan terhenti, kecuali Sholat Jumat itu saja tidak menggunakan pengeras suara. Berjam-Jam tanpa Listrik disertai hujan abu seperti Katak dalam tempurung. Listrik mulai menyala waktu sore hari.
Hari berikutnya (sabtu, 15 Februari 2014) kegiatan masyarakat masih terganggu. Pas mau bepergian lihat jalan utama sudah ngeri, solusinya mau gak mau pakai Jas Hujan walopun akibatnya keringat bercucuran. Trus cari rute yang aman menghindari jalur utama yaitu lewat jalur kampung yang masih jarang dilewati biar gak terlalu kena Polusi.
Hari Ketiga (minggu) juga Masih sama, Hujan yang ditunggu juga belum datang...setiap kali dibersihiin, nggak lama yang di dalam rumah kotor lagi...Harapan yang ditunggu-tunggu datang juga..minggu malam hujan turun dengan derasnya... Alhamdullillah...sedikit mengurangi abu yang ada diatas rumah dan pepohonan walopun belum bener-bener bersih..
Tanya kabar saudara yang diJogja ternyata baru Hujan Hampir 1 Minggu setelah Hujan Abu melanda.
Inilah ke dua kalinya merasakan kedahsyatan Hujan Abu, Hingga sapai sekarang Pun belum hilang sepenuhnya..
Thursday, 26 December 2013
Banjir di Purworejo Bagian Barat
Baru kali ini didaerah saya terkena banjir begitu parah. Biasanya kalau hanya air menggenang itu biasa, beberapa saat terus surut.
Kamis malam (19/12/13) memang sudah terasa kalau mau hujan, tapi nggak nyangka kalau hujannya deras. Jam 21.30 hujan mulai turun dan semakin malam semakin deras, anehnya semalaman hujan nggak ada sama sekali Kilat maupun Gledeg (halilintar). Sampai subuh hujan masih turun, pas sekitar jam 6 keluar rumah ternyata airnya sudah mulai menggenang. Jam 8 hujan mulai berkurang, tapi nggak lama hujan deras lagi rencana mau keluar rumah tertunda karena air didepan rumah air masih tinggi beresiko kalau dilewati motor.
Jumat (20/12/13) Jam 10 pagi keluar rumah, ternyata hampir semuanya tergenangi air, bahkan air sungai didepan rumah sampai meluap. Ada sebagian rumah yang sudah kemasukan air. Bisa ditebak, kalau air sudah menggenangi sekitar rumah berarti didaerah pesawahan lebih parah. Lihat kondisi dijalan raya Desa ternyata banyak kendaraan yang putar arah karena beberapa tempat jalannya tergenangi air terutama yang melewati sungai. Ketinggian air ada yang mencapai lutut orang dewasa.
Hampir 24 jam Hujan turun terus menerus ditambah aliran listrik yang padam. Sampai Jumat malam sekitar jam 22.00 lihat keluar rumah ternyata airnya sudah surut.
Hari Sabtu (21/12/13) Jalan Pituruh-Kemiri tidak seperti biasanya, banyak kendaraan bahkan Bus-Bus Besar(AKAP) yang Lewat. Ternyata Jalan Utama Kebumen-Kutoarjo tergenang banjir tepatnya dari sekitar perbatasan sampai daerah Butuh. Tentu saja jalan pituruh-kemiri yang sempit harus dilewati kendaraan yang besar hasilnya tentu saja macet.
Pengalihan Jalur Mulai dari Prembun dialihkan ke arah Wadaslintang sampai Kabuaran dibelokkan ke kanan menuju Pituruh dan Kemiri kemudian dibelokkan ke arah Kutoarjo. Beruntung pengalihan ini hanya berlangsung di Hari Sabtu dan Minggu.
Daerah yang terkena Banjir paling parah yaitu Kec. Butuh keselatan hingga Kec. Grabag bagian barat.
Sampai Hari Ke-5 ( Selasa 24/12) Disekitar jalan utama Kutoarjo-Prembun masih bisa dilihat air yang menggenang dirumah-rumah terlebih lagi dipesawahan seperti Danau dadakan.
Fenomena lain dari bencana banjir yang dimanfaatkan warga adalah banyaknya ikan peliharaan yang hanyut, sehingga banyak pemancing yang datang menyerbu daerah banjir.
Wednesday, 25 September 2013
Tampilan Baru Google Chrome
Ada yang beda dengan tampilan Google Chrome hari ini Rabu, 25 September 2013. Ketika Buka pertama kali tampilannya seperti dibawah ini:
Intinya, untuk web yang sering disinggahi berada dibawah kotak penelusuran dan tampilannya lebih kecil lagi dari sebelumnya.
Sedangkan untuk aplikasi yang berafiliasi dengan Google misalnya Google+, youtube, Google Drive, Google Maps, dll berada di ikon sebelah kanan atas. Untuk apps berada di kiri atas.
Demikian juga untuk tampilan tab baru yang kita tambahkan, tampilannya sama.
Subscribe to:
Posts (Atom)





