Monday, 20 December 2010

Umur Berapa Otak Manusia Berkembang Optimal?


Selama satu dasawarsa, orang begitu percaya otak manusia tumbuh optimal saat usia dini dan tidak terlalu berharap pada perkembangan otak manusia saat dewasa. Tapi kini peneliti menemukan hal yang sebaliknya.

Sebagian besar orang berpikir dirinya akan memiliki kematangan berpikir ketika berusia 21 tahun. Namun saat ini hal tersebut tidak terbukti, karena otak terus berkembang dan mencapai kematangannya ketika seseorang berusia 40-an tahun.

Hasil studi scan otak telah menunjukkan bahwa korteks prefrontal, yaitu daerah otak yang tepat berada di belakang dahi akan terus mengalami perubahan bentuk dan berkembang sampai ia berusia 30-an hingga 40-an tahun.

Hasil temuan ini sangat signifikan, karena korteks prefrontal adalah area utama dari otak dan sering dianggap sebagai kunci pembentukan seorang manusia. Daerah ini berkaitan dengan pengambilan keputusan, interaksi sosial dan sebagian besar ciri kepribadian lainnya.

"Selama sekitar 10 tahun yang lalu, kita banyak mengasumsikan bahwa otak manusia berhenti berkembang saat usia dini. Tapi sekarang kita mengerti dan memiliki kebenaran baru bahwa otak manusia terus berkembang selama beberapa dekade," ujar Profesor Sarah-Jayne Blakemore, seorang ahli saraf dari University College London, seperti dikutip dari Telegraph, Senin (20/12/2010).

Profesor Sarah menuturkan area otak yang perkembangannya berjalan paling panjang adalah bagian depan otak yaitu korteks prefrontal bagian kanan. Bagian otak ini terlibat dalam fungsi kognitif yang tinggi serta berkaitan dengan pemahaman terhadap orang lain.

"Daerah otak ini mulai berkembang pada anak usia dini, lalu mengalami reorganisasi di akhir masa remaja dna terus berkembang dengan baik hingga seseorang berusia 30-an dan 40-an tahun," ungkapnya.

Latihan Soal Kelas X SMK Teknik


1. Latihan Soal Semester gasal kelas X (a) Download
2. Latihan Soal Semester gasal kelas X (b) Download
3. Latihan Soal Semester Genap kelas X Download

TEKNIK PENYAJIAN BAHAN AJAR MATEMATIKA


ilustrasi
Agar hasil belajar siswa baik dan meningkatkan efektifitas pembelajaran matematika menurut Al. Krismanto (2003) ada beberapa teknik penyajian bahan ajar Matematika. Antara lain:

a. Teknik Menjelaskan
Menjelaskan merupakan salah satu bagian penting dalam proses kegiatan belajar mengajar. Karena teknik ini sangat perlu dikuasai guru, namun dengan guru senantiasa membatasi diri agar tidak terjebak ke ceramah murni yang menghilangkan peranan siswa kecuali hanya mendengarkan atau bahkan hanya mendengarkan yang dikemukakan guru.

b. Teknik Bertanya
Ada pepatah dalam pengajaran: “Question is the heart of the teaching”, artinya “Pertanyaan adalah jantungnya pengajaran”. Dengan demikian, pengajaran tanpa bertanya adalah pengajaran yang gersang. Untuk menggunakan tanya jawab, perlu diketahui tujuan mengajukan pertanyaan, jenis dan tingkat pertanyaan, serta teknik mengajukan pertanyaan.

c. Diskusi
Teknik diskusi perlu dikembangkan sebagai salah satu bentuk kegiatan yang menunjang pada keterampilan hidup (life skill) yang berkaitan dengan kemempuan umum yang harus dimiliki setiap warga masyarakat, karena life skill itu lebih berfokus pada pengembangan kemampuan siswa untuk bersosialisasi, berinteraksi sosial, dan keterampilan-keterampilan hidup lainnya dalam masyarakat.

d. Penemuan Terbimbing
Dalam menggunakan metode penemuan terbimbing, peranan guru adalah menyatakan persoalan, kemudian membimbing siswa untuk menemukan penyelesaian dari persoalan itu dengan perintah-perintah atau dengan lembar kerja. Siswa mengikuti petunjuk dan menemukan sendiri penyelesaiannya. Penemuan terbimbing biasanya dilakukan dengan bahan yang dikembangkan pembelajarannya secara induktif. Guru harus yakin benar bahwa bahan yang ditemukan sungguh secara matematis dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

e. Pemecahan Masalah
Sebagian besar ahli pendidikan matematika mengatakan bahwa masalah merupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon. Mereka menyatakan juga bahwa tidak semua pernyataan otomatis akan menjadi masalah. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan yang tidak dapat dipecahkan oleh suatu prosedur rutin yang sudah diketahui oleh pelaku.

