Showing posts with label model pembelajaran. Show all posts
Showing posts with label model pembelajaran. Show all posts

Tuesday, 10 January 2012

6 Prinsip Dasar Matematika Sekolah


ilustrasi
Prinsip dan standar matematika sekolah dirancang untuk memberikan petunjuk dan arahan bagi para guru dan pihak-pihak lain yang terkait dengan pembelajaran matematika. Salah satu ciri yang paling penting dari prinsip-prinsip dan standar matematika sekolah adalah adanya enam perinsip dasar untuk mencapai pendidikan matematika yang berkualitas tinggi yaitu:

Prinsip Kesetaraan ; Peran yang kuat dari prinsip kesetaraan adalah harapan yang tinggi untuk semua siswa. Semua siswa harus mempunyai kesempatan dan dukungan yang cukup untuk belajar matematika “tanpa memandang karakteristik persoalan, latar belakang atau hambatan fisik”. 
Prinsip Kurikulum; Koheren berkaitan dengan pentingnya membangun atau mengembangkan pengajaran seputar ide-ide baik didalam kurikulum maupun pengajaran didalam kelas. Para siswa harus dibantu untuk melihat bahwa matematika merupakan sesuatu yang utuh dan terjalin. Bukan kumpulan bagian-bagian yang terlepas. Ide-ide matematika itu penting jika ide-ide itu berguna bagi pengembangan yang lain, menghubungkan ide yang satu dengan yang lainnya, atau membantu mengilustrasikan mata pelajaran matematika sebagai usaha manusia. 

Prinsip Pengajaran; Apa yang siswa pelajari hampir seluruhnya tergantung pada pengalaman guru mengajar di dalam kelas setiap hari. Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas para guru harus (1) memahami secara mendalam matematika yang mereka ajarkan (2) memahami bagaimana siswa belajar matematika, termasuk didalamnya mengetahui perkembangan matematika siswa secara individu, dan (3) memilih tugas-tugas dan strategi yang akan meningkatkan mutu proses pengajaran. Tugas para guru adalah mendorong siswanya untuk berfikir, bertanya, menyelesaikan soal, dan mendiskusikan ide-ide juga strategi. 

Prinsip Pembelajaran; Prinsip ini didasari pada dua ide dasar, yang pertama, belajar matematika dengan pemahaman, adalah penting. Belajar matematika tidak hanya memerlukan keterampilan menghitung tetapi juga memerlukan kecakapan untuk berfikir. Yang kedua prinsip-prinsip ini dengan sangat jelas menyetakan bahwa siswa dapat belajar matematika dengan pemahaman. Belajar ditingkatkan dalam kelas dengan cara para siswa diminta utuk menuilai ide-ide mereka atau ide-ide temannya, di dorong untuk membuat dugaan tentang matematika lalu mengujinya dan mengembangkan keterampilan memberi alasan yang logis. 

Prinsip Penilaian; Penilaian harus tidak semata-mata untuk menilai siswa, akan tetapi lebih pada menilai diri sendiri sebagai guru dan harus dimanfaatkan juga untuk siswa yakni untuk menggairahkan untuk meningkatkan belajarnya.Penilaian yang melibatkan pengamatan yang terus menerus dan interaksi siswa, akan mendorong siswa untuk menyampaikan dan menjelaskan gagasan dengan lancer. Umpan balik dari penilaian harian akan membantu siswa mencapai tujuannya dan menjadikan mereka tidak selalu bergantung kepada orang lain. 

Prinsip Teknologi; Kalkulator dan computer harus dilihat sebagai alat yang penting dalam belajar dan mengerjakan matematika di kelas. Tehnologi memungkinkan siswa untuk memfokuskan diri pada ide-ide matematika, pemahaman, dan menyelesaikan soal, yang tidak mungkin dikerjakan tampa bantuan kalkulator atau computer. Tehnologi meningkatkan proses belajar matematika karena memungkinkan eksplorasi yang lebih luas dan memperbaiki penyajian ide-ide matematika. Dengan tehnologi lebih banyak soal dapat dipecahkan. Dengan tehnologi juga memungkinkan siswa tertentu untuk mengesampingkan bagian yang kurang penting sehingga waktunya dapat dipakai memahami bagian matematika yang penting.