f. Model Investigasi
Pada investigasi, siswa bekerja secara bebas, individual atau berkelompok. Guru hanya bertindak sebagai motivator dan fasilitator yang memberikan dorongan siswa untuk dapat mengungkapkan pendapat/pemikiran mereka serta menggunakan pengetahuan awal mereka dalam memahami situasi yang baru. Sikap dan kemauan siswa dalam menggunakan pendekatan investigasi tidak terlepas dari kegemaran siswa akan matematika, pemahaman siswa tentang kegunaan matematika, dan keberanian siswa untuk membentuk sendiri pengetahuan matematika mereka.

g. Demonstrasi/Peragaan
Guru menunjukkan atau memperlihatkan suatu model atau suatu proses. Teknik ini hanya efektif bila digunakan hanya sebagai bagian dari kegiatan lain yang memberikan kemungkinan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Demonstrasi digunakan utamanya bila alatnya cukup “membahayakan” siswa atau karena keterbatasan banyaknya alat. Namun ukuran bahan atau alat demonstrasi seharusnya memungkinkan siswa untuk melihat yang didemonstrasikan.

h. Eksperimen/ Kerja Praktik dan Hands On Mathematics
Siswa melakukan percobaan (eksperimen) dengan alat secara individual atau kelompok. Teknik ini sama dengan demonstrasi, perbedaannya adalah bahwa dalam hal ini siswa lebih aktif dan diharapkan mereka menemukan berbagai hal yang terkait dengan pembelajaran baik kognitif, psikomotorik, maupun afektif.
Kegiatan lain yang melibatkan kegiatan praktik atau eksperimen adalah yang dikenal Hands on Mathematics (matematika dengan sentuhan tangan atau mengutak-atik obyek dengan tangan). Hands on Mathematics ini merupakan kegiatan pengalaman belajar dalam rangka penemuan konsep atau prinsip matematika melalui kegiatan eksplorasi, investigasi, dan konklusi yang melibatkan aktivitas fisik, mental dan emosional.

i. Model Proyek atau Matematika di luar Kelas (Outdoor Mathematics)
Beberapa skill dalam matematika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kegiatan yang berkaitan dengan statistik. Kegiatan ini dilakukan diluar kelas, dan sebaiknya didalam kelompok. Siswa hanya diberikan tugas dan siswa sendiri yang membuat perencanaannya dan melakukan pekerjaannya, serta membuat laporannya secara tertulis. Yang berkaitan dengan statistik ini dapat dilakukan di tepi jalan dekat sekolah mereka misalnya untuk menghitung banyaknya kendaraan yang lewat kaitannya dengan jenis atau perbedaan kurun waktunya.Hal ini dilakukan bukan hanya yang berkaitan dengan statistik, tetapi misalnya dengan pengukuran: tinggi gedung, tinggi pohon, perkiraan luas suatu daerah dan sebagainya yang berkaitan dengan trigonometri.

Saturday, 18 December 2010

download soal UN matematika


1. Download Soal UAN Matematika SMK disini
2. Download Soal UAN Matematika SMP disini
3. Download Soal UAN Matematika SMA IPA disini
4. Download Soal UAN Matematika SD disini

Sejarah Kopi Luwak


Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram.
Asal mula Kopi Luwak terkait erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah bibit kopi arabika yang didatangkan dari Yaman. Pada era "Tanam Paksa" atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna. Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak.Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak zaman kolonial.
Gambar Kopi luwak asli

Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak. Dan konon, rasa kopi luwak ini memang benar-benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi.

Korea ‘Demam’ Kopi Luwak, Secangkir Mungil Dihargai Rp 400.000


Apresiasi terhadap produk kopi luwak Indonesia di negeri ginseng Korea sangat luar biasa. Kopi luwak sudah menjadi gengsi tersendiri bagi masyarakat Korea perkotaan pada umumnya.

Atase Perdagangan KBRI Indonesia di Korea Dody Edward mengungkapkan, harga secangkir kecil kopi luwak Indonesia di Korea dihargai hingga 50.000 Won Korea atau setara Rp 400.000. Kondisi ini menjadi pasar yang menggiurkan bagi produk kopi Luwak Indonesia.

“Orang Korea itu latah, disana kopi luwak sudah menjadi prestise,” katanya saat ditemui di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/10/2010).

Saat ini saja kata Dody, setiap pojok di perkotaan korea sudah mulai demam kopi khususnya kopi luwak. Meminum kopi luwak, lanjut Dody sudah menjadi gaya hidup tersendiri bagi masyarakat Korea di perkotaan.

“Kopi luwak menjadi prestise di hotel harganya 50.000 won, atau setara Rp 400.000,” katanya.

Ia menambahkan permintaan ekspor kopi Indonesia keseluruhan ke Taiwan setiap tahunnya mencatatkan angka yang mencengangkan. Perkembangan dari 2008 ekspor kopi Indonesia ke Korea hanya US$ 1,66 juta sementara pada tahun 2009 telah mencapai US$ 10,417 juta.

“Periode Januari-Juli 2010 ekspor kopi ke Korea sudah naik 96%, yaitu US$ 6,2 juta, periode yang sama tahun lalu hanya US$ 3,1 juta,” katanya.

Melihat kondisi ini pihaknya akan menggenjot terus promosi dan pemasaran produk kopi Indonesia termasuk kopi luwak. Rencananya ia juga akan merangkul Kementerian Pertanian dan pemda-pemda penghasil kopi di Tanah Air.

“Memang khusus untuk kopi luwak permasalahannya ada pada sertifikasi, belum ada lembaga yang menyatakan kalau itu asli atau tidak,” katanya.

Ken Soetanto, Orang Indonesia Peraih Gelar Profesor dan Empat Doktor di Jepang


Mungkin ada yang belum pernah mendengar mengenai Prof. Dr. Ken Soetanto. Putra bangsa yang satu ini merupakan salah satu contoh profil dengan segudang prestasi. Bayangkan saja, 31 paten internasional atas karya-karyanya yang mayoritas dalam bidang elektronika, teknologi informasi, penemuan pengobatan kanker, dan teknik imaging serta bidang farmasi telah tercatat resmi di pemerintah Jepang. Lebih hebatnya, pria kelahiran Surabaya ini berhasil menggondol gelar profesor dan empat doktor dari sejumlah universitas di Jepang pada usia 37 tahun.

Pada tahun 1988-1993, Soetanto yang juga direktur Clinical Education and Science Research Institute (CERSI) ini menjadi associate professor di Drexel University dan School Medicine at Thomas Jefferson University, Philadelphia, USA. Ia juga pernah tercatat sebagai profesor di Biomedical Engineering Program University of Yokohama (TUY). Saat ini Prof Ken Sutanto tercatat sebagai prosefor di almameternya, School of International Liberal Studies (SILS) Waseda University, dan profesor tamu di Venice International University, Italia.

Gelar itu dirangkap dengan jabatan wakil dekan di Waseda University. Kemampuan otak pria kelahiran 1951 ini sungguh brilian karena mampu menggabungkan empat disiplin ilmu berbeda. Itu terungkap dari empat gelar doktor yang diperolehnya. Yakni, bidang Applied Electronic Engineering di Tokyo Institute of Technology, Medical Science dari Tohoku University, dan Pharmacy Science di Science University of Tokyo. Yang terakhir adalah doktor bidang ilmu pendidikan di almamater sekaligus tempatnya mengajar Waseda University.

Di luar status kehormatan akademik itu, Prof Ken Soetanto juga masuk birokrasi di Negeri Sakura dan tercatat sebagai komite pengawas (supervisor committee) di METI (Japanese Ministry of Economy, Trade, and Industry atau semacam Menko Perekonomian di RI). Selain itu, beliau juga ikut membidani konsep masa depan Jepang dengan menjadi Japanese Government 21st Century Vision.

Di antara segudang prestasi itu, bisa jadi yang paling membanggakan, khususnya bagi warga Surabaya, adalah latar belakang sekolah dasar dan menengahnya yang ternyata dihabiskan di kota buaya. Soetanto muda mengenyam pendidikan SD swasta di Kapasari, SMP Baliwerti, dan SMA Budiluhur yang dulu menjadi jujugan sekolah warga keturunan Tionghoa.

Soetanto mengaku belum puas. Obsesi terpendamnya adalah bagaimana karya akademisnya bisa dinikmati orang lain. “Saya berbahagia bila bisa menyenangkan orang lain,” katanya mengungkap visi hidupnya.

Thursday, 16 December 2010

Ranking FIFA Timnas Indonesia Melesat


Hasil gemilang di Piala AFF berhasil mendongkrak posisi tim nasional Indonesia di ranking FIFA. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan melesat delapan tingkat ke posisi 127. Ini merupakan posisi terbaik tim "Merah Putih" sepanjang tahun 2010.

"Garuda" bermain impresif di Piala AFF dengan lolos sebagai juara grup sekaligus menyapu bersih semua laga. Tim besutan Alfred Riedl itu juga memiliki agresivitas gol yang mengagumkan, yakni mencetak 13 gol dan hanya kebobolan 2 gol. Maka tak heran, perolehan poin timnas melesat menjadi 211 poin.

Bulan lalu, timnas hanya berada di posisi 135 dengan 172 poin. Adapun sepanjang tahun ini, Indonesia rata-rata hanya berada di urutan 135 hingga 138. Ranking terendah timnas terjadi pada September 2010, di mana Firman Utina dan kawan-kawan menempati urutan ke-141. Untuk kelas Asia Tenggara, Indonesia saat ini hanya kalah dari Thailand yang menempati peringkat 121.

Sementara tiga semifinalis Piala AFF lainnya, yakni Malaysia, Vietnam, dan Filipina, posisinya masih berada di bawah Indonesia. Viernam menduduki peringkat 137, Malaysia 144, dan Filipina di posisi 150.