Daftar pustaka
Walle, Jhon A. Van de. Matematika sekolah dasar dan Menegah, Jakarta, Erlangga, 2006
Hudodo, Herman. Mengajar Belajar Matematika, Debdikbud, 1988

source:http://www.mathsmart.tk

MODEL PEMBELAJARAN DALAM CTL


  1. CL (COOPERATIVE LEARNING)

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi belajar melalui penempatan siswa belajar dalam kelompok kecil yang memiliki tingkat kemampuan yang berbeda. Dalam menyelesaikan tugas kelompok, setiap anggota saling bekerja sama dan membantu memahami suatu bahan pelajaran artinya bahan belum selesai jika salah satu teman dalam sekelompok belum menguasai bahan pembelajaran.
  • LandasanTeoritik:

Landasan teori dari pembelajaran kooperatif menganut pada Teori Belajar Konstruktivis yaitu membangun pemahaman siswa dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal dan pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan. Dari hal tersebut siswa dituntut untuk membentuk suatu interaksi sosial dengan temannya (Hakekat Sosiokultural), sehingga nantinya dapat terbentuk suatu kerjasama dan bertukar pengalaman atas sekelompok siswa yang terikat dalam kegiatan belajar (Learning Community). Hal tersebut merupakan bagian dari apa yang dinamakan Pembelajaran Berbasis Kontekstual (CTL).
  • Tujuan Hasil Belajar Siswa

Ada dua hasil yang diperoleh dari pembelajaran kooperatif, yaitu:
- Belajar Akademik, hasilnya mengarah pada pemahaman konsep – konsep sulit
- Keterampilan Sosial, hasilnya mengarah pada keterampilan Kooperatif
- Lingkungan Belajar dan Sistem Pengelolaan
Dalam Pembelajaran Kooperatif Proses belajarnya dilakukan dengan demokrasi dan dituntut adanya peran aktif dari siswa, sehingga pembelajaran tersebut berpusat pada siswa. Siswa belajar dalam kelompok kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda.

FASE – FASE PERILAKU GURU:
  • Fase 1

Menyampaikan tujuan dan memotivasi
Siswa
  • Fase 2

Menyajikan informasi
  • Fase 3

Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok – kelompik belajar
  • Fase 4

Membimbing kelompok bekerja dan belajar
  • Fase 5

Evaluasi
  • Fase 6

Memberikan penghargaan 
  • Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar

  • Menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan
  • Menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien
  • Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka
  • Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hasil kerja
  • Menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok

Kelebihan:
1. Seluruh siswa menjadi lebih siap.
2. Melatih kerjasama dengan baik.
Kekurangan:
Jika mengalami kesulitan semua anggota mengalami kesulitan.

Tuesday, 24 February 2009

SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN EKSPERIMEN

BAGIAN AWAL
  1. Halaman judul
  2.  Halaman Pengesahan
  3. Abstrak
  4. Kata Pengantar
  5. Daftar Isi dan lampiran-lampiran
BAGIAN ISI:
BAB I :     PENDAHULUAN
A. Latar Belakang  berisi uraian tentang kondisi lapangan  disertai diskripsi masalahnya, dengan dukungan data awal yang memperjelas adanya masalah. Untuk memecahkan masalah diperlukan tindakan/treatment dengan metode baru yang akan diujicobakan. Di samping itu  ditunjukkan kebiasaan bahwa metode yang dilakukan dalam proses pembelajaran kurang berhasil . Diyakini bahwa dengan metode baru itu berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.
B. Rumusan Masalah (diharapkan kalimat Tanya): Misalnya: (1) Adakah perbedaan kemampuan matematika antara siswa yang diajar dengan metode pemecahan soal dibanding dengan yang diajar dengan metode pemahaman konsep.(2) Adakah hubungan antara sikap terhadap metode dengan kemampuan matematika?
C. Tujuan Penelitian; (sesuaikan dengan rumusan masalah)
D. Manfaat Penelitian; (sesuaikan dengan apa yang direncanakan pada proposal, namun peneliti dapat mengembangkan)