Posisi puncak mutlak menjadi milik juara dunia Spanyol. Begitu juga tempat kedua dan ketiga yang diduduki runner-up Piala Dunia, Belanda, dan semifinalis Piala Dunia, Jerman. (FIFA)

Ranking FIFA Desember 2010:
1. Spanyol
2. Belanda
3. Jerman
4. Brasil
5. Argentina
6. Inggris
7. Uruguay
8. Portugal
9. Mesir
10. Kroasia
127. Indonesia

Sayangi Jantung Anda, Jangan Minum Air Es Setelah Makan


Anda suka minum air dingin setelah makan? Jika iya, sebaiknya kebiasan itu segera dihentikan. Apa pasal? Menurut ilmu kedokteran, minum air dingin setelah makan akan membekukan makanan berminyak yang baru dikonsumsi.

Pembekuan itu disinyalir akan memperlambat pencernaan. Sekali saja “mengendap” bereaksi dengan asam, akan merusak dan diserap usus lebih cepat dari pada makanan padat, dan akan membatasai usus. Segera setelah itu, akan menimbun menjadi lemak dan menjadi penyebab kanker.

Memang, minum es terasa segar. Tapi air itu akan membekukan makanan berminyak yang kita santap, apalagi makanan berlemak. Lemak itu akan terbentuk dalam usus dan akan mengakibatkan kegemukan.

Biasanya, orang yang terlalu gemuk akan mudah terserang berbagai penyakit, terutama penyakit jantung. Karenanya, setelah menyantap makanan minumlah air panas atau hangat yang akan mencairkan segala makanan berlemak sehingga mudah diserap tubuh.

Terapi Air
Tidak selamanya air (putih) membahayakan. Jika Anda tahu kapan waktu terbaik untuk meminum air itu, manfaatnya akan sangat besar. Di Jepang, saat ini sedang popular minum air setelah bangun pagi.

Test ilmiah telah membuktikan keampuhannya. Terapi air ini telah membuktikan sukses oleh kumpulan pengobatan Jepang unguk penyakit lama dan serius, termasuk penyakit modern. Sebut saja misalnya sakit kepala, sakit badan, system jantung, arthritis, detak jantung cepat, epilepsi, kelebihan berat badan, asma bronchitis, penyakit ginjal dan urin, muntah-muntah, asam lambung, diare, diabetes, susah buang air besar, semua penyakit mata, rahim, kanker, datang bulan lancar, serta penyakit telinga, hidung dan kerongkongan.

Jika Anda tertarik, berikut ini metode terapi yang bisa dipraktikan :

* Setelah Anda bangun pagi sebelum menggosok gigi, minum 4×160 gelas air.
* Gosok dan bersihkan mulut tetapi jangan makan ataupun minum apapun selama 45 menit.
* Setelah 45 menit Anda boleh makan dan minum seperti biasa.
* Untuk Anda yang belum dapat minum 4 gelas air pada saat memulai, bisa digantikan dengan minum sedikit air terlebih dahulu dan kemudian ditingkatkan secara berkala hingga 4 gelas perhari.

Efek Samping Obat yang Menguntungkan


Hampir semua obat memiliki efek samping dan selalu dianggap sebagai suatu hal yang buruk. Tapi ternyata ada beberapa efek samping obat yang justru membawa keberuntungan.

Beberapa studi berhasil menunjukkan efek samping positif dari suatu obat yang bisa memberikan manfaat. Misalnya peneliti AS menemukan efek samping terapi hormon estrogen untuk mengatasi menopause bisa membantu mengurangi risiko terkena kanker payudara. Lalu viagra yang awalnya digunakan sebagai obat serangan jantung, justru bisa bermanfaat sebagai obat impotensi.

"Namun kita tidak harus mengonsumsi obat tertentu yang tidak diperlukan dengan harapan bisa mendapatkan efek sampingnya saja," ujar Neal Patel, juru bicara Royal Pharmaceutical Society, seperti dikutip dari Dailymail, Rabu (15/12/2010).

Selain itu ada pula beberapa efek samping positif yang bisa didapatkan dari obat-obatan tertentu, yaitu:

1. Obat tetes mata untuk pertumbuhan rambut
Obat tetes mata yang digunakan untuk pengobatan glaukoma ternyata bisa membantu meningkatkan pertumbuhan rambut dan juga bulu mata. Obat tetes mata ini bekerja untuk mengatasi tekanan bola mata, tapi pada beberapa pasien bisa memicu pertumbuhan rambut di kepala, bulu mata dan alis yang lebih tebal serta lebih gelap.

2. Obat diabetes bisa mencegah kanker
Peneliti dari Oxford University menuturkan obat diabetes tipe 2 yaitu Metformin bisa mengurangi risiko terkena kanker. Penderita diabetes diketahui berisiko terkena beberapa jenis kanker, tapi studi menunjukkan risiko ini bisa dikurangi ketika seseorang mengonsumsi metformin untuk membantu mengontrol kadar gula darahnya.

3. Obat statin bisa meningkatkan kehidupan seks pria
Statin adalah obat penurun kolesterol yang banyak digunakan orang untuk melindunginya dari penyakit jantung. Tapi ternyata obat ini juga bisa membantu kehidupan seksual laki-laki yang tidak mampu merespons viagra. Selain itu Dr Stephen Freeland dari University of Maryland menuturkan statin juga memiliki peran penting dalam memperlambat pertumbuhan kanker prostat.

4. Pil kontrasepsi bisa mengurangi risiko kanker ovarium
Kontrasepsi oral bisa mengurangi risiko kanker ovarium. Perempuan yang mengonsumsi kontrasepsi oral kombinasi (mengandung estrogen dan progesteron) bisa mengurangi risiko kanker ovarium sebesar 20 persen.

5. Aspirin untuk mengatasi depresi
Sebuah studi dalam jurnal Psychotherapy And Psychosomatics menunjukkan aspirin bisa memiliki efek mengurangi depresi di otak. Peneliti Australia menuturkan efek samping ini kemungkinan berasal dari aliran darah yang meningkat dan berkurangnya peradangan.

6. Valium untuk mengontrol nyeri
Diazepam atau dikenal dengan valium pada awalnya diresepkan untuk mengatasi kecemasan. Tapi sifatnya yang bisa membuat rileks meluas hingga ke otot, sehingga efek samping dari diazepam yang meluas ini diakui dan diresepkan untuk mengontrol rasa nyeri dan kejang otot.

7. Terapi penggantian hormon bisa meningkatkan otak
Ilmuwan dari Durham University menemukan perempuan menopause yang menggunakan terapi penggantian hormon (hormon replacement theraphy/HRT) bisa lebih baik dalam melakukan tugas yang melibatkan koordinasi motorik halus.
http://www.detikhealth.com

Wednesday, 15 December 2010

Masjid Ijabah, Saksi Cinta Sang Nabi


Masjid Ijabah tampak bersahaja. Terlebih bila dibandingkan Masjid Nabawi yang besar dan megah, masjid ini terlihat kecil. Tapi inilah masjid yang menjadi saksi begitu besarnya cinta Nabi Muhammad kepada umatnya.

Di sinilah, Nabi Muhammad memanjatkan tiga doa untuk keselamatan umat Islam.

Imam Muslim meriwayatkan, suatu hari Rasulullah datang dari gunung dan ketika melewati Masjid Bani Mu'awiyah beliau masuk dan salat dua rakaat dan kemudian berdoa sangat lama.

Usai berdoa, Rasulullah berkata, saya telah memohon kepada Tuhan tiga hal. Ia mengabulkan yang dua dan menolak yang satu. Pertama, aku mohon kepada Tuhan agar tidak membinasakan umatku dengan kekeringan dan kelaparan, Ia mengabulkannya.

Kedua, aku mohon agar tidak membinasakan umatku dengan menenggelamkannya, Ia pun mengabulkan. Ketiga, aku mohon agar tidak ada fitnah dan perbedaan di antara mereka, tetapi Ia tidak mengabulkannya.

Masjid Ijabah terletak di Jalan Malik Faisal, atau di sebelah utara pemakaman Baqi. Awalnya masjid ini bernama Masjid Mu'awiyah. Namun karena Rasulullah pernah berdoa di dalamnya, namanya diganti menjadi Masjid Ijabah.

Kami, wartawan Media Center Haji (MCH) tiba di Masjid Ijabah, habis zuhur. Saat itu, tidak banyak jamaah yang datang. Karena saya perempuan, saya pun masuk ke ruang salat untuk perempuan.

Di dalam masjid, tampak dua shaf perempuan yang semuanya mengenakan abaya hitam-hitam. Seperti umumnya warga Arab Saudi, dengan memakai abaya lengkap dengan kerudung warna hitamnya, jamaah wanita langsung salat.

Penampilan saya tentu terlihat berbeda dibanding jamaah wanita lainnya. Saya mengenakan seragam petugas haji Indonesia, celana panjang biru tua dengan kemeja warna biru muda plus rompi dan kerudung putih.

Saya tidak membawa mukena, maka dengan seragam petugas haji itu saya langsung salat tahiyatul masjid dan lalu disambung salat zuhur. Saya tahu sejumlah jamaah memperhatikan saya. Terlebih saya sendirian saja masuk Masjid Ijabah.

Usai saya salat, seorang perempuan mendekati saya. "Assalamu'alaikum," katanya. Setelah salamnya kujawab, ia bertanya "Indonesi?" Yes, jawab saya.

Perempuan itu lalu menyalami saya. Merangkul dan kemudian mengangkat kedua tangannya, memanjatkan doa-doa untuk saya dalam bahasa Arab.

Setelah itu ia mengecup kening saya dan mengucapkan salam. Ia lalu pergi meninggalkan saya yang masih terpana dengan sambutan ramahnya. Mungkin karena sepi pengunjung, maka saya mendapat sambutan demikian ramah di Ijabah.

Masjid Ijabah memiliki luas 1.000 meter persegi. Tentu masjid ini terlihat mungil bila dibandingkan dengan Masjid Nabawi yang luas halamannya saja mencapai 235 meter persegi.