BAB II :    LANDASAN TEORI
Kemukakan teori dan pustaka yang relevan dengan variabel independent (bebas jaitu variabel tindakan) dan variabel dependent (terikat, tergantung), dan menjelaskan kaitan antara kedua variabel itu. Diperlukan adanya usaha  membangun argumentasi teoritis yang menunjukkan bahwa dengan tindakan yang diberikan dimungkinkan dapat berpengaruh positif terhadap hasil/mutu proses pembelajaran pada mata ajaran tertentu. Untuk itu perlu diuraikan secara rinci keterkaitan antara variabel yang dijadikan sasaran penelitian secara jelas, baik variabel dependen maupun independennya. Kemukakan kerangka berpikir/alur yang logis shingga mampu memberikan gambaran bahwa perlakuan dengan metode/teknik/cara baru yang akan dilakukan dapat menghasilkan dampak yang lebih baik dari pada metode/teknik/cara lain atau yang selama ini digunakan. Pada bagian akhir perlu dikemukakan hipotesis yang akan diuji melalui penelitian eksperimen ini.

BAB III :  METODE PENELITIAN
Deskripsikan desain/pola eksperimen/perlakuan dalam rangka penelitian yang memuat: Subyek penelitian,  langkah-langkah atau prosedur penelitian dimulai dari perencanaan untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, menentukan pelaksanaan tindakan/treatment, materi dan metode yang  akan dikenakan pada kedua  kelompok tersebut, cara mengatasi kesesatan, sehingga tidak akan mempengaruhi hasil, waktu pelaksanaan eksperimen. Jenis instrumen penelitian yang akan digunakan dan syarat validitas dan reliabilitasnya, serta teknik analisis datanya. Eksperimen yang dilakukan harus  bersifat rasional, dan feasible.

BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berikan gambaran tentang subyek penelitian dengan disertai kondisi riil dari setiap kelompok (eksperimen dan kontrol) selama eksprimen berlangsung. Kemukakan adanya perubahan yang terjadi pada diri siswa, lingkungan kelas, guru sendiri, motivasi/minat belajar, dan hasil belajar atas perlakuan yang dikenakan pada kelompok eksperimen Data dapat disajikan dalam bentuk narasi/uraian, tabel atau bagan Sajikan data hasil penelitian untuk setiap kelompok sebagai dasar analisis dengan beberapa keterangan yang relevan. Kemukakan hasil pengolahan atau analisis data hasil eksperimen.. Tunjukkan adanya perbedaan antara hasil tindakan pada kelompok eksperimen (dengan metode A) dengan kelompok kontrol (dengan metode B). Pada kesimpulan hasil analisis bila  secara statistik bila telah membuktikan adanya perbedaan hasil antara keduanya, berarti hasil metode yang satu  lebih baik daripada metode lainnya. Pada pembahasan berikan kejelasan yang memperkuat dari hasil analisisnya, dengan memberikan berbagai argumentasi logis yang mendukung.

BAB V :  SIMPULAN DAN SARAN
Sajikan simpulan hasil penelitian sesuai dengan  tujuan/masalah penelitian yang telah disampaikan sebelumnya serta dengan mendasarkan hasil analisis yang diperoleh.pada bab IV
Berikan saran dan tindak lanjut berdasarkan simpulan yang diperoleh baik yang menyangkut segi positif maupun negatifnya.

DAFTAR PUSTAKA
Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan sistem yang telah dibakukan secara konsisten.

Lampiran-lampiran:
Lampiran berisi semua   instrumen yang digunakan  (pedoman wawancara, pedoman observasi, angket, test hasil belajar dll),  contoh hasil kerja siswa, data hasil penelitian,  print-out analisis, daftar hadir, ijin penelitian, serta bukti lain yang dipandang perlu