Ada dua kubah di masjid ini. Kubah di depan masjid setinggi 11,70 meter dengan diameter 9,5 meter. Kubah ini tidak dilengkapi dengan bulan sabit. Sementara kubah di sudut sebelah tenggara lebih tinggi yakni 36 meter tingginya termasuk dengan bulan sabitnya.
http://www.detiknews.com

Jogja Tetap dan Akan Selalu Istimewa


Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.
Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Hindia Belanda setelah kekalahan Jepang.
Pada saat itu kekuasaan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat meliputi:
Kabupaten Kota Yogyakarta dengan bupatinya KRT Hardjodiningrat,
Kabupaten Sleman dengan bupatinya KRT Pringgodiningrat,
Kabupaten Bantul dengan bupatinya KRT Joyodiningrat,
Kabupaten Gunungkidul dengan bupatinya KRT Suryodiningrat,
Kabupaten Kulonprogo dengan bupatinya KRT Secodiningrat.
Sedangkan kekuasaan Kadipaten Pakualaman meliputi:
Kabupaten Kota Pakualaman dengan bupatinya KRT Brotodiningrat,
Kabupaten Adikarto dengan bupatinya KRT Suryaningprang.
Dengan memanfaatkan momentum terbentuknya Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Daerah Yogyakarta pada 29 Oktober 1945 dengan ketua Moch Saleh dan wakil ketua S. Joyodiningrat dan Ki Bagus Hadikusumo, maka sehari sesudahnya, semufakat dengan Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta, Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII mengeluarkan dekrit kerajaan bersama (dikenal dengan Amanat 30 Oktober 1945 ) yang isinya menyerahkan kekuasaan Legeslatif pada Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta. Mulai saat itu pula kedua penguasa kerajaan di Jawa bagian selatan mengeluarkan dekrit bersama dan memulai persatuan dua kerajaan.
Semenjak saat itu dekrit kerajaan tidak hanya ditandatangani kedua penguasa monarki melainkan juga oleh ketua Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta sebagai simbol persetujuan rakyat. Perkembangan monarki persatuan mengalami pasang dan surut. Pada 18 Mei 1946, secara resmi nama Daerah Istimewa Yogyakarta mulai digunakan dalam urusan pemerintahan menegaskan persatuan dua daerah kerajaan untuk menjadi sebuah daerah istimewa dari Negara Indonesia. Penggunaan nama tersebut ada di dalam Maklumat No 18 tentang Dewan-Dewan Perwakilan Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (lihat Maklumat Yogyakarta Nomor 18 Tahun 1946 ). Pemerintahan monarki persatuan tetap berlangsung sampai dikeluarkannya UU No 3 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengukuhkan daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman adalah bagian integral Negara Indonesia.
"(1) Daerah yang meliputi daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman ditetapkan menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Daerah Istimewa Yogyakarta adalah setingkat dengan Provinsi."(Pasal 1 UU No 3 Tahun 1950)
Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) adalah provinsi tertua kedua di Indonesia setelah Jawa Timur, yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian Indonesia. Provinsi ini juga memiliki status istimewa atau otonomi khusus. Status ini merupakan sebuah warisan dari zaman sebelum kemerdekaan. Kesultanan Yogyakarta dan juga Kadipaten Paku Alaman, sebagai cikal bakal atau asal usul DIY, memiliki status sebagai “Kerajaan vasal/Negara bagian/Dependent state” dalam pemerintahan penjajahan mulai dari VOC , Hindia Perancis (Republik Bataav Belanda-Perancis), India Timur/EIC (Kerajaan Inggris), Hindia Belanda (Kerajaan Nederland), dan terakhir Tentara Angkatan Darat XVI Jepang (Kekaisaran Jepang). Oleh Belanda status tersebut disebut sebagai Zelfbestuurende Lanschappen dan oleh Jepang disebut dengan Koti/Kooti. Status ini membawa konsekuensi hukum dan politik berupa kewenangan untuk mengatur dan mengurus wilayah [negaranya] sendiri di bawah pengawasan pemerintah penjajahan tentunya. Status ini pula yang kemudian juga diakui dan diberi payung hukum oleh Bapak Pendiri Bangsa Indonesia Soekarno yang duduk dalam BPUPKI dan PPKI sebagai sebuah daerah bukan lagi sebagai sebuah negara.
Tanggal 18 atau 19 Agustus 1945, Sultan Hamengku Buwono IX (HB IX) dan Sri Paduka Paku Alam VIII (PA VIII) mengirimkan ucapan selamat kepada Soekarno-Hatta atas kemerdekaan Indonesia dan atas terpilihnya mereka sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Selain itu juga dikirimkan ucapan terima kasih kepada KRT Rajiman Wediodiningrat (mantan ketua BPUPKI) dan Penguasa Jepang Nampoo-Gun Sikikan Kakka dan Jawa Saiko Sikikan beserta stafnya. Pada 19 Agustus 1945 Yogyakarta Kooti Hookookai mengadakan sidang dan mengambil keputusan yang pada intinya bersyukur pada Tuhan atas lahirnya Negara Indonesia, akan mengikuti tiap-tiap langkah dan perintahnya, dan memohon kepada Tuhan agar Indonesia kokoh dan abadi.
Sidang PPKI Membahas Daerah Istimewa (19-08-1945)
Di Jakarta pada 19 Agustus 1945 terjadi pembicaraan serius dalam sidang PPKI membahas kedudukan Kooti. Sebenarnya kedudukan Kooti sendiri sudah dijamin dalam UUD, namun belum diatur dengan rinci. Dalam sidang itu Pangeran Puruboyo, wakil dari Yogyakarta Kooti, meminta pada pemerintah pusat supaya Kooti dijadikan 100% otonom, dan hubungan dengan Pemerintah Pusat secara rinci akan diatur dengan sebaik-baiknya. Usul tersebut langsung ditolak oleh Soekarno karena bertentangan dengan bentuk negara kesatuan yang sudah disahkan sehari sebelumnya. Puruboyo menerangkan bahwa banyak kekuasaan sudah diserahkan Jepang kepada Kooti, sehingga jika diambil kembali dapat menimbulkan keguncangan.
Ketua Panitia Kecil PPKI untuk Perancang Susunan Daerah dan Kementerian Negara , Oto Iskandardinata, dalam sidang itu menanggapi bahwa soal Kooti memang sangat sulit dipecahkan sehingga Panitia Kecil PPKI tersebut tidak membahasnya lebih lanjut dan menyerahkannya kepada beleid Presiden. Akhirnya dengan dukungan Mohammad Hatta, Suroso, Suryohamijoyo, dan Soepomo, kedudukan Kooti ditetapkan status quo sampai dengan terbentuknya Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah. Pada hari itu juga Soekarno mengeluarkan piagam penetapan kedudukan bagi kedua penguasa tahta Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alaman.Piagam tersebut baru diserahkan pada 6 September 1945 setelah sikap resmi dari para penguasa monarki dikeluarkan.
Dekrit Resmi Kerajaan Untuk Berintegrasi kepada RI (Sept 1945)
Pada tanggal 1 September 1945, Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) Yogyakarta dibentuk dengan merombak keanggotaan Yogyakarta Kooti Hookookai. Pada hari yang sama juga dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). Usai terbentuknya KNID dan BKR, Sultan HB IX mengadakan pembicaraan dengan Sri Paduka PA VIII dan Ki Hajar Dewantoro serta tokoh lainnya. Setelah mengetahui sikap rakyat Yogyakarta terhadap Proklamasi, barulah Sultan HB IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Sri Paduka PA VIII pada hari yang sama.

Agar Mata Tak Cepat Lelah Saat di Depan Komputer


Di era globalisasi, kebanyakan orang tak bisa jauh dari komputer dan berbagai gadget lainnya. Orang bahkan bisa menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja di depan komputer. Tapi hal ini bisa membuat mata cepat lelah atau bahkan mengalami gangguan penglihatan. Bagaimana mengatasinya?

"Selain sinar matahari, sering bekerja di depan komputer juga bisa membuat mata mengalami penurunan daya penglihatan, apalagi orang sekarang kayaknya nggak bisa lepas dari komputer," jelas Dr Rini Mahendrastari Singgih, SpM, Paed.Opthal dari Mahendra Indonesia Eye Clinic, Rabu (15/12/2010).

Menurut Dr Rini, komputerisasi dan gadget dapat menyebabkan Computer Vision Syndrome (CVS), yaitu keluhan mata dan penglihatan akibat bekerja menggunakan komputer terlalu lama.

Computer Vision Syndrome biasanya terjadi karena sistem pencahayaan yang salah, kurang berkedip dan juga posisi duduk yang tidak benar.

Gejala CVS bisa meliputi sebagai berikut:

1. Mata merah, pedih dan berair
2. Mata kering
3. Mata terasa lelah
4. Kelopak mata atau dahi terasa berat
5. Sakit kepala atau migrain (sakit kepala sebelah)
6. Rasa sakit pada bahu


Selain mengalami CVS, sering bekerja di depan komputer juga bisa menyebabkan miopia (rabun jauh), tekanan bola mata tinggi (glaukoma) dan tarikan pada otot luar bola mata.

Dr Rini memberikan beberapa cara yang dapat dilakukan agar mata tidak cepat lelah saat bekerja di depan komputer, antara lain:

1. Beristirahatlah 10 hingga 15 menit
2. Lihat objek yang jauh kurang lebih selama 10 detik
3. Stretching atau melakukan latihan mata
4. Atur pencahayaan dari komputer
5. Istirahatkan mata selama 1 jam
6. Atur posisi duduk (90 derajat), posisi keyboard (100 derajat) dari siku
7. Jarak layar komputer sekitar 50-75 cm dari mata

Sunday, 12 December 2010

Liverpool Football Academy for Youngsters in Indonesia


Indonesia could be in line for Southeast Asia’s first permanent football academy to develop youngsters’ talent under plans being considered by English Premier League Club Liverpool.
The club is eager to boost its presence in Asia through its youth wing, the Liverpool International Football Academy.
Should the plan take off, Indonesia will be the first country in Asia that the Liverpool Academy will call home, with the prospect of Indonesian students getting a direct line to try out to play in the Premier League.
The Anfield club has already sent its youth coaches twice this year to Jakarta.
After celebrated former Reds striker Ian Rush presided over one clinic in May, the club last Saturday launched eight days of activities to promote football education.
Two coaches are conducting football clinics with almost 200 children and making outreach visits to schools.
The British Chamber of Commerce in Jakarta has been responsible for setting up the links to the club, and executive director Chris Wren said now the academy’s frequent visits were hoped to open the door to bolder plans.
“There is a plan to establish a Liverpool Academy in Jakarta next year. Assuming this [visit] is successful and things go as planned, it could be under way as early as May,” said Wren, a Liverpool native who has worked closely with club officials.
BritCham began holding football activities several years ago as part of the corporate social responsibility programs of British companies in Indonesia.
A key initiative of the program, Giving Kids a Sporting Chance, was a youth league in Jonggol, West Java, in which 3,000 children now play.
In his visit in May, Rush was apparently so impressed that the second series of clinics was set up.
Liverpool Academy coaches Adam Flynn and Ben Parsonage are running the clinics at Jakarta’s Bung Karno sports complex.
Rush is due to fly in to assist in other initiatives later this week.
This visit is also being used as a detailed feasibility study for the permanent academy, Wren said.
“The dream is that what started as a community idea three years ago could end up in a Premier League star for Indonesia, someone who could represent the best of the country,” he said.
“What excited Ian Rush in May is that a third of Indonesia is under 18, and that there’s so much interest in football. There is too much emphasis on Jakarta, but some of the best talent can be found in the provinces, maybe in kids who now only have a can to kick around rather than a football.”
Wren hoped any academy — likely to be in Jakarta — would be Indonesian in style.
“I’d like to see an ordinary school with the national curriculum and focusing on football first then other sports,” he said. “It would have boarding facilities and be open to all religions.”
Liverpool officials were keen on holding a nationwide talent search, with exceptional players being granted scholarships.
Academy coaches would come from England and be accredited by the English Football Association.
Wren warned that the plans rested on corporate investors willing to fund the school. “We would need to find partners to invest, the kind prepared not to see any profit for the first few years,” he said.
“Football is a very expensive business, but I believe there would be no end of interest. The challenge will be finding partners who feel the passion of what it’s all about. If that challenge can be met, the rest of it will fall into place.”
http://goodnewsfromindonesia.org/2010/12/08/liverpool-football-academy-for-youngsters-in-indonesia/

Indonesia’s Life Expectancy Rose 17 Years Longer


A child born in Indonesia today can expect to live on average 17 years longer than his or her parents born 30 years ago.
That was a key message from the latest human development report released by the United Nations Development Program on Friday.
Indonesia’s life expectancy rose by 17 years, from 54 to 71, between 1980 and 2010. That was dramatically better than the average for East Asia and Pacific countries, which saw a 14-year rise from 59 to 73 over the 40 years from 1970 to today.
Indonesia’s expected years of schooling have also improved by four years, from eight to 12, between 1980 and today, and per capita income has increased by 180 percent.
Across the region, the average literacy rate grew from 53 to 94 percent and school enrollment increased by seven percent.
The report measures the development level of 135 countries under the categories of health, education and income.
It shows South Asia as home to half of the world’s poor population, or 844 million people, and reports that one-fifth of Indonesians suffer serious deprivation in more than one of the categories.
However, this year’s report focuses on the continuing improvements in Indonesia, which it ranked fourth among 10 countries in which Human Development Index scores have been improving.
Indonesia is the sixth-best improving country for income-related issues and 10th for non-income issues.
“Indonesia went up in HDI [country] ranking from 111 to 108, and overall we see a positive progress,” UNDP country director Beate Trankmann said. “The positive trends we have seen in Indonesia over the last few years have continued to this year.”
However, Indonesia’s actual HDI score is still a mediocre 0.600, the report notes. Norway tops the list with an HDI value of 0.938 while Zimbabwe ranked the lowest at 0.140. Indonesia is below Malaysia (57th), Thailand (92th) and the Philippines (97th) in Southeast Asia.
World average HDI has increased 18 percent since 1990, reflecting improvements across the development spectrum.
Trankmann warned Indonesia’s figures could mask troubling geographical differences, though.
“Indonesia is a bit of mix. You see good progression on the income side, GDP is growing more than the regional average and there are sound economic policies,” she said. “Indonesia has done comparatively better than other countries in the region.”
“But that’s not the only factor. Continuous investment in education will be required to address some of the challenges that you have in the most deprived provinces.”
Armida Alisjahbana, state minister for the National Planning and Development Board, said the government is targeting several aspects for development; macroeconomic stability, food and energy security.
http://goodnewsfromindonesia.org/2010/12/12/the-rising-of-indonesias-life-expectancy/